Hindari Kekurangan Hormon

hormon merupakan salah satu elemen penting dalam perkembangan siklus hidup manusia, sebagai salah satu contohnya adalah kekurangan hormon thyroxine (dihasilkan oleh kelenjar tiroid) dapat menyebabkan gangguan kehamilan dan meningkatkan risiko keguguran, bayi lahir prematur serta preeklamsia. Hormon ini sendiri berfungsi dalam proses metabolisme tubuh. (Subhanallah)

Namun para peneliti dari Belanda(kapan ya ada peneliti dari Indonesia yang terpampang) mengatakan bahwa kadar hormon yang masih termasuk “rendah hingga normal” juga menyebabkan masalah. Misalnya saja posisi kepala janin berada di atas rongga rahim (sungsang) atau posisi kepala sudah di jalan lahir namun wajah menghadap ke belakang, sehingga menyulitkan proses persalinan. Kekurangan hormon thyroxine disebutkan membuat bayi kesulitan mengubah posisinya di rongga rahim.

Posisi bayi yang disebutkan di atas bukan hanya membuat proses kelahiran menjadi lama dan sulit, tapi juga membuat dokter menggunakan alat-alat bantu kelahirkan seperti tang, vakum, bahkan di operasi caesar. Pada studi yang dilakukan terhadap 1000 ibu hamil yang sehat diketahui rendahnya kadar hormon thyroxine pada usia kehamilan 36 minggu menyebabkan posisi kepala bayi tidak lazim.

Para peneliti dari Universitas Tilburg, Belanda, ini mengatakan kekurangan hormon thyroxine umumnya terjadi satu dari 10 kehamilan. Untuk mengetahui normal tidaknya kadar hormon ini perlu dilakukan tes darah.

Share:

Related Post

2 Comments

  • baru tau ternyata proses melahirkan yg begitu sulit dapat dipersulit lagi dengan kekurangan hormon yg membuat bayi kesulitan mengubah posisinya di rongga rahim..
    nice info 🙂

  • segala sesuatu yang kurang atau yg lebih pasti berbahaya kan,,, naaa,, kra2 ada ga makanan yg mesti dikonsumsi pada saat hamil agar kadar tiroksin tercukupi,, trus seberapa banyak biar tiroksinnya ga jd berlebih..

Comments are closed.

Close
Please support the site
By clicking any of these buttons you help our site to get better