Advertisements
Informasi Keamanan Hasil Analisis Laporan Efek Samping Obat (ESO) dari WHO untuk Ruxolitinib, Desloratadine/Loratadine, Ciprofloxacin-Enalapril dan Rosuvastatin-Ticagrelor

www.farmasi.asia – Sehubungan dengan adanya informasi keamanan obat terbaru yang diperoleh dari WHO UMC-Signal, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia menyampaikan informasi untuk tenaga kesehatan profesional sebagai upaya meningkatkan kehati-hatian dalam penggunaan obat di bawah ini untuk pasien.

Informasi keamanan ini merupakan hasil analisis laporan Efek Samping Obat (ESO) dari WHO Global Database, yakni:

  1. Ruxolitinib dan risiko neuropati perifer
  2. Desloratadine/Loratadine dan risiko peningkatan berat badan pada anak
  3. Interaksi Ciprofloxacin dan Enalapril mengakibatkan peningkatan risiko gangguan ginjal akut
  4. Interaksi Rosuvastatin dan Ticagrelor mengakibatkan risiko Rhabdomyolysis

Informasi di atas agar dapat menjadi perhatian profesional kesehatan khususnya Dokter dan Apoteker.

Terlampir surat resmi dari BPOM untuk disebarluaskan kepada anggota IDI dan IAI.

Surat Informasi Keamanan 19 Oktober 2017
Klik di sini untuk memperbesar gambar.
Penguatan Signal Interaksi Obat Ciprofloxacin dan Enalapril
Klik di sini untuk memperbesar gambar.
Penguatan Signal Interaksi Obat Ciprofloxacin dan Enalapril Lanjutan
Klik di sini untuk memperbesar gambar.
Advertisements
Laporan WHO Mengkonfirmasikan Jika Dunia Kehabisan Opsi Antibiotik

Farmasi.Asia – Dalam sebuah laporan “Antibacterial agents in clinical development – an analysis of the antibacterial clinical development pipeline, including tuberculosis“, yang diluncurkan 20 September 2017 lalu oleh World Health Organisation (WHO, Organisasi Kesehatan Dunia) menunjukkan kurangnya antibiotik baru yang sedang dikembangkan untuk memerangi ancaman resistensi antimikroba yang semakin meningkat.

Sebagian besar obat yang ada saat ini dan sering digunakan adalah hasil dari modifikasi golongan antibiotik yang ada dan hanya solusi jangka pendek. Dalam laporan juga dikatakan sangat sedikit opsi atau pilihan pengobatan yang potensial untuk memerangi infeksi akibat resistensi antibiotik. Inilah yang kemudian diidentifikasi oleh WHO sebagai ancaman terbesar bagi kesehatan, termasuk resistensi TB (Tuberculosis) yang menjadi penyebab kematian sekitar 250.000 orang setiap tahunnya.

“Resistensi antimikroba adalah keadaan darurat kesehatan global yang secara serius akan membahayakan kemajuan pengobatan modern. Ada kebutuhan mendesak untuk lebih banyak investasi dalam penelitian dan pengembangan untuk infeksi resisten antibiotik termasuk TB, jika tidak, kita akan dipaksa kembali ke waktu ketika orang-orang takut akan infeksi umum dan mempertaruhkan nyawa mereka dari operasi kecil.” kata Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal WHO.

Selain TB yang resisten terhadap berbagai jenis obat, WHO telah mengidentifikasi 12 kelas patogen prioritas – beberapa di antaranya menyebabkan infeksi umum seperti pneumonia atau infeksi saluran kemih – yang semakin resisten terhadap antibiotik yang ada dan sangat membutuhkan perawatan baru.

Laporan ini mengidentifikasi 51 antibiotik dan biologis baru dalam pengembangan klinis untuk mengobati patogen resisten antibiotik yang disarankan, serta tuberkulosis dan infeksi diare Clostridium yang kadang-kadang mematikan.

Di antara semua obat yang menjadi kandidat antibiotik baru, bagaimanapun, hanya 8 yang digolongkan oleh WHO sebagai perawatan inovatif yang akan memberi nilai tambah pada gudang pengobatan antibiotik saat ini.

