Menangani Luka Bakar Kategori Agak Parah

www.farmasi.asia – Merawat luka bakar memang membutuhkan kehati-hatian. Salah dalam hal penanganannya maka luka akan menjadi semakin parah. Luka yang parah karena salah dalam metode penangananya tentu akan membuat luka menjadi tidak cepat sembuh. Termasuk ketika anda salah dalam memilih jenis obat apakah yang cocok untuk menangai luka bakar yang anda alami. Luka yang diakibatkan terpapa suhu panas misalnya api memang cukup serius. Apalagi jika luka tersebut karena paparan zat kimia yang bersifat reaktif yang terjadi karena kecelakaan kerja. Jika itu terjadi maka anda perlu penanganan serius dengan cara membalut luka bakar dengan benar. Apabila anda salah dalam menangani luka bakar karena paparan zat kimia yang bersifat korosif maka luka tersebut akan menimbulkan infeksi serius.

Jika anda terkena luka bakar karena tidak sengaja terkena api ataupun tidak sengaja terkena paparan senyawa kimia yang sifatnya korosif, maka langkah pertama adalah jangan pernah gunakan obat-obatan rumahan seperti telur, mentega dan sejenisnya. Tujuannya adalah untuk menghindari infeksi pada luka menjadi lebih parah. Memang beredar banyak sekali informasi bahwa bahan-bahan tersebut efektif untuk mengurangi rasa sakit karena luka bakar. Namun sebenarnya bahan tersebut justru membuat infeksi semakin parah. Jika anda memilih lidah buaya sebenarnya masih bisa anda aplikasikan untuk kasus tertentu terutama untuk meredakan nyerinya.

Langkah pertolongan pertama luka bakar adalah dengan cara membalutnya. Membalut luka bakar juga tidak bisa sembarangan. Anda harus pastikan bahwa luka tersebut sudah dibersihkan dan diberi antibiotik. Kemudian lihatlah perkembangan dari luka bakar yang anda balut tersebut. Apakah menimbulkan rasa panas di badan dan juga luka yang mengeras akibat infeksi yang semakin parah. Jika benar itu yang anda alami maka luka bakar tersebut bisa dipastikan sudah semakin parah. Ada baiknya anda segera hubungi dokter untuk melakukan penanganan yang benar. Jangan lupa sebagai pertolongan pertama anda harus gunakan plester hansaplas untuk membalut luka. Sebab plester ini sudah dilengkapi dengan antibiotik yang aman untuk perawatan luka bakar.

Advertisements
Simak Informasi Mengenai Efek Obat dari Hipertensi

Farmasi.Asia – Tekanan darah tinggi atau yang dikenal sebagai hipertensi, telah mempengaruhi hampir sepertiga dari semua orang yang ada di Indonesia. Hipertensi ini dikarenakan terlalu banyaknya gaya yang diberikan oleh arteri pada saat darah dipompa. Hasil ini tidak hanya merusak pembuluh darah itu sendiri, tetapi juga organ lain yang dipaksa untuk menahan stres. Tekanan darah dinilai menggunakan dua parameter, yaitu tekanan sistolik dan diastolik yang mengukur, masing-masing tekanan maksimum yang diberikan di arteri sebagai kontrak jantung, dan tekanan minimum pada pembuluh darah tersebut antara kontraksi jantung.

Pada orang dewasa, tekanan darah dianggap normal jika angka atas (tekanan sistolik) antara 90 dan 120 dan angka bawah (diastolik) adalah antara 60 dan 80. Ada beberapa jenis obat hipertensi yang dapat untuk Anda jumpai di pasaran. Sedangkan efek obat dari hipertensiini pun juga dapat Anda ketahui pada beberapa ulasan yang ada di bawah berikut.

Berikut ini obat untuk hipertensi beserta efek samping yang akan Anda dapatkan, yaitu sebagai berikut ini:

  1. Diuretik
    Efek samping obat ini dapat meningkatkan buang air kecil yang mengurangi natrium dan cairan dalam tubuh.
  2. Torsemide atau Demadex.
    Salah satu efek samping obat ini adalah hilangnya kalium, yang dibawa keluar dari tubuh dalam urin bersama dengan natrium. Potassium diperlukan untuk gerakan otot yang tepat dan kekurangan mineral ini dapat menyebabkan kelelahan, kelemahan, kram kaki, dan bahkan masalah dengan jantung. Sering kali, pasien disarankan untuk mengambil obat dengan makanan yang kaya kalium, seperti jus jeruk atau pisang, atau mereka akan diberi resep suplemen kalium.

