Menyambut Era e-Catalog dalam Tender ALKES dan Obat

Mungkin, tahun 2012 adalah kali terakhir para distributor farmasi melayani pengadaan/tender melalui sistem lelang. Seperti disampaikan Bapak Agus Rahardjo selaku Kepala LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah) terkait proses pengadaan (alkes dan/atau obat-obatan) dilakukan tanpa lelang melainkan dapat langsung dibeli setelah melihat daftar yang terdapat di database situs. Daftar inilah yang dinamakan e-Catalog.

Akhir tahun 2012 kita akan coba menambah e-catalog alat kesehatan, obat dan alat kesehatan habis pakai seperti halnya pengadaan kendaraan yang sudah mengusung lebih dulu sistem e-Catalog. Dengan adanya e-Catalog yang tayang di situs, pemerintah bisa langsung membeli tanpa melalui proses lelang seperti yang dilakukan selama ini. (Agus Rahardjo, Oktober 2012)

e-Catalog Meminimalisir Penyimpangan

Melalui e-Catalog, pengadaan ALKES (Alat Kesehatan) dan Obat yang terdapat celah untuk terjadinya penyimpangan dapat diminimalisir. Mengapa bisa meminimalisir penyimpangan? Karena harga dan kualitas barang ALKES dan Obat yang terdaftar di e-Catalog sudah tercantum dengan jelas. Dengan adanya sistem e-Catalog, siapa pun bisa mengawasi agar tidak ada “pembengkakan biaya” alias Mark Up. Pihak pemerintah pun bisa leluasa memilih item produk yang dibutuhkan sesuai dengan anggaran dana yang tersedia.

Sistem e-Catalog ini memiliki akuntabilitas yang kuat mengantikan sistem pengadaan ALKES dan Obat terdahulu. Tujuan akhirnya agar tata kelola pengadaan menjadi lebih tertata dan baik. Efeknya, “kongkalikong” pun dapat dihindarkan karena harga yang sudah pasti. Indonesia Corruption Watch (ICW) pun menyambut baik akan hadirnya sistem pengadaan melalui e-Catalog ini

Tahun 2013 adalah Era e-Catalog

Menginjak tahun 2013, Balai LPSE (Layanan Pengadaan Barang/Jasa Secara Elektronik) akan merubah sistem pengadaan alat kesehatan dan obat-obatan dari lelang menjadi katalog elektronik (e-Catalaog). Selanjutnya, bagi Dinas atau Rumah Sakit pemerintah yang ingin mendadakan pengadaan tinggal memilih saja karena harga dan spesifikasinya sudah tertera jelas.

e-Catalog di farmasi.asia
e-Catalog | Image by streetbonersandtvcarnage.com

Siapkah Distributor Farmasi Indonesia?

GP (Gabungan Perusahaan) Farmasi Indonesia menyatakan kesiapannya atas rencana pemerintah yang segera akan memberlakukan sistem e-catalog untuk proses tender kebutuhan farmasi di Indonesia. Dengan adanya sistem e-Catalog tersebut, pihak konsumen tidak perlu lagi melakukan tender secara manual.

Semua konsumen yang memerlukan produk farmasi tinggal menuliskan pada e-catalog, produk yang dibutuhkan apa, berapa, untuk daerah mana, dsb. Kemudian, pihak produsen akan mengajukan harga, termasuk siapa distributornya. Dengan begini proses pengadaannya (tender) menjadi lebih terbuka dan transparan. Sehingga, nantinya tidak perlu lagi ada tender manual. (Darodjatun Sanusi, November 2012).

Sistem e-catalog tersebut dapat meminimalisasi praktik kecurangan karena dapat diikuti oleh siapa saja, baik dari kalangan konsumen, produsen maupun distributor. Sehingga lebih fair.

e-Catalog bersinergi dengan SJSN (Sistem Jaminan Sosial Nasional)

Dengan adanya e-Catalog, Rencana penerapan Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) di tahun 2014 mendatang menjadi lebih dimudahkan karena sistem pembentukan harga yang tercantum dan juga bisa menjadi solusi terhadap masalah ketersediaan dan distribusi obat di daerah-daerah. Dengan kata lain, konsumen dapat melihat melalui e-Catalog seperti apa kemampuan distribusi produsen. Produsen Y seperti ini, Produsen X seperti itu. Konsumen juga bisa melihat distributor yang digandeng siapa? Bagaimana pengalamannya dll.

Menurut informasi, e-Catalog akan memuat sekurang-kurangnya 384 jenis ALKES dan OBAT yang secara umum sudah sering ditenderkan oleh Kementerian Kesehatan, pemerintah daerah maupun pihak konsumen lainnya.

Untuk itu, jika ingin survive, mau tidak mau selain produsen terus memproduksi ALKES atau Obat yang berkualitas, para distributor (PBF; Pedagang Besar Farmasi) pun harus meningkatkan standar pelayanan. Mari Menyambut Era e-Catalog dalam Tender ALKES dan Obat di tahun yang baru; 2013 :)

Share This Post

30 Comments - Write a Comment

  1. semoga sukses, niat baik perlu perjuangan, boleh tau info item obat dan alkes yg sudah masuk e katalog sampai kini kami belum dpt edaran, apakah semua obat SK menkes bisa masuk?

    Reply
  2. Harus secepatnya donk pak, banyak daerah blm lelang karena nunggu ini, kan kasian nungguinnya. dan dengan e catalouqe para pemangku pengadaan pun jadi sangat aman. Klo bisa semua jenis barang di e cataloque kan aja, masa dalam pengadaan barang, rekanan yang hanya semacam calo aja bisa dapat keuntungan maks. 10%, belum lg bonus/discount. Kan jauh lebih hemat pemerintah beli langsung ke distributor(PENGEMBALIAN KARENA DISCOUNT HARUS DIKEMBALIKAN KE NEGARA), OK.

    Reply
  3. Keterjebakan Kapitalisme : Mekanisme E-Catalog akan memunculkan prosesi KKN yang terselubung dengan pihak pabrikan/distributor, karena faktor like and dislike akan suatu barang / spesifikasi barang yang akan dibeli , tidak ada parameter yang jelas akan hal ini. Negara merasa lebih efisien didasarkan akan jumlah uang yang bisa dikembalikan namun cukup mengabaikan moralitas akan mencintai bangsa ini.
    Hingga saat ini cukuplah rakyat menderita dan akan bertambah penderitaannya….

    Reply
  4. Wow sangat luar biasa penambahan pengangguran , dari Salesman,Detailer, yg jumlah nya bisa mencapai Puluhan Ribu personil ,dengan bermacam macam latar belakang pendidikan ,mau di kemanakan mereka juga Calon2 kelulusan S1+D3 dll yg baru lulus,> AKAN DI KEMENAKAN JUGA NASIB ANAK BANGSA INI …..??????????

    Reply

Leave a Reply