Sedikitnya pilihan pengobatan untuk TB M. tuberculosis dan patogen gram negatif, termasuk Acinetobacter dan Enterobacteriaceae (seperti Klebsiella dan E.coli) yang dapat menyebabkan infeksi parah dan sering mematikan yang menimbulkan infeksi tertentu menjadi ancaman di rumah sakit atau sarana kesehatan lain. Sangat sedikitnya antibiotik oral dalam langkah pengobatan yang efektif juga turut memperparah keadaan akibat resistensi antibiotik ini.

“Perusahaan farmasi dan peneliti harus segera fokus pada antibiotik baru terhadap beberapa jenis infeksi serius yang dapat membunuh pasien dalam hitungan hari karena kita tidak memiliki garis pertahanan,” kata Dr Suzanne Hill, Direktur Departemen Obat-obatan Esensial WHO.

Untuk mengatasi ancaman ini, WHO dan DNDi (Drugs for Neglected Diseases Initiative) membentuk Kemitraan Riset dan Pengembangan Antibiotik Global (dikenal sebagai GARDP). Pada tanggal 4 September 2017, Jerman, Luksemburg, Belanda, Afrika Selatan, Swiss dan Inggris Raya dan Irlandia Utara dan Wellcome Trust menjanjikan lebih dari 56 juta Euro untuk proyek ini.

“Penelitian untuk tuberkulosis sangat kekurangan dana, dengan hanya dua antibiotik baru untuk pengobatan TB yang resistan terhadap obat yang telah sampai di pasaran selama lebih dari 70 tahun. Jika kita ingin mengakhiri tuberkulosis, lebih dari US $ 800 juta per tahun sangat dibutuhkan untuk mendanai penelitian obat antituberkulosis baru” kata Dr Mario Raviglione, Direktur Program Tuberkulosis Global WHO.

Pengobatan terkini saja, bagaimanapun, tidak akan cukup untuk melawan ancaman resistensi antimikroba. WHO bekerja sama dengan negara dan mitra untuk memperbaiki pencegahan dan pengendalian infeksi dan untuk mendorong penggunaan antibiotik yang ada dengan tepat. WHO juga mengembangkan panduan untuk penggunaan antibiotik yang bertanggung jawab di sektor manusia, hewan dan pertanian.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa mendownload laporan berikut:

Bagaimanapun, sudah menjadi salah satu tugas kita yang seorang Farmasis untuk turut serta berkontribusi agar obat-obatan jenis antibiotik ini digunakan dengan semestinya dan diberikan edukasi secara berkesinambungan terhadap masyarakat.

Penjelasan BPOM terkait Pemberitahuan Pemeriksaan Produk ILEGAL oleh Tim Gabungan

Farmasi.Asia – Sehubungan informasi yang marak beredar di media sosial tentang pelaksanaan pemeriksaan produk tanpa nomor registrasi Badan POM (BPOM) oleh Tim Gabungan Badan POM, Kepolisian, BNN dan Kehakiman di seluruh Indonesia mulai 2 Oktober 2017 selama 3 minggu, BPOM menegaskan bahwa BPOM TIDAK PERNAH mengeluarkan pemberitahuan tersebut.

Sebagai lembaga yang berwenang melakukan pengawasan obat dan makanan, Badan POM, baik secara rutin maupun melalui operasi khusus, melakukan pengawasan di sarana produksi dan distribusi, pengambilan sampel, pengujian laboratorium, dan penegakan hukum terhadap sarana produksi dan distribusi yang terbukti melakukan pelanggaran.

Dalam hal pegawai Badan POM melakukan tugas pengawasan tanpa dilengkapi tanda pengenal, surat tugas dan tujuan pengawasan, maka pemilik sarana dapat menolak kehadiran pegawai Badan POM tersebut.

Pimpinan Perusahaan/Pelaku Usaha berkewajiban untuk memberikan jaminan keamanan, manfaat, dan mutu produk obat dan makanan yang diproduksi/ didistribusikan, karena kesehatan masyarakat adalah tanggung jawab kita bersama.