Banyak obat tekanan darah tinggi, yang dikenal sebagai antihipertensi, tersedia dengan resep untuk menurunkan tekanan darah tinggi (HBP atau hipertensi). Ada berbagai kelas obat tekanan darah tinggi dan mereka termasuk sejumlah obat yang berbeda. Namun sebelum Anda mengkonsumsi obat hipertensi, maka ada baiknya jika Anda juga mengetahui efek samping dari obat hipertensi yang nantinya akan Anda konsumsi. Jika Anda belum mengetahuinya, maka cari tahu terlebih dahulu atau konsultasikan pada dokter Anda.

Branded Events Technologies

Branded Events Technologies – Due to the current improvement of technology, the event organizer’s technology business has also increased by leap and bound. Current Events being held now are no longer just by randomly held and efforts. But the current events aided by the modern technologies can now be structured and organized in such a manner to avoid unwanted results of the event and therefore ensure the higher probability of the successful event.

One of the Asian Market Leading Event Organizer company, The PouchNation are using these kinds of modern technologies as well. The example for the modern technologies used in the event is the use of RFID bracelets which would allow not only the easier registration for the customer but also allow the sponsor to keep track of their guest movement and activities in the event. After the data have been extracted and compiled into readable information, then the sponsor would receive information report which contains the full activities and necessary compiled data from PouchNation. And through the report, the sponsor then would be able to measure the successful mileage of the event.

One of the popular technologies offered by the PouchNation is the cashless payment services in the venue. By using the bracelet which obtained by the guest attendee during the registration process, the guest would be able to purchase goods inside the venue. Because inside the event venue, there are no cash paper goods purchasing transactions allowed. The guest can only purchase the goods inside the venue through the bracelet and it can be top up inside the venue using either the NFC Phones with Pouch App Installed or the reloading booths inside the venue. The reloading booth accepts cash and credit card payments from the guest attendee. The bracelet or band not only can be used for the easy registration and payment gadget but also can be used as the crowd control gadget. Such as not permitting entry to certain restricted areas in the event venue.

Tata Cara Sertifikasi Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB)

Farmasi.Asia – Baru saja tim redaksi kami memperoleh Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2017 tentang Tata Cara Sertifikasi Cara Distribusi Obat yang Baik. Peraturan KaBPOM No.25 tahun 2017 ini ditetapkan pada tanggal 24 November 2017 oleh ibu Penny K. Lukito di Jakarta. Peraturan ini juga telah diundangkan pada tanggal yang sama oleh Bapak Widodo Ekatjahana selaku Direktur Jendral Peraturan Perundang-undangan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.

Terlampir PERKABPOM RI Nomor 25 Tahun 2017:

Jika ingin mengunduhnya, silakan mendownload file pdf Peraturan Kepala BPOM RI No25 tahun 2017 ini di sini: Tata Cara Sertifikasi CDOB 2017.

Silakan disebarkan, khususnya kepada rekan sejawat yang bertugas di Pedagang Besar Farmasi (PBF) di Indonesia.

Tidak lupa kami sampaikan, selamat berjuang untuk memperoleh sertifikat CDOB!

Berbagai Manfaat Dari jahe merah

Farmasi.Asia – Obat herbal adalah salah satu jenis obat yang masih banyak dijadikan pilihan oleh masyarakat di negara kita indonesia. Banyak faktor kenapa obat herbal masih menjadi salah satu jenis obat yang paling diminati dari mulai jenis obat yang terbuat dari bahan alami dan juga jenis obat tradisional racikan leluhur yang masih dilestarikan sampai saat ini karena manfaatnya yang sangat baik. Salah satu jenis herbal yang biasa dikonsumsi ialah herbal jahe merah yang dikenal dengan manfaatnya yang baik untuk kesehatan. Jahe merah termasuk rempah-rempah atau jenis obat herbal sehat dan paling lezat di dunia yang diperkaya dengan nutrisi dan senyawa bioaktif yang memiliki manfaat kuat bagi tubuh dan otak Anda.

