GeMa CerMat dan Penggunaan Obat di Bulan Puasa di CFD Baubau

Farmasi.Asia – Angin barat telah berlalu, gulungan obat besar telah menjinak, nelayan-nelayan pesisir bergembira, ini menandakan bahwa musim memancing telah tiba. Inilah kota Baubau.

Kegembiraan itu juga dirasakan kami Ts Apoteker PC IAI Baubau, dengan mensosialisasikan GeMaCerMat, Penggunaan Obat di Bulan Puasa dan Penggunaan Antibiotik di salah satu Boulevard dipesisir pantai Baubau.

***

Sebagai Master Agent of Change, dalam hati, sedikit malu melihat ts MAOC lain telah berbuat banyak sepulang dari Jakarta. Sedang kami belum berbuat apa-apa.

Masih terngiang-ngiang dalam hati sanubari 6 fakta integritas MAOC:

  1. Menjadi Tim Pembina, sebagai penggerak utama Program GeMaCerMat dan AoC ditingkat pusat dan daerah
  2. Melakukan pengumpulan data dan dokumentasi terkait GemaMermat di daerah
  3. Melakukan sosialisasi dan advokasi bersama lintas program dan lintas sektor terkait gema cermat di daerah
  4. Melakukan sosialisasi dan advokasi dengan tenaga kesehatan lintas profesi terkait GeMaCerMat
  5. Melakukan komunikasi, penyebaran informasi dan edukasi terkait GeMaCerMat melalui media
  6. Melakukan edukasi dan pemberdayaan masyarakat terkait GeMaCerMat di daerah

Namun dalam kesunyian itu, ada bagian tersembunyi, kami sedang mempersiapkan dan menggaungkan GeMaCerMat dan Program2 Apoteker lainnya dalam skala yang lebih luas.

Kami melakukan konsolidasi kepada semua Ts apoteker untuk membuat Rapat Kerja Cabang PC IAI Baubau tahun 2018. Menyatukan Ts yang bekerja diberbagai sarana kefarmasian dan dengan kesibukan masing-masing, namun tidak semudah yang dibayangkan. Apalagi PC IAI Baubau, terbentuk dari Ts Apoteker yang berada dalam kabupaten berbeda, yakni Ts Apoteker dari Kota Baubau, Kabupaten Buton, Kabupaten Buton Tengah, dan Kabupaten Buton Selatan. Dari sisi geografis ts akan bersusah payah biar sampe di Baubau, karena harus melewati perjalanan jauh dan menyeberangi lautan.

Kami mampu mengumpulkan Ts Apoteker itu, Ts tidak akan gampang datang kalau hanya ajakan begitu saja. Banyak WAG sunyi karena susahnya mengajak ts untuk membuat kegiatan. Apa yang kami lakukan mula-mula adalah menciptakan Visi Bersama. Bahwa apoteker harus maju, berpraktek secara profesional tanpa perlu takut terjebak dalam pelanggaran hukum karena Serkom dan STRA telah kadaluarsa. Resertifikasi dan Pengurusan STRA adalah tantangan yang harus dihadapi.

Oleh karena itu, kami meyakinkan ts semua bahwa hanya dengan membuat program-program dan kegiatan oleh PC IAI Baubau. Kebutuhan SKP (Satuan Kredit Partisipatif) bisa kita peroleh dengan Gratis dan menekan biaya kalau melaukan OSCE. Untuk pergi ujian OSCE di Jawa meski menghabiskan uang 10 Juta lebih, di Makassar 6-7 Juta. Tantangan lain adalah perubahan arah kebijakan kesehatan dari konvensional ke arah Teknologi Informasi, Pelanggaran Hukum, dan BPJS.

RAKERCAB IAI BAUBAU

Dari advokasi yang dilakukan itu. Bersama-sama kami berkomitmen memasukkan program-program yang akan dilaksanakan oleh PC IAI Baubau. Dengan begitu Sosialisasi GeMaCerMat akan terus mengaung selama organisasi PC IAI Baubau eksis.

Program-progamran itu adalah

  1. Apoteker Mengajar, pembekalan Tim Apoteker Mengajar, Dagusibu, GeMaCerMat yang nantinya akan melakukan sosialisasi di seluruh sekolah-sekolah kota baubau dan Kabupaten lain
  2. Ramadhan Bersama Apoteker, berbagi takjil, dirangkaikan dengan pembagian brosur/leaflet dan sosialisasi GeMaCerMat dan Dagusibu.
  3. Baksos Apoteker, senam sehat, bekerjasama dengan tenaga kesehatan lain (IDI, PAFI, IBI, PPNI) didalamnya juga aga kegiatan sosialisasi GeMaCerMat dan Dagusibu.

***

Setelah persiapan Seminggu, Maka 13 Mei 2018, Pagi Hari setelah shalat subuh kami pergi mempersiapkan segala sesuatunya di kotamara. (Spanduk, Stand Banner, Meja, Kursi, Pendaftaran dan Alat dan Bahar Pemeriksaan Darah). Pada kesempatan ini kami kami bagi menjadi 4 kelompok untuk jalan kaki membagikan brosur dan leaflet tentang Tanya Lima O, Penggunaan Obat di Bulan Puasa dan Penggunaan Antibiotik.

Sosialisasi Tata Cara Minum Obat yang Baik dan Benar di Bulan Puasa Ramadan

Penggunaan Obat dibulan puasa adalah menggunakan obat sesuai dengan indikasi, dosis waktu pemberian dan cara pemberian serta menghindari efek samping obat tanpa takut kehilangan pahala berpuasa dan tetap menjalankan ibadah Ramdhan.