Jakarta, 19 September 2017

Kepala Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat
Badan Pengawas Obat dan Makanan – RI

Sumber: http://www.pom.go.id/mobile/index.php/view/klarifikasi/62/PENJELASAN-BADAN-POM–TERKAIT–PEMBERITAHUAN-PEMERIKSAAN-PRODUK-ILEGAL-OLEH-TIM-GABUNGAN.html

Penjelasan BPOM tentang Penyalahgunaan Obat Jenis PCC

Farmasi.Asia – Sehubungan pemberitaan di berbagai media massa termasuk media sosial baru-baru ini terkait penyalahgunaan obat bertuliskan PCC yang beredar di Kendari, Sulawesi Tenggara hingga menyebabkan 1 (satu) orang meninggal dunia dan 42 orang lainnya harus dirawat di beberapa Rumah Sakit di Kendari, Badan POM memberikan penjelasan sebagai berikut:

  • Kasus ini tengah ditangani oleh pihak Kepolisian RI bersama Badan POM guna mengungkap pelaku peredaran obat tersebut serta jaringannya. Badan POM dalam hal ini berperan aktif memberikan bantuan ahli serta uji laboratorium dalam penanganan kasus tersebut.
  • Badan POM secara serentak telah menurunkan Tim untuk menelusuri kasus ini lebih lanjut dan melakukan investigasi apakah ada produk lain yang dikonsumsi oleh korban.
  • Hasil uji laboratorium terhadap tablet PCC  menunjukkan positif mengandung Karisoprodol.
  • Karisoprodol digolongkan sebagai obat keras. Mengingat dampak penyalahgunaannya lebih besar daripada efek terapinya, seluruh obat yang mengandung Karisoprodol dibatalkan izin edarnya pada tahun 2013.
  • Obat yang mengandung zat aktif Karisoprodol memiliki efek farmakologis sebagai relaksan otot namun hanya berlangsung singkat, dan di dalam tubuh akan segera dimetabolisme menjadi metabolit berupa senyawa Meprobamat yang menimbulkan efek menenangkan (sedatif).
  • Penyalahgunaan Karisoprodol digunakan untuk menambah rasa percaya diri, sebagai obat penambah stamina, bahkan juga digunakan oleh pekerja seks komersial sebagai “obat kuat”.
  • Badan POM sedang dan terus mengefektifkan dan mengembangkan Operasi Terpadu Pemberantasan Obat-Obat Tertentu yang sering disalahgunakan dan memastikan tidak ada bahan baku dan produk jadi Karisoprodol di sarana produksi dan sarana distribusi di seluruh Indonesia.

Untuk menghindari penyalahgunaan obat maupun peredaran obat ilegal, diperlukan peran aktif seluruh komponen bangsa baik instansi pemerintah, pelaku usaha, maupun masyarakat. Badan POM bersama Kepolisian dan BNN serta instansi terkait lainnya telah sepakat untuk berkomitmen membentuk suatu tim Aksi Nasional Pemberantasan Penyalahgunaan Obat yang akan bekerja tidak hanya pada aspek penindakan, namun juga pada aspek pencegahan penyalahgunaan obat. Pencanangan aksi tersebut direncanakan pada tanggal 4 Oktober 2017.

Mari menjadi konsumen cerdas dengan selalu ingat “Cek KLIK”. Pastikan Kemasan dalam kondisi baik, baca informasi produk pada Labelnya, pastikan memiliki Izin edar Badan POM, dan pastikan tidak melebihi masa Kedaluwarsa.