Jahe merah adalah tanaman yang berasal dari China. Ini termasuk dalam keluarga yang terkait erat dengan kunyit, dan lengkuas. Pada bagian bawah batangnya merupakan bagian yang biasa digunakan sebagai bumbu atau dijadikan ramuan herbal. Jahe merah sudah lama digunakan oleh orang dan memiliki sejarah yang sangat panjang dalam berbagai bentuk pengobatan tradisional atau alternatif.Jahe MerahBiasanya jahe merah digunakan untuk membantu melancarkan pencernaan, mengurangi mual dan membantu melawan flu dan sebagainya. Jahe merah bisa kita olah dengan bentuk yang masih segar, kering, bubuk, bahkan sampai di jus, dan kadang ditambahkan ke olahan makanan dan kosmetik. Melihat berbagai macam yang bisa kita olah sebagai obat atau makanan, tanaman ini jelas sangat umum dan bisa kita temukan dimana saja. Aroma dan rasa unik dari jahe berasal dari minyak alami,yang bhisa kita sebut sebagai gingerol. Gingerol adalah senyawa bioaktif utama dalam jahe, yang bertanggung jawab atas sebagian besar sifat obatnya.

Herbal jahe merah juga sangat efektif melawan mual. Jahe juga bisa meringankan mual dan muntah setelah operasi, dan pada pasien kanker saat menjalani kemoterapi dan yang sangat efektif adalah mengatasi mual pada ibu hamil. Banyaknya manfaat dari jenis herbal jahe merah yang satu ini anda bisa memesannya melalui GoApotik.com. GoApotik adalah situs jual beli online atau apotik online yang menawarkan beragam produk kesehatan dari mulai obat-obatan, alat kesehatan dan lain sebagainya melalui internet.

Informasi Keamanan Hasil Analisis Laporan Efek Samping Obat (ESO) dari WHO untuk Ruxolitinib, Desloratadine/Loratadine, Ciprofloxacin-Enalapril dan Rosuvastatin-Ticagrelor

www.farmasi.asia – Sehubungan dengan adanya informasi keamanan obat terbaru yang diperoleh dari WHO UMC-Signal, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia menyampaikan informasi untuk tenaga kesehatan profesional sebagai upaya meningkatkan kehati-hatian dalam penggunaan obat di bawah ini untuk pasien.

Informasi keamanan ini merupakan hasil analisis laporan Efek Samping Obat (ESO) dari WHO Global Database, yakni:

  1. Ruxolitinib dan risiko neuropati perifer
  2. Desloratadine/Loratadine dan risiko peningkatan berat badan pada anak
  3. Interaksi Ciprofloxacin dan Enalapril mengakibatkan peningkatan risiko gangguan ginjal akut
  4. Interaksi Rosuvastatin dan Ticagrelor mengakibatkan risiko Rhabdomyolysis

Informasi di atas agar dapat menjadi perhatian profesional kesehatan khususnya Dokter dan Apoteker.

Terlampir surat resmi dari BPOM untuk disebarluaskan kepada anggota IDI dan IAI.

Surat Informasi Keamanan 19 Oktober 2017
Klik di sini untuk memperbesar gambar.
Penguatan Signal Interaksi Obat Ciprofloxacin dan Enalapril
Klik di sini untuk memperbesar gambar.
Penguatan Signal Interaksi Obat Ciprofloxacin dan Enalapril Lanjutan
Klik di sini untuk memperbesar gambar.
Laporan WHO Mengkonfirmasikan Jika Dunia Kehabisan Opsi Antibiotik

Farmasi.Asia – Dalam sebuah laporan “Antibacterial agents in clinical development – an analysis of the antibacterial clinical development pipeline, including tuberculosis“, yang diluncurkan 20 September 2017 lalu oleh World Health Organisation (WHO, Organisasi Kesehatan Dunia) menunjukkan kurangnya antibiotik baru yang sedang dikembangkan untuk memerangi ancaman resistensi antimikroba yang semakin meningkat.

Sebagian besar obat yang ada saat ini dan sering digunakan adalah hasil dari modifikasi golongan antibiotik yang ada dan hanya solusi jangka pendek. Dalam laporan juga dikatakan sangat sedikit opsi atau pilihan pengobatan yang potensial untuk memerangi infeksi akibat resistensi antibiotik. Inilah yang kemudian diidentifikasi oleh WHO sebagai ancaman terbesar bagi kesehatan, termasuk resistensi TB (Tuberculosis) yang menjadi penyebab kematian sekitar 250.000 orang setiap tahunnya.