Penggunaan Obat 1 x 1 sehari tidak jadi masalah karena obat diminum memilih apakah diminum pada saat sahur atau berbuka puasa. Penggunaan obat 2 x 1 sehari obat diminum pada saat sahur dan berbuka puasa. Untuk Obat-bat 3 x 1 atau 4 x 1, sebaginya dikonsultasikan dengan meminta pertimbangan dokter dan apoteker agar mengganti obat dengan sediaan lepas lambat atau obat dalam golongan yang sama. Namum apabila tetap meminum obat denga aturan 3 x 1 maka, obat dibagi dalam tiga waktu diinterval dari saat berbuka sampai sahur. Begitupula dengan penggunaan obat sebelum, bersama dan sesudah makan. Diminum disaat sahur dan berbuka puasa.

Ada banyak sediaan obat yang tidak membatalkan puasa, menurut kesepakatan ulama yakni, salep, krim suppo, sublingual (diselipkan dibawah lidah), tetes mata, tetes telinga, obat kumur asal tidak ditelan, obat injeksi, intra vena, intra muskular. Kecuali intravena berupa nutrisi makanan. Sedang pasien dengan penyakit kronik terntentu misalnya Hipertensi, Diabetes, Asma dan Epilepsi dimana penggunaan obat yang terus menerus. Perlu pemantauan yang lebih ketat. Dalam dalam kondisi tentetu akut lebih baik membatalkan puasanya ketimbang meperparah kondisi sakitnya.

Berjalanlah kami mengitasi kotamara, menemui masyarakat yang sedang, senam, duduk, berjalan. Dan menjelaskan brosur dan leflet yang kami bagikan. Banyak hal-hal unik yang kami dapat dari berinteraksi dengan masyarakat. Karena kami dianggapnya sales bertautan dengan pengalaman mereka, biasanya yang membagi brosur adalah sales. Maka kami sempat ditanya “di mana Kantor nya Pak”. “Maaf tidak punya waktu”. Di kesempatan lain, mendengarkan dengan antusian dan bertanya banyak hal tentang penggunaan obat dibulan puasa. Ada rasa bahagia tersendiri ketika mendapat masyarakat senyum paham dengan informasi yang kami berikan.

Terakhir, Marhabaan Ya Ramadhaan, mari menyambut Bulan Penuh Berkah ini dengan Saling Memaafkan Bila Ada Kesahalan. Dan Semoga Kita masuk Dalam Hambaya yang selalu Bersyukur dan Bahagia ketika Pintu Taubat terbuka lebar didepan kita.

Advertisements
Apoteker AoC (Agent of Change) Merangkak Membangun Negeri

Farmasi.Asia – Pelantikan sudah dilaksanakan, ikrar suci sudah diucapkan, selanjutnya berbakti untuk negeri mejadi kewajiban. Tiga puluh sejawat Apoteker AoC Baubau telah dikukuhkan disaksikan oleh Perwakilan Kementerian Kesehatan, Walikota Baubau, Kepala dinas Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi dan segenap tamu undangan dari semua stakeholder. Baik itu organisasi di dalam pemerintahan dan di luar pemerintahan. Yang turut hadir pada hari itu adalah perwakilan dari Organisasi Profesi (IDI, IBI, PPNI, Persakmi, PAFI), Ibu-ibu Dharma wanita, PKK, Puskesmas, Kader posyandu, UKS, Pramuka, Jurnalis dan blogger.

Tersirat pesan agung bahwa di bawah tangan-tangan rapuh kalian, kami amanatkan tugas untuk mencerdaskan masyarakat tentang penggunaan obat rasional.

Dalam dua hari pelatihan, Apoteker AoC digembleng sedemikian rupa. Guna siap melaksanakan tugas dalam berbagai medan dan situasi lapangan. Secara logika, waktunya kurang cukup. Tapi niat yang kuat dalam hati, serta pengalaman yang telah dilakukan dipelayanan, sudah dapat meningkatkan kepercayaan teman-teman Apoteker AoC.

Dalam dua hari pelatihan itu, para penyaji materi, menerangkan teori dan praktek. Bagaimana pengobatan rasional dan resistensi antibiotika. Dan melatih berbagai metode intervensi, dan yang paling populer sekarang ini adalah metode CBIA (Cara Belajar Insan Aktif) yang mana setiap masayarakat berperat aktif dalam memilih, memperoleh, memilah, mengetahui, dan mendiskusikan segala informasi tentang obat-obatan dalam menyembuhkan sakitnya.

Apoteker AoC

Metode CBIA ini cukup efektif, meningkatkan minat peserta, terlilhat pada sesi simulasi, masing-masing kelompok mempresentasikan hasil temuan dan diskusinya. Beberapa perwakilan dalam penutupnya dengan lantang mengatakan.

Kami ibu-ibu PKK akan melaksanakan CBIA ini tiap bulan, kami akan keliling dari kelurahan ke keluarahan

Selain penyataan langsung. Perwalilan peserta di organisasi yang lain, juga telah merencanakan akan melaksanan Sosialisasi Gema Cermat ini di tempat mereka, melalui lembar isian rencana tindak lanjut dari kegiatan sosialisasi ini. Hal ini berarti Apoteker AoC sudah harus siap kapan saja diminta untuk menjadi narasumber mengisi sosialisasi Gema Cermat.

***

Baubau, 14 Desember 2017, di Puskesmas Wolio, kota Buabau, Sulawesi Tenggara, untuk pertama kalinya Apoteker AoC diundang sebagai narasumber untuk mensosialisasikan GemaCermat, kegiatan ini terselenggara atas inisiatif PKM, dengan alur, mereka meminta langsung di Dinkes, dan Dinkes menugaskan dan menunjuk sejumlah AoC untuk menghadiri dan mengisi kegiatan itu. Ada dua cara mengundang Apoteker AoC untuk menjadi narasumber, melalui dinas kesehatan atau permintaan langsung kepada masing-masing AoC sendiri. Dihadiri 50 orang peserta, dari perwakilan Polri, TNI, Kader Posyandu, Pembina UKS, masyarakat disekitar puskesmas.