Badan POM tetap memantau dan menindaklanjuti pemberitaan ini. Jika masyarakat memerlukan informasi lebih lanjut dapat menghubungi contact center HALO BPOM di nomor telepon 1-500-533 atau sms 0-8121-9999-533 atau email halobpom@pom.go.id atau Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) di seluruh Indonesia.

sumber: http://www.pom.go.id/new/view/more/klarifikasi/61/PENJELASAN-BADAN-POM-TENTANG-PENYALAHGUNAAN-OBAT-JENIS-PCC.html

Mie Instan Berbahaya? Ini Kata BPOM RI

Farmasi.Asia – Merebaknya isu terkait bahaya mengkonsumsi mie instan ini sudah lama beredar di masyarakat. Berbagai macam judul dan isi yang disebar baik melalui broadcast BBM, WhatsApp, SMS sampai ke laman Facebook kemudian dishare ribuan (bahkan ratusan ribu orang). Hal ini jelas membuat ragu “penikmat” mi instan; apalagi jenis makanan ini merupakan “idola” para mahasiswa (seperti saya dulu) di akhir bulan atau ketika pesangon mulai menipis ;D

Padahal, Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) sudah memberikan penjelasan terkait isu bahayanya mengkonsumsi mie instan tahun 2015 silam. Jadi, untuk menyegarkan ingatan mengenai hal tersebut, kami ingin mempublikasi ulang agar asumsi masyarakat tidak keliru terhadap mi instan.

Penjelasan BPOM tentang Adanya Kabar Bahaya Mengkonsumsi Mie Instan

  1. Komposisi bahan yang katanya berbahaya itu adalah:


    a. Monosodium Glutamat (MSG). MSG merupakan penguat rasa yang mempunyai ADI (Acceptable Daily Intake) not specified, yang jika dijabarkan memiliki maksud: saat dimakan dalam jumlah yang wajar, maka tidak akan menyebabkan bahaya kesehatan kepada si pemakan. Akan tetapi, jika ada yang sensitif atau alergi terhadap MSG, tentu semua makanan yang mengandung MSG harus dihindari; tidak hanya mie instan.

    b. Metil Paraben (Methyl p-Hydroxybenzoate) merupakan pengawet makanan yang diperbolehkan digunakan pada produk makanan dengan jumlah atau kuantiti tertentu. Methyl p-Hydroxybenzoate ini umumnya dipakai untuk mengawetkan kecap yang menjadi pelengkap bumbu pada mie instan jenis tertentu (mie goreng atau yang menggunakan kecap sebagai tambahannya). Bahkan, ada negara seperti halnya Taiwan yang tidak mengatur jumlah atau kuantiti penggunaan Methyl p-Hydroxybenzoate pada mie instan. Meski demikian, regulasi di Indonesia mengatur kadar pengawet ini. Selain Methyl p-Hydroxybenzoate, terdapat jenis pengawet lain yang ditentukan batas maksimalnya yakni: butil paraben, etil paraben, isobutyl paraben, isopropil paraben, hingga propil paraben.
  2. Hingga saat ini, belum ditemukan bukti secara ilmiah jika 2 bahan di atas membahayakan bagi kesehatan liver atau usus atau bahkan penyebab sakit maag.
  3. Maka dari itu, masyarakat tidak perlu takut atau resah serta meragukan safety mie instan yang dijual di pasaran Indonesia.
  4. Jika ingin informasi lebih lanjut terkait hal ini, bisa menelpon HALO BPOM di nomor 1500533 atau via SMS ke nomor 081219999533 juga email halobpom@pom.go.id. Bisa juga datang ke ULPK (Unit Layanan Pengaduan Konsumen) di Balai Besar/Balai POM terdekat di kota Anda.

Akhir kata, konsumsilah mie instan dengan bijak. Segala sesuatu yang berlebihan, tentu tidak baik.

sumber: http://www.pom.go.id/new/view/more/klarifikasi/27/Bahaya-Mi-Instan.html

Hadir Kembali! Pharmaceutical Seminar Universitas Indonesia (Phase UI) 84

Farmasi.Asia – Pharmaceutical Seminar Universitas Indonesia (Phase UI) atau yang lebih dikenal “Phase UI” merupakan program rutin yang diselenggarakan oleh Program Studi Apoteker Universitas Indonesia. Saat ini, Phase 84 UI kembali hadir degan mengangkat tema “Integrasi Kompetensi Farmasi untuk Membangun Negeri”, yang bertujuan untuk memfasilitasi para peserta sehingga lebih memahami beberapa hal untuk pendalaman pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan oleh seorang Apoteker dalam melaksanakan pekerjaan kefarmasian. Pada tahun ini, rangkaian acara Phase 84 UI terdiri atas seminar danworkshop. Rangkaian acara akan dilaksanakan pada tanggal 9-10 September 2017 di Gedung Rumpun Ilmu Kesehatan dan Fakultas Farmasi Universitas Indonesia.