“Resistensi antimikroba adalah keadaan darurat kesehatan global yang secara serius akan membahayakan kemajuan pengobatan modern. Ada kebutuhan mendesak untuk lebih banyak investasi dalam penelitian dan pengembangan untuk infeksi resisten antibiotik termasuk TB, jika tidak, kita akan dipaksa kembali ke waktu ketika orang-orang takut akan infeksi umum dan mempertaruhkan nyawa mereka dari operasi kecil.” kata Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal WHO.

Selain TB yang resisten terhadap berbagai jenis obat, WHO telah mengidentifikasi 12 kelas patogen prioritas – beberapa di antaranya menyebabkan infeksi umum seperti pneumonia atau infeksi saluran kemih – yang semakin resisten terhadap antibiotik yang ada dan sangat membutuhkan perawatan baru.

Laporan ini mengidentifikasi 51 antibiotik dan biologis baru dalam pengembangan klinis untuk mengobati patogen resisten antibiotik yang disarankan, serta tuberkulosis dan infeksi diare Clostridium yang kadang-kadang mematikan.

Di antara semua obat yang menjadi kandidat antibiotik baru, bagaimanapun, hanya 8 yang digolongkan oleh WHO sebagai perawatan inovatif yang akan memberi nilai tambah pada gudang pengobatan antibiotik saat ini.

Sedikitnya pilihan pengobatan untuk TB M. tuberculosis dan patogen gram negatif, termasuk Acinetobacter dan Enterobacteriaceae (seperti Klebsiella dan E.coli) yang dapat menyebabkan infeksi parah dan sering mematikan yang menimbulkan infeksi tertentu menjadi ancaman di rumah sakit atau sarana kesehatan lain. Sangat sedikitnya antibiotik oral dalam langkah pengobatan yang efektif juga turut memperparah keadaan akibat resistensi antibiotik ini.

“Perusahaan farmasi dan peneliti harus segera fokus pada antibiotik baru terhadap beberapa jenis infeksi serius yang dapat membunuh pasien dalam hitungan hari karena kita tidak memiliki garis pertahanan,” kata Dr Suzanne Hill, Direktur Departemen Obat-obatan Esensial WHO.

Untuk mengatasi ancaman ini, WHO dan DNDi (Drugs for Neglected Diseases Initiative) membentuk Kemitraan Riset dan Pengembangan Antibiotik Global (dikenal sebagai GARDP). Pada tanggal 4 September 2017, Jerman, Luksemburg, Belanda, Afrika Selatan, Swiss dan Inggris Raya dan Irlandia Utara dan Wellcome Trust menjanjikan lebih dari 56 juta Euro untuk proyek ini.

“Penelitian untuk tuberkulosis sangat kekurangan dana, dengan hanya dua antibiotik baru untuk pengobatan TB yang resistan terhadap obat yang telah sampai di pasaran selama lebih dari 70 tahun. Jika kita ingin mengakhiri tuberkulosis, lebih dari US $ 800 juta per tahun sangat dibutuhkan untuk mendanai penelitian obat antituberkulosis baru” kata Dr Mario Raviglione, Direktur Program Tuberkulosis Global WHO.

Pengobatan terkini saja, bagaimanapun, tidak akan cukup untuk melawan ancaman resistensi antimikroba. WHO bekerja sama dengan negara dan mitra untuk memperbaiki pencegahan dan pengendalian infeksi dan untuk mendorong penggunaan antibiotik yang ada dengan tepat. WHO juga mengembangkan panduan untuk penggunaan antibiotik yang bertanggung jawab di sektor manusia, hewan dan pertanian.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa mendownload laporan berikut:

Bagaimanapun, sudah menjadi salah satu tugas kita yang seorang Farmasis untuk turut serta berkontribusi agar obat-obatan jenis antibiotik ini digunakan dengan semestinya dan diberikan edukasi secara berkesinambungan terhadap masyarakat.

Penjelasan BPOM terkait Pemberitahuan Pemeriksaan Produk ILEGAL oleh Tim Gabungan

Farmasi.Asia – Sehubungan informasi yang marak beredar di media sosial tentang pelaksanaan pemeriksaan produk tanpa nomor registrasi Badan POM (BPOM) oleh Tim Gabungan Badan POM, Kepolisian, BNN dan Kehakiman di seluruh Indonesia mulai 2 Oktober 2017 selama 3 minggu, BPOM menegaskan bahwa BPOM TIDAK PERNAH mengeluarkan pemberitahuan tersebut.