Alhamdulillah, sebagai pembuka, saya ditunjuk mewakili Apoteker AoC sebagai narasumber. Menghadapi masyarakat dengan berbagai latarbelakang, sudah wajib memerpsiapkan diri jauh-jauh hari. Tibalah saatnya berhadapan langsung dengan mereka.

Apoteker Agent of Change Azanuddin

Gema Cermat (Gerakan Cerdas Menggunakan Obat) merupakan satu bagian dari Germas (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) adalah program pemerintah yang terinspirasi dari Nawa cita Presiden Jokowi, mewujudkan Indonesia Sehat.

Gema Cermat adalah upaya bersama, dalam arti meihatkan seluruh komponen dalam masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan kesadaran, pemahaman dengan tujuan adanya keterampilan dan mengubah perilaku dalam menggunakan obat yang baik dan benar.

Problematika masyarakat hari ini dalam lingkup obat-obatan sangat banyak, dari data Riskesdas tahun 2013. Sebanyak 35,2% masyarakat menyimpan obat-obatan di rumah. Degan rincian 35,7% obat keras, 82% obat bebas, 27,8% antibiotik, 15,7% obat tradisional, 6,4% obat tak teridentifikasi.

Data ini ditopang pula oleh masih banyaknya masyarakat yang misinformasi dari obat resep, obat generik dianggap obat yang murah dan kurang berkhasiat ketimbang obat paten, ketidakpatuhan dalam meminum obat apalagi obat dalam jumlah yang banyak dan durasi yang lama dan pembelian antibiotik yang bebas, dan berpotensi terjadi resistensi obat.

Salah satu metode yang dikembangkan oleh teman-teman kemenkes selain CBIA adalah Tanya Lima O. Adalah suatu teknik mendapatkan informasi yang mudah diingat tentang obat-obatan yang kita gunakan. Karena teknik ini melibatkan jari-jari kita dimulai dari Ibu Jari, Jari Telunjuk, Jari Tengah, Jari Manis dan Jari Kelingking.

O yang pertama, menggunakan ibu jari. Menjawab pertanyaan Obat ini apa zat aktif dan kandungannya.

Pada bagian ini masyarakat diajarkan bagaimana mengetahui kandungan obat atau bahan aktif yang ada dalam suatu kemasan. Setiap obat yang sama kandungan bahan aktif nya adalah sama juga dalam khasiat, kemanan dan mutunya. Disini BPOM (Badan Pengawasan Obat dan Makanan) paling berperan aktif. Dia harus dengan yakin bahwa obat-obat yang beredar di pasaran telah memenuhi standar kemanan, khasiat dan mutu. Biasanya dalam memastikan itu, BPOM meminta sertifikat CPOB, Sertifikat ISO, beserta bukti-bukti uji Praklinik dan Klinik dari suatu pruduk obat yang didaftarkan. Untuk masyarakat dengan adanya nomor registrai yang dikeluarkan oleh BPOM mendandakan bahwa produk itu sah untuk dikonsumsi.

Oleh karena itu, untuk memahami nya, masyarakat harus bisa membedakan apa itu obat paten, obat bermerek dan obat generik. Obat paten adalah obat yang masih dalam masa paten biasaya 20 tahun lebih. Diproduksi oleh pabrik penemunya. Dan harga untuk satu obat sangat mahal dengan hitungan mengembalikan modal untuk satu pruduk diteliti sampai dipasarkan manghaiskan waktu 12 Tahun dengan biaya 8 T.

Obat merek dagang (branded) adalah obat sudah selesai masa paten, atau dikenal dengan me too pruduk. Obat itu relatif lebih mahal dibanding generik, karena disamping biaya formulasi, seperti penambahan salut agar tidak mengiritasi lambung, bahan tambahan lepas lambat agar pemakaian lebih praktis, obat yang tiga kali diminum menjadi satu kali diminum sehari. Dan tidak kalah penting adalah biaya marketing dan dimasukan dalam komponen harga obat.

Obat generik adalah obat dengan nama sesuai dengan nama kandungan dan zat aktifnya. Obat ini murah dan terjangkau namun sudah dijamin keamanan, khasiat dan mutunya.

O yang kedua, menggunakan jari telunjuk, menjawab pertanyaan Obat ini apa Kahasiat dan Indikasi nya.

Setiap obat atau bahan aktif mempunyai khasiat dan indikasi masing-masing. Kadang dalam satu macam obat terdapat indikasi yang lebih dari satu. Misalkan paracetamol, berkhasiat sebagai antipiretik (demam), analgetik (anti nyeri), dan anti inflamasi (antiradang). Biasanya kita acapkali menemukan pemahaman yang salah dimasayarakat, karena nyeri pada bagiang tubuhnya diberikanlah paracetamol. Ia menolak karena sepengetahuannya paracetamol hanya untuk demam. Padahal tidak demikian.

Terkait bahan aktif ini pula perlu kehati-hatian, karena beberapa obat sangat berpengaruh pada pasien dengan kondisi khusus, seperti bayi, orang tua, ibuhamil dan menyusui. Misalnya obat-obatan yang berbahaya diminum oleh ibu hamil, utamanya pada 12 minggu atau trisemester pertama. Pada masa ini terjadi pembentukan organ-organ vital tubuh, otan, jantung, paru-paru, ginjal. Hati, kepala, kaki dan tangan. Beberapa obat antipsikosis, benzodiasepim, antikonvulsan, anti hipertensi (beta bloker, ACE I), NSAID dsb. Berefek teratogenik atau perubahan struktur pada bayi.