Seminar nasional hadir dengan tema Peningkatan Peran Apoteker Dalam Menjamin Peredaran Sediaan Farmasi yang Aman, Bermutu, Bermanfaat, dan Terjangkau di Indonesia. Seminar ini mengundang pembicara diantaranya adalah:

  1. Kepala BPOM, Dr.Ir.Penny K.Lukito, MCP,
  2. Ketua IAI, Drs.Nurul Falah Eddy Pariang, Apt.
  3. Selain pembicara, terdapat pula diskusi panel yang dipimpin oleh seorang yang ahli dibidangnya (lihat pada poster).

Workshop Phase 84 UI akan dibagi menjadi 3 (tiga) kelas, yaitu:

  1. Workshop herbal dengan tema “Pemanfaatan dan aplikasi ionic liquid dalam pengembangan bahan baku obat herbal“,
  2. PHASE84 - Workshop Herbal
    PHASE84 – Workshop Herbal
  3. workshop Penggunaan Obat Rasional (POR) dengan tema “Meningkatkan profesionalisme Apoteker dalam mewujudkan penggunaan obat yang rasional melalui program pemerintah” dan
  4. PHASE84 - workshop Penggunaan Obat Rasional (POR)
    Workshop Penggunaan Obat Rasional (POR)
  5. workshop Pelayanan Informasi Obat dengan tema “Meningkatkan profesionalisme Apoteker dalam melakukan teknik komunikasi pada pelayanan informasi obat
  6. PHASE84 - workshop Pelayanan Informasi Obat (PIO)
    Workshop Pelayanan Informasi Obat (PIO)

Untuk informasi lebih lanjut dapat dilihat pada:

Twitter : @phaseui
Instagram : phase_ui
Facebook : phaseUI
Line : @phaseUI
Website : www.phase.farmasi.ui.ac.id
Contact Person : 089675531731

Pendaftaran dapat melalui Website atau SMS ke 085372908900

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2017 tentang Perubahan Penggolongan Narkotika

Farmasi.Asia – Peraturan Menteri Kesehatan (PERMENKES/PMK) Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2017 tentang ?Perubahan Penggolongan Narkotika ini sudah ditetapkan pada tanggal 26 Juli 2017 dan telah diundangkan tanggal 7 Agustus 2017 di Jakarta.

Dokumen PMK No.41 tahun 2017 ini bisa dibaca langsung di bawah ini:

Jika PDF Viewer di atas tidak muncul sempurna, silakan lihat atau download pada link berikut ini:
PMK RI Nomor 41 Tahun 2017 tentang Perubahan Penggolongan Narkotika.

Silakan disebarkan agar rekan-rekan sejawat dan tenaga kerja kesehatan lain juga mengetahui.

Semoga bermanfaat.

Bahaya Membeli Obat Jika Tanpa Disertai Penjelasan oleh Apoteker

Farmasi.Asia – Apoteker mempunyai peranan yang sangat penting di pelayanan farmasi seperti apotek. Tidak melulu harus selalu meracik atau mengerjakan resep obat, apoteker juga memiliki tugas dalam pemantauan dan pencegahan beredarnya obat palsu hingga transaksi obat tanpa melalui resep dokter (terutama golongan obat keras, prekursor, psikotropika dan narkotika).

Seperti dikutip dari situs Viva.co.id, Ketua Pengurus Pusat IAI (Ikatan Apoteker Indonesia) bapak Drs. Nurul Falah Eddy Pariang, Apt., rasio perbandingan jumlah apoteker untuk kebutuhan rumah sakit berkisar antara 8-18 (tergantung tipe rumah sakit). Indonesia saat ini tercatat memiliki apoteker dengan jumlah mendekati 70.000 orang yang sudah teregistrasi. Jumlah ini diperkirakan cukup untuk mengisi kebutuhan akan tenaga apoteker di seluruh Indonesia.

