GeMa CerMat dan Penggunaan Obat di Bulan Puasa di CFD Baubau

GeMa CerMat dan Penggunaan Obat di Bulan Puasa di CFD Baubau

Farmasi.Asia – Angin barat telah berlalu, gulungan obat besar telah menjinak, nelayan-nelayan pesisir bergembira, ini menandakan bahwa musim memancing telah tiba. Inilah kota Baubau.

Kegembiraan itu juga dirasakan kami Ts Apoteker PC IAI Baubau, dengan mensosialisasikan GeMaCerMat, Penggunaan Obat di Bulan Puasa dan Penggunaan Antibiotik di salah satu Boulevard dipesisir pantai Baubau.

***

Sebagai Master Agent of Change, dalam hati, sedikit malu melihat ts MAOC lain telah berbuat banyak sepulang dari Jakarta. Sedang kami belum berbuat apa-apa.

Masih terngiang-ngiang dalam hati sanubari 6 fakta integritas MAOC:

  1. Menjadi Tim Pembina, sebagai penggerak utama Program GeMaCerMat dan AoC ditingkat pusat dan daerah
  2. Melakukan pengumpulan data dan dokumentasi terkait GemaMermat di daerah
  3. Melakukan sosialisasi dan advokasi bersama lintas program dan lintas sektor terkait gema cermat di daerah
  4. Melakukan sosialisasi dan advokasi dengan tenaga kesehatan lintas profesi terkait GeMaCerMat
  5. Melakukan komunikasi, penyebaran informasi dan edukasi terkait GeMaCerMat melalui media
  6. Melakukan edukasi dan pemberdayaan masyarakat terkait GeMaCerMat di daerah

Namun dalam kesunyian itu, ada bagian tersembunyi, kami sedang mempersiapkan dan menggaungkan GeMaCerMat dan Program2 Apoteker lainnya dalam skala yang lebih luas.

Kami melakukan konsolidasi kepada semua Ts apoteker untuk membuat Rapat Kerja Cabang PC IAI Baubau tahun 2018. Menyatukan Ts yang bekerja diberbagai sarana kefarmasian dan dengan kesibukan masing-masing, namun tidak semudah yang dibayangkan. Apalagi PC IAI Baubau, terbentuk dari Ts Apoteker yang berada dalam kabupaten berbeda, yakni Ts Apoteker dari Kota Baubau, Kabupaten Buton, Kabupaten Buton Tengah, dan Kabupaten Buton Selatan. Dari sisi geografis ts akan bersusah payah biar sampe di Baubau, karena harus melewati perjalanan jauh dan menyeberangi lautan.

Kami mampu mengumpulkan Ts Apoteker itu, Ts tidak akan gampang datang kalau hanya ajakan begitu saja. Banyak WAG sunyi karena susahnya mengajak ts untuk membuat kegiatan. Apa yang kami lakukan mula-mula adalah menciptakan Visi Bersama. Bahwa apoteker harus maju, berpraktek secara profesional tanpa perlu takut terjebak dalam pelanggaran hukum karena Serkom dan STRA telah kadaluarsa. Resertifikasi dan Pengurusan STRA adalah tantangan yang harus dihadapi.

Oleh karena itu, kami meyakinkan ts semua bahwa hanya dengan membuat program-program dan kegiatan oleh PC IAI Baubau. Kebutuhan SKP (Satuan Kredit Partisipatif) bisa kita peroleh dengan Gratis dan menekan biaya kalau melaukan OSCE. Untuk pergi ujian OSCE di Jawa meski menghabiskan uang 10 Juta lebih, di Makassar 6-7 Juta. Tantangan lain adalah perubahan arah kebijakan kesehatan dari konvensional ke arah Teknologi Informasi, Pelanggaran Hukum, dan BPJS.

RAKERCAB IAI BAUBAU

Dari advokasi yang dilakukan itu. Bersama-sama kami berkomitmen memasukkan program-program yang akan dilaksanakan oleh PC IAI Baubau. Dengan begitu Sosialisasi GeMaCerMat akan terus mengaung selama organisasi PC IAI Baubau eksis.