O yang ketiga, menggunakan jari tengah, menjawab pertanyaan obat ini berapa dosisnya.

Masyarakat awam dalam hal memilih dan mendapatkan obat utamanya obat-obat OTC (Over the counter) masih belum bisa membedakan obat dengan kandungan sama, khasiat nya sama sata. Misalnya obat-obat lambung (P***g, M****ta). Untuk menyembuhkan nyeri (M***L, A***C). Yang mengakibatkan kemungkinan meminum bersamaan obat-obat tersebut. Bila tidak diperhatikan dengan baik, masalah ini akan terjadi Over Dosis obat, berakibat fatal, keracunan bahkan mengancam jiwa.

Apakan menjadi masalah pula bila, meminum obat-obat dalam indek terapi sempit atau dengan kenaikan dosis yang sedikit saja akan mengakibatkan efek buruk pada tubuh. Demikian pula dengan bayi, anak, orang tua, ibu hamil dan menyusui, pasien dengan masalah hati dan ginjal. Dosis obat sangat berpengaruh pada kesembuhannya.

O yang ke empat, menggunakan jari manis, menjawab pertanyaan obat ini bagaimana aturan pemakaiannya.

Selama ini masyarakat menganggap bahwa meminum obat 3 x 1 hanyalah diminum pagi, sore dan malam. Anggapan ini tidak tepat secara ilmu farmakologi (obat-obatan). Yang benar adalah sehati, 24 jam dibagi dalam 3 waktu. Berarti tiap 8 jam sekali. Begitupun dengan aturan 2 x 1 dan 1 x 1. Tiap delapan jam itu berarti bahwa, sebelum obatnya pertama diminum habis maka obat yang diminum selanjutnya akan mengisi atau menyambung efek yang menyembuhkan. Dikhawatirkan bila obat diminum dalam waktu yang berdekatan, obat akan beresiko menjadi racun. Dan bila diminum dengan jarak waktu yang jauh obat, kadar obat dalam tubuh aka habis. Dimana untuk menyembuhkan suatu penyakit kadar obat dalam tubuh harus berkesinanmbungan atau tidak boleh putuh.

Selain itu, ada obat-obat yang digunakan berdasarkan bentuk sediaanya (tablet, kapsul, sirup, suppo, ovula, tablet sublingual, dsb). Ada pula yang diminum sebelum makan (obat-obat lambung). Pada saat makan (obat antidiabet), pada malam hari (kolesterol, laksatif), pagi (diuretik) dsb.

O yang kelima, menggunakan jari kelingking, menjawab pertanyaan obat ini apa efek sampingnya.

Setiap obat meski mempunyai efek samping baik itu merugikan ataupun tidak merugikan. Ada yang dikehendari dan ada yang tidak dikehendaki. Beberapa dengan mengetahui efek sampingnya maka akan meningkatkan kepatuhan pasien dalam meminum obat. Misalnya obat diuretik, pasien yang meminum obat diuretik, maka akan sering buang air kecil. Maka dari itu jarang heran bila setelah meminum obat ini, akan sering buang air. Obat Rimfampisin, akan menyebabkan air seni berwarna merah. Obat laksatif akan sering BAB. Captopril dapat menyebabkan batuk.

Beberapa efek samping juga merugikan seperti, antibiotik, obat-obat lambung, hipersensitivitas (alergi). Misalnya diare, mual, muntah, ruam kulit, keringan, gatal. Bila meminum obat terjadi realsi seperti ini dan mengganggu aktifitas kentimbang menyembuhkan penyakit maka segera hentikan penggunaan obat tersebut.

Dengan penjelasan seperti yang diuraikan di atas, menjadi benarlah bahwa tanyakanlah kepada apoteker dan dokter anda tentang obat-obat yang kita gunakan. harapannya timbul kesadaran, keterampilan dan perilaku masyarakat cerdas gunakan obat.

Penjelasan BPOM terkait Pemberitahuan Pemeriksaan Produk ILEGAL oleh Tim Gabungan

Farmasi.Asia – Sehubungan informasi yang marak beredar di media sosial tentang pelaksanaan pemeriksaan produk tanpa nomor registrasi Badan POM (BPOM) oleh Tim Gabungan Badan POM, Kepolisian, BNN dan Kehakiman di seluruh Indonesia mulai 2 Oktober 2017 selama 3 minggu, BPOM menegaskan bahwa BPOM TIDAK PERNAH mengeluarkan pemberitahuan tersebut.

Sebagai lembaga yang berwenang melakukan pengawasan obat dan makanan, Badan POM, baik secara rutin maupun melalui operasi khusus, melakukan pengawasan di sarana produksi dan distribusi, pengambilan sampel, pengujian laboratorium, dan penegakan hukum terhadap sarana produksi dan distribusi yang terbukti melakukan pelanggaran.

Dalam hal pegawai Badan POM melakukan tugas pengawasan tanpa dilengkapi tanda pengenal, surat tugas dan tujuan pengawasan, maka pemilik sarana dapat menolak kehadiran pegawai Badan POM tersebut.

Pimpinan Perusahaan/Pelaku Usaha berkewajiban untuk memberikan jaminan keamanan, manfaat, dan mutu produk obat dan makanan yang diproduksi/ didistribusikan, karena kesehatan masyarakat adalah tanggung jawab kita bersama.