Menurut Peraturan Menteri Kesehatan (PERMENKES) Tahun 2016, pada dasarnya segala bentuk layanan kefarmasian bisa dilakukan JIKA apoteker yang bertanggung jawab ada di tempat.

“Kalau apotekernya tidak ada, berarti tempat tersebut tidak bisa melakukan penjualan/transaksi obat atau tutup,” Kata bapak Nurul Falah kepada VIVA.co.id.

Bapak Nurul Falah juga menekankan, KEMENKES (Kementerian Kesehatan) mengkehendaki diberlakukannya law enforcement untuk apoteker yang terbukti melanggar aturan atau kedisiplinan. Atau, jika ternyata ada kasus yang fatal, bukan tidak mungkin Surat Tanda Registrasi Apoteker (STRA) yang bersangkutan akan dicabut.

Sehingga, teruntuk pasien atau keluarga pasien yang mau membeli obat di tempat-tempat layanan kefarmasian seperti apotek, sebisa mungkin melakukan cek terlebih dahulu; “apakah apoteker-nya ada/standby?“. Seperti yang tercantum dalam PERMENKES Nomor 9 Tahun 2017, apoteker harus memasang papan nama di mana ia berpraktek. Dan ketika bertugas, Apoteker memakai jas berwarna putih gading atau putih kekuningan dengan tulisan “Apoteker” pada dadanya.

“Tanyakan, apakah ada apotekernya, jika tidak ada, sebaiknya pindah ke apotek lain yang apotekernya ada. Kalau terdapat pelanggaran, apoteker juga bisa dilaporkan ke Pengurus Cabang IAI di mana pelanggaran itu terjadi.”, kata Bapak Nurul Falah.

Selain itu, pendistribusian atau jual-beli obat keras secara bebas di apotek-apotek nakal juga merupakan tanggungjawab dari seorang apoteker. Meskipun, pada umumnya apotek tempat apoteker bekerja adalah milik orang lain (bos/investor), akan tetapi SIA (Surat Izin Apotek) yang diterbitkan menggunakan nama sang apoteker.

Jadi, sudah menjadi kewajiban bahwa seorang apoteker seharusnya bisa mencegah terjadinya transaksi jual-beli obat dengan bebas. Karena, obat adalah “barang” khusus dalam dunia kesehatan, bukan komoditi yang bisa diperjual-belikan secara umum tanpa pengawasan apoteker.

Tips Memilih Maskapai Penerbangan Agar Tak Tertipu

Libur lebaran kemarin kamu tak sempat liburan? Tenang, masih banyak kok hari-hari lain yang bisa dipilih untuk liburan.

Kamu bisa mulai rencana liburan kamu dengan memilih destinasi yang akan kamu tuju, mulai dari jalan-jalan ke Yogyakarta atau bertemu komodo di Pulau Komodo.

Namun, tak hanya memilih destinasi liburan saja yang penting, menentukan transportasi menuju destinasi impian juga harus dipilih dengan baik dan direncanakan matang-matang.

Nah, misalkan kamu ingin memilih pesawat terbang, dengan alasan harga yang murah, cepat, dan nyaman.

Nah, sebelum memilih maskapai penerbangan dan membeli tiket pesawatnya. Ini dia tips-tipsnya.

  1. Cek Track Record Maskapai

Pasti kamu setuju, keselamatan merupakan hal terpenting dalam memilih transportasi.

Maka dari itu sebelum menentukan maskapai penerbangan yang ingin kamu pilih kamu bisa cek track record maskapai dan cari tahu apakah pesawatnya sering mengalami kecelakaan atau tidak.

  1. Cari Tahu Fasilitas yang Didapat

Sebelum kamu memesan tiket pesawat Batik Air, Lion Air, Garuda Indonesia, atau maskapai penerbangan lainnya, pastikan kamu tak lupa mencari tahu fasilitas apa saja yang diberikan dalam harga yang tercantum.