Program-progamran itu adalah

  1. Apoteker Mengajar, pembekalan Tim Apoteker Mengajar, Dagusibu, GeMaCerMat yang nantinya akan melakukan sosialisasi di seluruh sekolah-sekolah kota baubau dan Kabupaten lain
  2. Ramadhan Bersama Apoteker, berbagi takjil, dirangkaikan dengan pembagian brosur/leaflet dan sosialisasi GeMaCerMat dan Dagusibu.
  3. Baksos Apoteker, senam sehat, bekerjasama dengan tenaga kesehatan lain (IDI, PAFI, IBI, PPNI) didalamnya juga aga kegiatan sosialisasi GeMaCerMat dan Dagusibu.

***

Setelah persiapan Seminggu, Maka 13 Mei 2018, Pagi Hari setelah shalat subuh kami pergi mempersiapkan segala sesuatunya di kotamara. (Spanduk, Stand Banner, Meja, Kursi, Pendaftaran dan Alat dan Bahar Pemeriksaan Darah). Pada kesempatan ini kami kami bagi menjadi 4 kelompok untuk jalan kaki membagikan brosur dan leaflet tentang Tanya Lima O, Penggunaan Obat di Bulan Puasa dan Penggunaan Antibiotik.

Sosialisasi Tata Cara Minum Obat yang Baik dan Benar di Bulan Puasa Ramadan

Penggunaan Obat dibulan puasa adalah menggunakan obat sesuai dengan indikasi, dosis waktu pemberian dan cara pemberian serta menghindari efek samping obat tanpa takut kehilangan pahala berpuasa dan tetap menjalankan ibadah Ramdhan.

Penggunaan Obat 1 x 1 sehari tidak jadi masalah karena obat diminum memilih apakah diminum pada saat sahur atau berbuka puasa. Penggunaan obat 2 x 1 sehari obat diminum pada saat sahur dan berbuka puasa. Untuk Obat-bat 3 x 1 atau 4 x 1, sebaginya dikonsultasikan dengan meminta pertimbangan dokter dan apoteker agar mengganti obat dengan sediaan lepas lambat atau obat dalam golongan yang sama. Namum apabila tetap meminum obat denga aturan 3 x 1 maka, obat dibagi dalam tiga waktu diinterval dari saat berbuka sampai sahur. Begitupula dengan penggunaan obat sebelum, bersama dan sesudah makan. Diminum disaat sahur dan berbuka puasa.

Ada banyak sediaan obat yang tidak membatalkan puasa, menurut kesepakatan ulama yakni, salep, krim suppo, sublingual (diselipkan dibawah lidah), tetes mata, tetes telinga, obat kumur asal tidak ditelan, obat injeksi, intra vena, intra muskular. Kecuali intravena berupa nutrisi makanan. Sedang pasien dengan penyakit kronik terntentu misalnya Hipertensi, Diabetes, Asma dan Epilepsi dimana penggunaan obat yang terus menerus. Perlu pemantauan yang lebih ketat. Dalam dalam kondisi tentetu akut lebih baik membatalkan puasanya ketimbang meperparah kondisi sakitnya.

Berjalanlah kami mengitasi kotamara, menemui masyarakat yang sedang, senam, duduk, berjalan. Dan menjelaskan brosur dan leflet yang kami bagikan. Banyak hal-hal unik yang kami dapat dari berinteraksi dengan masyarakat. Karena kami dianggapnya sales bertautan dengan pengalaman mereka, biasanya yang membagi brosur adalah sales. Maka kami sempat ditanya “di mana Kantor nya Pak”. “Maaf tidak punya waktu”. Di kesempatan lain, mendengarkan dengan antusian dan bertanya banyak hal tentang penggunaan obat dibulan puasa. Ada rasa bahagia tersendiri ketika mendapat masyarakat senyum paham dengan informasi yang kami berikan.

Terakhir, Marhabaan Ya Ramadhaan, mari menyambut Bulan Penuh Berkah ini dengan Saling Memaafkan Bila Ada Kesahalan. Dan Semoga Kita masuk Dalam Hambaya yang selalu Bersyukur dan Bahagia ketika Pintu Taubat terbuka lebar didepan kita.

Advertisements
Share:

Related Post

Close
Please support the site
By clicking any of these buttons you help our site to get better