Jakarta, 19 September 2017

Kepala Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat
Badan Pengawas Obat dan Makanan – RI

Sumber: http://www.pom.go.id/mobile/index.php/view/klarifikasi/62/PENJELASAN-BADAN-POM–TERKAIT–PEMBERITAHUAN-PEMERIKSAAN-PRODUK-ILEGAL-OLEH-TIM-GABUNGAN.html

Penjelasan BPOM tentang Penyalahgunaan Obat Jenis PCC

Farmasi.Asia – Sehubungan pemberitaan di berbagai media massa termasuk media sosial baru-baru ini terkait penyalahgunaan obat bertuliskan PCC yang beredar di Kendari, Sulawesi Tenggara hingga menyebabkan 1 (satu) orang meninggal dunia dan 42 orang lainnya harus dirawat di beberapa Rumah Sakit di Kendari, Badan POM memberikan penjelasan sebagai berikut:

  • Kasus ini tengah ditangani oleh pihak Kepolisian RI bersama Badan POM guna mengungkap pelaku peredaran obat tersebut serta jaringannya. Badan POM dalam hal ini berperan aktif memberikan bantuan ahli serta uji laboratorium dalam penanganan kasus tersebut.
  • Badan POM secara serentak telah menurunkan Tim untuk menelusuri kasus ini lebih lanjut dan melakukan investigasi apakah ada produk lain yang dikonsumsi oleh korban.
  • Hasil uji laboratorium terhadap tablet PCC  menunjukkan positif mengandung Karisoprodol.
  • Karisoprodol digolongkan sebagai obat keras. Mengingat dampak penyalahgunaannya lebih besar daripada efek terapinya, seluruh obat yang mengandung Karisoprodol dibatalkan izin edarnya pada tahun 2013.
  • Obat yang mengandung zat aktif Karisoprodol memiliki efek farmakologis sebagai relaksan otot namun hanya berlangsung singkat, dan di dalam tubuh akan segera dimetabolisme menjadi metabolit berupa senyawa Meprobamat yang menimbulkan efek menenangkan (sedatif).
  • Penyalahgunaan Karisoprodol digunakan untuk menambah rasa percaya diri, sebagai obat penambah stamina, bahkan juga digunakan oleh pekerja seks komersial sebagai “obat kuat”.
  • Badan POM sedang dan terus mengefektifkan dan mengembangkan Operasi Terpadu Pemberantasan Obat-Obat Tertentu yang sering disalahgunakan dan memastikan tidak ada bahan baku dan produk jadi Karisoprodol di sarana produksi dan sarana distribusi di seluruh Indonesia.

Untuk menghindari penyalahgunaan obat maupun peredaran obat ilegal, diperlukan peran aktif seluruh komponen bangsa baik instansi pemerintah, pelaku usaha, maupun masyarakat. Badan POM bersama Kepolisian dan BNN serta instansi terkait lainnya telah sepakat untuk berkomitmen membentuk suatu tim Aksi Nasional Pemberantasan Penyalahgunaan Obat yang akan bekerja tidak hanya pada aspek penindakan, namun juga pada aspek pencegahan penyalahgunaan obat. Pencanangan aksi tersebut direncanakan pada tanggal 4 Oktober 2017.

Mari menjadi konsumen cerdas dengan selalu ingat “Cek KLIK”. Pastikan Kemasan dalam kondisi baik, baca informasi produk pada Labelnya, pastikan memiliki Izin edar Badan POM, dan pastikan tidak melebihi masa Kedaluwarsa.

Badan POM tetap memantau dan menindaklanjuti pemberitaan ini. Jika masyarakat memerlukan informasi lebih lanjut dapat menghubungi contact center HALO BPOM di nomor telepon 1-500-533 atau sms 0-8121-9999-533 atau email halobpom@pom.go.id atau Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) di seluruh Indonesia.

sumber: http://www.pom.go.id/new/view/more/klarifikasi/61/PENJELASAN-BADAN-POM-TENTANG-PENYALAHGUNAAN-OBAT-JENIS-PCC.html

Hadir Kembali! Pharmaceutical Seminar Universitas Indonesia (Phase UI) 84

Farmasi.Asia – Pharmaceutical Seminar Universitas Indonesia (Phase UI) atau yang lebih dikenal “Phase UI” merupakan program rutin yang diselenggarakan oleh Program Studi Apoteker Universitas Indonesia. Saat ini, Phase 84 UI kembali hadir degan mengangkat tema “Integrasi Kompetensi Farmasi untuk Membangun Negeri”, yang bertujuan untuk memfasilitasi para peserta sehingga lebih memahami beberapa hal untuk pendalaman pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan oleh seorang Apoteker dalam melaksanakan pekerjaan kefarmasian. Pada tahun ini, rangkaian acara Phase 84 UI terdiri atas seminar danworkshop. Rangkaian acara akan dilaksanakan pada tanggal 9-10 September 2017 di Gedung Rumpun Ilmu Kesehatan dan Fakultas Farmasi Universitas Indonesia.

Seminar nasional hadir dengan tema Peningkatan Peran Apoteker Dalam Menjamin Peredaran Sediaan Farmasi yang Aman, Bermutu, Bermanfaat, dan Terjangkau di Indonesia. Seminar ini mengundang pembicara diantaranya adalah:

  1. Kepala BPOM, Dr.Ir.Penny K.Lukito, MCP,
  2. Ketua IAI, Drs.Nurul Falah Eddy Pariang, Apt.
  3. Selain pembicara, terdapat pula diskusi panel yang dipimpin oleh seorang yang ahli dibidangnya (lihat pada poster).