Sebagai lembaga yang berwenang melakukan pengawasan obat dan makanan, Badan POM, baik secara rutin maupun melalui operasi khusus, melakukan pengawasan di sarana produksi dan distribusi, pengambilan sampel, pengujian laboratorium, dan penegakan hukum terhadap sarana produksi dan distribusi yang terbukti melakukan pelanggaran.

Dalam hal pegawai Badan POM melakukan tugas pengawasan tanpa dilengkapi tanda pengenal, surat tugas dan tujuan pengawasan, maka pemilik sarana dapat menolak kehadiran pegawai Badan POM tersebut.

Pimpinan Perusahaan/Pelaku Usaha berkewajiban untuk memberikan jaminan keamanan, manfaat, dan mutu produk obat dan makanan yang diproduksi/ didistribusikan, karena kesehatan masyarakat adalah tanggung jawab kita bersama.

Jakarta, 19 September 2017

Kepala Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat
Badan Pengawas Obat dan Makanan – RI

Sumber: http://www.pom.go.id/mobile/index.php/view/klarifikasi/62/PENJELASAN-BADAN-POM–TERKAIT–PEMBERITAHUAN-PEMERIKSAAN-PRODUK-ILEGAL-OLEH-TIM-GABUNGAN.html

Penjelasan BPOM tentang Penyalahgunaan Obat Jenis PCC

Farmasi.Asia – Sehubungan pemberitaan di berbagai media massa termasuk media sosial baru-baru ini terkait penyalahgunaan obat bertuliskan PCC yang beredar di Kendari, Sulawesi Tenggara hingga menyebabkan 1 (satu) orang meninggal dunia dan 42 orang lainnya harus dirawat di beberapa Rumah Sakit di Kendari, Badan POM memberikan penjelasan sebagai berikut:

  • Kasus ini tengah ditangani oleh pihak Kepolisian RI bersama Badan POM guna mengungkap pelaku peredaran obat tersebut serta jaringannya. Badan POM dalam hal ini berperan aktif memberikan bantuan ahli serta uji laboratorium dalam penanganan kasus tersebut.
  • Badan POM secara serentak telah menurunkan Tim untuk menelusuri kasus ini lebih lanjut dan melakukan investigasi apakah ada produk lain yang dikonsumsi oleh korban.
  • Hasil uji laboratorium terhadap tablet PCC  menunjukkan positif mengandung Karisoprodol.
  • Karisoprodol digolongkan sebagai obat keras. Mengingat dampak penyalahgunaannya lebih besar daripada efek terapinya, seluruh obat yang mengandung Karisoprodol dibatalkan izin edarnya pada tahun 2013.
  • Obat yang mengandung zat aktif Karisoprodol memiliki efek farmakologis sebagai relaksan otot namun hanya berlangsung singkat, dan di dalam tubuh akan segera dimetabolisme menjadi metabolit berupa senyawa Meprobamat yang menimbulkan efek menenangkan (sedatif).
  • Penyalahgunaan Karisoprodol digunakan untuk menambah rasa percaya diri, sebagai obat penambah stamina, bahkan juga digunakan oleh pekerja seks komersial sebagai “obat kuat”.
  • Badan POM sedang dan terus mengefektifkan dan mengembangkan Operasi Terpadu Pemberantasan Obat-Obat Tertentu yang sering disalahgunakan dan memastikan tidak ada bahan baku dan produk jadi Karisoprodol di sarana produksi dan sarana distribusi di seluruh Indonesia.

Untuk menghindari penyalahgunaan obat maupun peredaran obat ilegal, diperlukan peran aktif seluruh komponen bangsa baik instansi pemerintah, pelaku usaha, maupun masyarakat. Badan POM bersama Kepolisian dan BNN serta instansi terkait lainnya telah sepakat untuk berkomitmen membentuk suatu tim Aksi Nasional Pemberantasan Penyalahgunaan Obat yang akan bekerja tidak hanya pada aspek penindakan, namun juga pada aspek pencegahan penyalahgunaan obat. Pencanangan aksi tersebut direncanakan pada tanggal 4 Oktober 2017.