Jika kamu cari tiket pesawat di Reservasi.com akan terlihat fasilitas yang kamu dapatkan seperti makanan dan snack di pesawat, batas jumlah bagasi dalam satu harga seat, ataupun fasilitas lainnya.

  1. Perhatikan Pelayanan dalam Pesawat

Jika kamu menghabiskan waktu berjam-jam di dalam pesawat terbang, sebaiknya pilih maskapai penerbangan yang menawarkan kenyamanan tinggi.

Kamu bisa memilih maskapai penerbangan yang menyediakan tempat duduk lega, bisa juga yang memiliki televisi di masing-masing seat agar perjalananmu tidak bosan.

Pesawat dengan fasilitas premium seperti ini mungkin bisa memberikan kamu kenyamanan tingkat tinggi, jadi kamu tidak akan merasa bosan dan capek saat diperjalanan.

  1. Check in Lebih Awal

Tak seperti kereta api, memesan tiket pesawat biasanya tak disertai dengan pilihan seat yang masih tersedia.

Untuk ini, para penumpang seringnya kecewa jika mendapat seat yang tidak sesuai dengan keinginan. Namun, ada tips dan triknya, nih. Check in lah lebih awal agar bisa memilih seat.

Ada beberapa maskapai yang sudah menyediakan fasilitas check in online. Untuk keamanan, kamu bisa memilih seat di belakang, setelah pesawat dan kalau ingin istirahat dengan nyaman, pilihlah yang di samping jendela, agar tidak terganggu penumpang lain yang ingin ke toilet. Satu lagi, kalau ingin cepat keluar tanpa antre, pilihlah seat dekat pintu depan atau belakang.

  1. Pilih maskapai yang tepat waktu

Pastinya kamu tak ingin rencana liburan kamu terganggu maka ada baiknya pilihlah maskapai penerbangan yang jarang telat.

Tiket boleh saja murah, namun kalau delay sampai berjam-jam, jadi rugi waktu kan! Biasanya ada beberapa maskapai memang memberi kompensasi, seperti uang atau makanan.

Berdasarkan informasi yang dilansir dari Kompas.com, berikut detail kompensasi yang harus kamu dapatkan. Hal ini tertulis jelas dalam Peraturan Menteri (PM) Perhubungan Republik Indonesia No.89 Tahun 2015.

PM 89 Tahun 2015 menjelaskan tentang Penanganan Keterlambatan Penerbangan (Delay Management) Pada Badan Usaha Angkutan Udara Niaga Berjadwal d Indonesia. Pada Bab II, dijelaskan tentang Ruang Lingkup Keterlambatan Penerbangan.

Dalam Pasal 2 dijelaskan, keterlambatan penerbangan pada badan usaha angkutan udara niaga berjadwal terdiri dari tiga kategori:

  1. Keterlambatan penerbangan (flight delayed)
  2. Tidak terangkutnya penumpang dengan alasan kapasitas pesawat udara (denied boarding passenger)
  3. Pembatalan penerbangan (cancellation of flight).

Dalam pasal selanjutnya, dijelaskan enam kategori keterlambatan yang terdiri dari:

  1. Kategori 1, keterlambatan 30-60 menit
  2. Kategori 2, keterlambatan 61-120 menit
  3. Kategori 3, keterlambatan 121-180 menit
  4. Kategori 4, keterlambatan 181-240 menit
  5. Kategori 5, keterlambatan lebih dari 240 menit
  6. Kategori 6, pembatalan penerbangan.

Tiap penumpang bisa mendapatkan hak-hak berupa kompensasi atau ganti rugi jika pesawat mengalami delay.

Dalam Bab V tentang Pemberian Kompensasi dan Ganti Rugi, tertulis bahwa Badan Usaha Angkutan Udara wajib memberikan kompensasi sesuai kategori keterlambatan yang disebutkan sebelumnya.