Workshop Phase 84 UI akan dibagi menjadi 3 (tiga) kelas, yaitu:

  1. Workshop herbal dengan tema “Pemanfaatan dan aplikasi ionic liquid dalam pengembangan bahan baku obat herbal“,
  2. PHASE84 - Workshop Herbal
    PHASE84 – Workshop Herbal
  3. workshop Penggunaan Obat Rasional (POR) dengan tema “Meningkatkan profesionalisme Apoteker dalam mewujudkan penggunaan obat yang rasional melalui program pemerintah” dan
  4. PHASE84 - workshop Penggunaan Obat Rasional (POR)
    Workshop Penggunaan Obat Rasional (POR)
  5. workshop Pelayanan Informasi Obat dengan tema “Meningkatkan profesionalisme Apoteker dalam melakukan teknik komunikasi pada pelayanan informasi obat
  6. PHASE84 - workshop Pelayanan Informasi Obat (PIO)
    Workshop Pelayanan Informasi Obat (PIO)

Untuk informasi lebih lanjut dapat dilihat pada:

Twitter : @phaseui
Instagram : phase_ui
Facebook : phaseUI
Line : @phaseUI
Website : www.phase.farmasi.ui.ac.id
Contact Person : 089675531731

Pendaftaran dapat melalui Website atau SMS ke 085372908900

Daftar Universitas dengan Jurusan Farmasi di Jawa Tengah

Tahun ajaran baru akan segera dimulai. Adik – adik yang telah lulus Sekolah Menengah Atas (SMA) atau Sekolah Menengah Kejuruan Farmasi (SMK Farmasi) sudah mulai mencari referensi akan melanjutkan belajar ke universitas apa dan di mana?

Khusus bagi yang ingin menimba ilmu di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya, berikut adalah nama – nama universitas yang memiliki program atau jurusan kefarmasian:

  1. Universitas Islam Sultan Agung, Semarang – Program S1 Farmasi
  2. Universitas Muhammadiyah Magelang – Program D3 Farmasi
  3. Universitas Muhammadiyah Purwokerto – Program S1 Farmasi
  4. Universitas Pekalongan – Program D3 Farmasi
  5. Universitas Setia Budi Surakarta – Program D3 Farmasi
  6. Universitas Setia Budi Surakarta – Program D3 Analis Farmasi dan Makanan
  7. Universitas Setia Budi Surakarta – Program S1 Farmasi
  8. Universitas Setia Budi Surakarta – Program S2 Farmasi
  9. Universitas Wahid Hasyim, Semarang – Program S1 Farmasi

Bagi calon mahasiswa yang dari luar kota, misalnya ingin mendaftar di universitas yang ada di Semarang, kemudian bingung untuk menginap di mana, bisa memanfaatkan Promo hotel murah di Semarang. Yang perlu diingat adalah, segala berkas persyaratan administrasi harus sudah lengkap dibawa. Akan sangat merepotkan jika Adik – adik dari luar kota, kemudian harus bolak balik akibat tertinggal satu dua hal.

Untuk itu, sebelum berangkat, ada baiknya memeriksa website resmi dari universitas yang diinginkan. Jika ada informasi yang kurang dimengerti, jangan ragu-ragu untuk menghubungi melalui sambungan telepon agar ketika berangkat, sudah tidak ada lagi berkas yang terlupa atau tertinggal.

Bagi yang ragu – ragu menentukan kuliah farmasi di mana, bisa mencoba mendatangi tiap – tiap kampus dan rasakan atmosfir di kampus tersebut. Umumnya, dengan duduk diam melihat aktivitas para kakak – kakak mahasiswa, kita bisa melihat seperti apa “wajah” kampus tersebut. Boleh bertanya dengan sopan dengan mahasiswa yang sudah menjalani proses perkuliahan di sana. Hasilnya, bisa Anda bandingkan antara universitas ini dengan universitas itu.

Di samping itu, hal terpenting lain adalah kesiapan diri menghadapi tes masuk universitas. Sudah sejauh mana persiapan Adik – adik? Farmasi erat kaitannya dengan perhitungan dan IPA. Jadi, jika tekad sudah kuat untuk masuk ke dunia Farmasi, perdalam ilmu tersebut. Bahasa Inggris juga tetap harus dikuasai karena kebanyakan buku-buku farmasi yang menjadi rujukan nanti masih berbahasa internasional; bahasa Inggris.

Sekian informasi daftar universitas atau kampus yang memiliki program studi atau jurusan Farmasi di wilayah Jawa Tengah. Bagi yang ingin menambahkan, boleh menambahkannya di kolom komentar 😉

Universitas Terbaik untuk Jurusan Farmasi di Indonesia

Farmasi.Asia – Beberapa adik-adik baik yang akan segera lulus dari jenjang pendidikan SMA atau pun Sekolah Menengah Kejuruan Farmasi (dulunya SMF) bertanya melalui pesan di Fans Page Farmasi.Asia bertanya: Universitas Terbaik di Jakarta untuk jurusan Farmasi apa, min?

Bagi kami, semua universitas atau pun perguruan tinggi baik yang statusnya negeri maupun yang swasta sama-sama baik. Tidak perduli di mana tempat kuliah farmasi yang diambil karena pada hakekatnya nanti adalah sumber daya manusianya itu sendiri yang menentukan akan menjadi “seperti apakah mereka setelah lulus S1 Farmasi”.

Namun demikian, kami berusaha menelusuri dari data-data yang ada diinternet, terutama tentang data atau nilai akreditasi dari BAN-PT (Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Tinggi). Jika ingin memilih yang “terbaik”, tentu harus melihat universitas atau jurusan yang memiliki nilai akreditasi A.

contoh akreditasi ban-pt

Untuk itu, kami akan memberikan daftar Universitas yang memiliki Jurusan Farmasi Terbaik dengan dikantonginya nilai A dari BAN-PT. (Urutan berdasarkan ABJAD).

