Daftar Obat selama Kehamilan

Daftar Obat selama Kehamilan

Daftar Obat selama Kehamilan. Selama kehamilan, seorang ibu wajib memperhatikan penggunaan obat yang dikonsumsinya. Mengapa? Sedikit-banyak, obat-obatan dapat mempengaruhi kondisi janin.

Sebagai contoh, peristiwa talidomida. Memang, pada hewan, obat ini hanya bersifat teratogen –meskipun pada dosis tinggi-, sedangkan pada manusia akan menimbulkan cacat janin meskipun pada dosis rendah!

Oleh sebab itu, penggunaan obat-obatan dalam masa kehamilan harus benar-benar diperhatikan. Bahkan, kalau bisa, selama kehamilan tidak usah mengkonsumsi obat-obatan sama sekali. Kalau flu atau demam sedikit atau bahkan sakit kepala, usahakan untuk banyak istirahat terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk mengkonsumsi obat-obatan.

Daftar Obat yang Aman bagi Wanita Hamil
Ilustrasi

Nah, jika terdapat suatu kondisi yang mengharuskan Anda –para wanita hamil- mengkonsumsi obat-obatan tertentu, ada baiknya Anda memperhatikan Daftar Obat yang Aman bagi Wanita Hamil berikut ini:

Acetylcysteine Dihydrotachysterol Mexiletine
Alginic acid Dimethindene Moclobemide
Amilorida Dipyridamol Miconazol
Amoxicillin Dydrogesteron Naloxone
Ampicilin Efedrine Niclosamide
Azithromycin Erythromycin Nitrofurantoin
Bezafibrate Ethambutol Noscapine
Bisacodyl Fenazone Nystatine
Bromocriptine Fenoterol Oxytocin
Buspiron Flucloxacillin Papaverine
Butylscopolamin Flumazenil Paracetamol
Calcitriol Fluvoxamine Penicillin-G/V
Cefalosporins Folic acid Permethrin
Chlorcyclizine Folinic acid Piperacillin
Chlorhexidine Granisetron Pizotifen
Ciclosporine Guafenesine Prilocain
Cimetidine Heparin Promethazine
Cinnarizine Heparin LMW Ranitidine
Cisapride Hyluronic acid Roxithromycin
Clemastine Hydralazine Salbutamol
Clindamycin Hydrocortisone Salmeterol
Clofibrate Hydroxyzine Sennoside
Clotrimazol Ipratropium-Br Spiramycin
Cloxacillin Isoniazide Spironolacton
Codeine Isoprenaline Sufentanil
Cromoglicate Isosorbide-Nitr Sumatriptan
Colestipol Levothyroxin Sucralfat
Cyclandelate Liothyronin Sulfasalazine
Cyciizine Lidocaine Terbinafine
Cyproheptadine Lincomycin Terbutaline
Desmopressine Magnesiumoxide Terfenadine
Dextromethorfan Meclizine Theofyline
Dextromepropoxyfe Medroxyprogest. Tranexamic acid
Didanosine Mepivacaine Trihexyfenidyl
Difenhydramin Methanamine Vaks.influenza
Digoxin Methyldopa (I-) Vaksin folio
Dihydralazine Tetanus toxoid

Penting untuk diperhatikan! Tulisan ini hanya sebagai pembelajaran. Anda tetap harus berkonsultasi dengan Dokter dan Apoteker Anda. Ingat! Pasien berhak menerima informasi mengenai obat-obatan yang Anda terima dan sudah menjadi kewajiban Apoteker untuk menjelaskannya kepada Anda 😉

Advertisements
Share:

Related Post

Diare Akibat Minum Antibiotik

Diare Akibat Minum Antibiotik

Farmasi.Asia – Penggunaan Antibiotik yang salah, baik itu Berlebihan (OverUse) atau Kurang (MisUse) dapat menyebabkan…

801 Comments

Comments are closed.

Close
Please support the site
By clicking any of these buttons you help our site to get better