Berikut kompensasi yang didapatkan penumpang sesuai kategori keterlambatan:

  1. Keterlambatan kategori 1, kompensasi berupa minuman ringan.
  2. Keterlambatan kategori 2, kompensasi berupa minuman dan makanan ringan (snack box).
  3. Keterlambatan kategori 3, kompensasi berupa minuman dan makanan berat (heavy meal).
  4. Keterlambatan kategori 4, kompensasi berupa minuman, makanan ringan (snack box) dan makanan berat (heavy meal).
  5. Keterlambatan kategori 5, kompensasi berupa ganti rugi sebesar Rp 300.000 (tiga ratus ribu rupiah).
  6. Keterlambatan kategori 6, badan usaha angkutan udara wajib mengalihkan ke penerbangan berikutnya atau mengembalikan seluruh biaya tiket (refund ticket).
  7. Keterlambatan pada kategori 2 sampai 5, penumpang dapat dialihkan ke penerbangan berikutnya atau mengembalikan seluruh biaya tiket (refund ticket).
Cara Menanggulangi Kecanduan Kopi

Kumparan – Apakah kamu merupakan seorang pecinta kopi? Jika ya, berapa jumlah kopi yang kamu konsumsi setiap hari?

Bagi sebagian orang, kecintaan terhadap kopi telah berubah jadi sebuah keterikatan. Banyak orang yang merasa kecanduan kopi.

Jika tak minum kopi sehari saja, rasanya tubuh langsung uring-uringan. Biasanya, orang yang kecanduan kopi akan merasakan gejala seperti sakit kepala, gelisah, suasan hati buruk, hingga sulit untuk fokus.

Lantas, apa yang menjadikan kopi sebagai sebuah minuman yang bikin kecanduan?

Adalah kafein, zat kimia yang jadi penyebabnya. Kandungan yang satu ini bisa kamu temukan di dalam tanaman kopi.

Kafein mampu menstimulasi saraf pusat yang ada dalam otak kamu. Dengan mengonsumsi kopi, kamu biasanya akan jadi lebih segar, waspada, berenergi, dan mampu berkonsentrasi dengan lebih baik. Disamping rasanya yang khas dan nikmat, inilah yang jadi alasan mengapa kopi begitu disukai oleh banyak orang.

Jika sudah terbiasa mengonsumsi banyak kopi setiap hari, otak manusia biasanya akan langsung beradaptasi dengan terjadinya perubahan gelombang pada otak. Sama layaknya obat, dosis kafein yang dibutuhkan oleh tubuh juga akan meningkat seiringnya waktu, alias kebal.

Jika kamu terbiasa mengonsumsi dua cangkir kopi setiap hari, bukannya tak mungkin bahwa dosis kopi tersebut akan terus meningkat. Secara perlahan, dosisnya bisa bertambah menjadi tiga, empat, hingga lima cangkir.

Kamu semua tentunya pernah mendengar ungkapan bahwa semua yang berlebihan itu tidaklah baik, bukan?
Seperti dilansir Hello Sehat, manusia sebaiknya tidak mengonsumsi lebih dari 200mg kafein atau dua cangkir kopi dalam sehari. Lantas jika terlanjur kecanduan, apa yang harus kamu lakukan untuk menguranginya?

Kamu bisa coba mengurangi jumlah kopi yang kamu konsumsi secara perlahan. Contoh sederhana, jika kamu biasa meneguk empat cangkir kopi setiap hari, coba untuk menguranginya jadi tiga cangkir saja.

Terus lakukan hal yang sama selama kurang lebih dua minggu. Jika berhasil, baru lanjut ke tahap berikutnya jadi dua cangkir sehari.

Kamu bisa terus mengurangi jumlah kopi hingga nol sama sekali. Jika kamu merasa kesulitan, mungkin bisa mengganti kecanduan tersebut dengan mengunyah permen karet rendah gula. Setidaknya, hal ini akan sedikit membantu mengalihkan perhatian.

Jika sukses membabat habis kecanduan terhadap kafein, apakah masih boleh mengonsumsi kopi?

Jawabannya adalah boleh. Semuanya tergantung dari pengendalian dan kontrol diri. Sebaiknya, kamu hanya mengonsumsi kopi pada saat membutuhkan saja. Selamat mencoba!

sumber: kumparan.com

Close
Please support the site
By clicking any of these buttons you help our site to get better