Jurusan Universitas Kota Status Akreditasi/Tahun
Sains dan Teknologi Farmasi Institut Teknologi Bandung-ITB Bandung Negeri A/2014
Farmasi Klinik dan Komunitas Institut Teknologi Bandung-ITB Bandung Negeri A/2011
Farmasi Universitas Ahmad Dahlan-UAD Yogyakarta Swasta A/2014
Ilmu Farmasi Universitas Airlangga-UNAIR Surabaya Negeri A/2010
Farmasi Universitas Andalas-UNAND Padang Negeri A/2013
Farmasi Universitas Gadjah Mada-UGM Yogyakarta Negeri A/2014
Farmasi Universitas Hasanuddin-UNHAS Makassar Negeri A/2011
Farmasi Universitas Indonesia-UI Jakarta Negeri A/2011
Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta-UMS Surakarta Swasta A/2013
Farmasi Universitas Padjadjaran-UNPAD Bandung Negeri A/2012
Farmasi Universitas Pancasila-UP Jakarta Swasta A/2013
Farmasi Universitas Sanata Dharma-USD Yogyakarta Swasta A/2010
Farmasi Universitas Sumatera Utara-USU Medan Negeri A/2011
Farmasi Universitas Surabaya-UBAYA Surabaya Swasta A/2011

Semoga data di atas bisa menjawab pertanyaan calon rekan sejawat farmasi di manapun berada. Sekali lagi kami tegaskan, di mana pun tempat Anda menimba ilmu, yang mempengaruhi hasil akhir adalah diri kita sendiri.

Jika ada data yang terlewat atau keliru, mohon dikoreksi. Terimakasih 🙂

Vampire Day 2015 – Care, Share, and Live by Donating Blood

Ingin melakukan kegiatan sosial yang bermanfaat untuk orang lain dan dapat menyehatkan tubuh kita?
Nah, itu semua bisa dilakukan dengan donor darah salah satunya 🙂

Dalam rangka memperingati Dies Natalis Farmasi Universitas Indonesia ke-50, Divisi Pengabdian Masyarakat BEM Fakultas Farmasi UI mengadakan acara donor darah yang juga merupakan salah satu realiasi program kerjanya.

Vampire Day FF UI Donor Darah 2015

Acara ini dinamakan Vampire Day 2015 yang bertemakan “Care, Share, and Live by Donating Blood”.
Vampire Day 2015 akan dilaksanakan pada:

Hari, tanggal: Kamis, 1 Oktober 2015
Tempat: PC 102, Gedung RIK (Rumpun Ilmu Kesehatan), Universitas Indonesia
Waktu: 10.00 – 13.00 WIB

Pendaftaran Vampire Day 2015 telah dibuka dari tanggal 7 September 2015 hingga 23 September 2015. Daftarkan dirimu segera dengan format:
(Nama_No. Hp_Alamat email_waktu mendonor) ke nomor 083896010700 (Agi Lestari) via sms/line/whatsapp.

Before and after donate blood, you’ll get FREE SNACK AND SOUVENIR!*
(*Nb: untuk 100 pendatang pertama)

So, what are you waiting for?
Mark your calendar, choose your time, and let’s donate blood!
Because we care, share, and live by donating blood ?

Please visit us on:
twitter-logo@Vampireday2015

line-logo @ewg1032z

For further information: 085287227415 (Meidha Putri)

Seminar Nasional Kefarmasian & Silaturahmi APTFI Wilayah DIY-JATENG-KALSEL

Seminar Nasional Kefarmasian & Silaturahmi APTFI (Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia) Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta – Jawa Tengah – Kalimantan Selatan.

Seminar Nasional Kefarmasian 2015

Program Studi Farmasi Fakultas MIPA Universitas Lambung Mangkurat (PS Farmasi FMIPA UNLAM) Kalimantan Selatan akan menyelenggarakan Seminar Nasional Kefarmasian “Sistem Penghantaran Obat Baru dan Implementasinya dalam Pengobatan Modern”.

Sistem penghantaran obat telah berkembang dengan pesat. Berbagai inovasi dalam hal sistem penghantaran dilakukan demi mencapai keberhasilan pengobatan yang setinggi-tingginya. Sistem penghantaran obat yang tepat memungkinkan hasil pengobatan yang lebih efektif, aman, stabil, dan akseptabel. Bentuk sediaan yang dihasilkan tidak lagi terbatas pada bentuk sediaan konvensional seperti suspensi, emulsi, tablet, atau bentuk sediaan konvensional lainnya. Beberapa “inovasi” Drug Delivery System yang telah dikembangkan saat ini antara lain adalah Transmucosal Drug Delivery, Transdermal Drug Delivery, Nanoteknologi, Niosom, Liposom, Smart Drug Delivery System dan lainnya.

Seminar Nasional (SEMNAS) ini akan diselenggarakan pada hari Sabtu tanggal 19 September 2015 di Hotel Aria Barito Banjarmasin dengan keynote speaker Prof. Ir. Gt. Muhammad Hatta, MS* (Menteri Riset dan Teknologi Indonesia periode 2011-2014) dan pembicara:

  1. Dr. Heni Rachmawati (Associate Professor at School of Pharmacy ITB)
  2. Dr. rer. nat. Ronny Martien, M. Si (President of Indonesian Society for Nanotechnology)
  3. Perwakilan Dexa Medica.