Mari menjadi konsumen cerdas dengan selalu ingat “Cek KLIK”. Pastikan Kemasan dalam kondisi baik, baca informasi produk pada Labelnya, pastikan memiliki Izin edar Badan POM, dan pastikan tidak melebihi masa Kedaluwarsa.

Badan POM tetap memantau dan menindaklanjuti pemberitaan ini. Jika masyarakat memerlukan informasi lebih lanjut dapat menghubungi contact center HALO BPOM di nomor telepon 1-500-533 atau sms 0-8121-9999-533 atau email halobpom@pom.go.id atau Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) di seluruh Indonesia.

sumber: http://www.pom.go.id/new/view/more/klarifikasi/61/PENJELASAN-BADAN-POM-TENTANG-PENYALAHGUNAAN-OBAT-JENIS-PCC.html

Mie Instan Berbahaya? Ini Kata BPOM RI

Farmasi.Asia – Merebaknya isu terkait bahaya mengkonsumsi mie instan ini sudah lama beredar di masyarakat. Berbagai macam judul dan isi yang disebar baik melalui broadcast BBM, WhatsApp, SMS sampai ke laman Facebook kemudian dishare ribuan (bahkan ratusan ribu orang). Hal ini jelas membuat ragu “penikmat” mi instan; apalagi jenis makanan ini merupakan “idola” para mahasiswa (seperti saya dulu) di akhir bulan atau ketika pesangon mulai menipis ;D

Padahal, Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) sudah memberikan penjelasan terkait isu bahayanya mengkonsumsi mie instan tahun 2015 silam. Jadi, untuk menyegarkan ingatan mengenai hal tersebut, kami ingin mempublikasi ulang agar asumsi masyarakat tidak keliru terhadap mi instan.

Penjelasan BPOM tentang Adanya Kabar Bahaya Mengkonsumsi Mie Instan

  1. Komposisi bahan yang katanya berbahaya itu adalah:


    a. Monosodium Glutamat (MSG). MSG merupakan penguat rasa yang mempunyai ADI (Acceptable Daily Intake) not specified, yang jika dijabarkan memiliki maksud: saat dimakan dalam jumlah yang wajar, maka tidak akan menyebabkan bahaya kesehatan kepada si pemakan. Akan tetapi, jika ada yang sensitif atau alergi terhadap MSG, tentu semua makanan yang mengandung MSG harus dihindari; tidak hanya mie instan.

    b. Metil Paraben (Methyl p-Hydroxybenzoate) merupakan pengawet makanan yang diperbolehkan digunakan pada produk makanan dengan jumlah atau kuantiti tertentu. Methyl p-Hydroxybenzoate ini umumnya dipakai untuk mengawetkan kecap yang menjadi pelengkap bumbu pada mie instan jenis tertentu (mie goreng atau yang menggunakan kecap sebagai tambahannya). Bahkan, ada negara seperti halnya Taiwan yang tidak mengatur jumlah atau kuantiti penggunaan Methyl p-Hydroxybenzoate pada mie instan. Meski demikian, regulasi di Indonesia mengatur kadar pengawet ini. Selain Methyl p-Hydroxybenzoate, terdapat jenis pengawet lain yang ditentukan batas maksimalnya yakni: butil paraben, etil paraben, isobutyl paraben, isopropil paraben, hingga propil paraben.
  2. Hingga saat ini, belum ditemukan bukti secara ilmiah jika 2 bahan di atas membahayakan bagi kesehatan liver atau usus atau bahkan penyebab sakit maag.
  3. Maka dari itu, masyarakat tidak perlu takut atau resah serta meragukan safety mie instan yang dijual di pasaran Indonesia.
  4. Jika ingin informasi lebih lanjut terkait hal ini, bisa menelpon HALO BPOM di nomor 1500533 atau via SMS ke nomor 081219999533 juga email halobpom@pom.go.id. Bisa juga datang ke ULPK (Unit Layanan Pengaduan Konsumen) di Balai Besar/Balai POM terdekat di kota Anda.

Akhir kata, konsumsilah mie instan dengan bijak. Segala sesuatu yang berlebihan, tentu tidak baik.

sumber: http://www.pom.go.id/new/view/more/klarifikasi/27/Bahaya-Mi-Instan.html

Close
Please support the site
By clicking any of these buttons you help our site to get better