Fasilitas yang didapat dari seminar ini antara lain:

  1. Sertifikat 6 SKP IAI (dapat dikonversikan ke jenis SKP lain sehingga semua mahasiswa kesehatan dapat ikut), dan ber SKP PAFI.
  2. Seminar kit

Dengan mengikuti seminar ini, partisipan (apoteker, calon apoteker, dan tenaga kesehatan lainnya) diharapkan dapat menambah keilmuan mengenai penghantaran obat dan pengaruhnya terhadap keberhasilan pengobatan. Info lebih lanjut, silakan lihat brosur berikut:


File PDF di atas bisa diperbesar/zoom. Jika kesulitan, Anda bisa mendownload brosurnya di sini (halaman 1) dan di sini (halaman 2)

Presentasi Oral dan Poster

Logo UNLAM Universitas Lambung Mangkurat Selain itu, program studi Farmasi Fakultas MIPA Universitas Lambung Mangkurat juga membuka kesempatan bagi para tenaga pengajar, akademisi, peneliti, praktisi kesehatan, dan mahasiswa untuk mempresentasikan karya ilmiahnya dalam kegiatan “Presentasi Oral dan Poster” yang diselenggarakan bersamaan dengan Seminar Nasional Kefarmasian.

Dengan adanya kegiatan ini, peserta diharapkan dapat membagikan ilmu pengetahuan baru yang berkaitan dengan bidang penelitian/karya ilmiah yang dipresentasikannya. Kegiatan presentasi oral dan poster ini akan dikelompokkan menjadi beberapa bidang, diantaranya adalah bidang Teknologi Farmasi (Pharmaceutical Science), Farmakologi dan Farmasi Klinis, Kimia Farmasi, Bidang MIPA dan Natural Science, dan Ilmu Kesehatan (Public Health, Ilmu Kedokteran, Ilmu Keperawatan, dll).

Adapun persyaratannya adalah sebagai berikut:

Penyaji (Oral dan Poster)

Abstrak ditulis dalam bahasa Inggris dan Indonesia dan diterima oleh panitia paling lambat 5 Agustus 2015. Abstrak ditulis dalam bahasa Inggris dan Indonesia yang terdiri dari maksimal 250 kata dan 6 kata kunci. Partisipan dapat mengirimkan abstrak melalui email pharmacopeae@farmasi-unlam.ac.id, Subjek : Artikel Ilmiah Semnas 2015.  Abstrak yang dinyatakan diterima akan diumumkan pada www.seminar.farmasi-unlam.ac.id tanggal 12 Agustus 2015. Bagi peserta yang telah dinyatakan diterima, melanjutkan  dengan mengirimkan full  paper. Makalah oral dan poster yang memenuhi syarat ilmiah akan dimuat dalam prosiding ber-ISBN.

Full Paper diterima oleh panitia paling lambat tanggal 20 Agustus 2015. Ketentuan penulisan full paper (maksimal 10 halaman, font: Time New Roman 12) dan berisi informasi tentang: Judul, Nama penulis, Instansi Asal, dan Email, Abstrak, Pendahuluan, Metodologi, Hasil dan pembahasan, Kesimpulan, dan Daftar pustaka. Adapun contoh layout untuk full-paper dapat didownload di sini (Anda dapat menulis full-paper Anda pada lampiran tersebut).

Abstrak dan full paper dikirimkan via email: pharmacopeae@farmasi-unlam.ac.id

Presentasi (Oral dan Poster)

Presentasi Oral

Bidang presentasi ilmiah mencakup (tidak terbatas pada) :

Bidang A       : Teknologi Farmasi (Pharmaceutical Science)
Bidang B       : Farmakologi dan Farmasi Klinis
Bidang C       : Kimia Farmasi
Bidang D       : Bidang MIPA dan Natural Science
Bidang E       : Ilmu Kesehatan (Public Health, Ilmu kedokteran, Ilmu keperawatan, dll)

Presentasi Poster
  • Isi poster: judul, nama peneliti dan asal institusi beserta logo, alamat dan korespondensi, abstrak, metodologi, hasil dan pembahasan, kesimpulan, daftar pustaka.
  • Ukuran: A0 (118,9 cm x 84,1 cm), portrait.
  • Pemasangan: poster dibawa oleh penyaji dan dipasang sebelum acara pembukaan seminar.

Pemakalah oral dan poster dapat memilih publikasinya, baik itu di buku proceeding ber-ISBN atau di Jurnal kefarmasian “Pharmascience” ber-ISSN

Jadwal dan Biaya Registrasi

BIAYA REGISTRASI

Peserta Seminar Nasional Seminar Nasional

Sebelum 20 Agustus 2015:
Umum Rp. 300.000.-
Mahasiswa Rp. 200.000.-
Mahasiswa Farmasi UNLAM Rp. 175.000.-

Setelah 20 Agustus 2015:
Umum Rp. 350.000.-
Mahasiswa Rp. 250.000.-
Mahasiswa Farmasi UNLAM Rp. 175.000.-

Presentasi Ilmiah Oral/Poster Presentasi Ilmiah Oral/Poster

Umum Rp. 600.000,-
Mahasiswa Rp. 450.000.-

IMPORTANT DATES

  • Call for abstract Submission 6 Juni 2015
  • Abstract Submission Deadline 5 Agustus 2015 dimundur hingga 11 Agustus 2015
  • Acceptance notification 12 Agustus 2015
  • Fullpaper Submission Deadine 20 Agustus 2015
  • Seminar date 19 September 2015, Hotel Aria Barito, Banjarmasin, 07.30 WITA—selesai

Formulir pendaftaran serta informasi lebih lanjut mengenai Seminar Nasional dan Silaturahmi APTFI Wilayah DIY-JATENG-KALSEL ini bisa langsung ke www.seminar.farmasi-unlam.ac.id 😉

Close
Please support the site
By clicking any of these buttons you help our site to get better