Advertisements
Kerabat Pasien Ngamuk dengan Tendang Pintu

Kerabat Pasien Ngamuk dengan Tendang Pintu

Farmasi.Asia – Bak batu karang, tak tandas dilekang oleh kerasnya arus gelombang dan badai yang menghempas. Begitulah mental yang harus dimiliki oleh seorang farmasis komunitas. Dia harus selalu siap dalam segala macam kondisi, baik senang, susah, sempit, siang, malam, suasana perubahan musim, tekanan owner dan pasien ataupun rekan dalam satu tim.

Saat itu siang hari dengan panas yang terik, saatnya anak sekolah pulang ke rumah, ada yang berjalan kaki sendiri-sendiri, berkelompok dan ada pula yang menggunakan kendaran, baik sendiri maupun konvoi. Tiba-tiba datang segerombolan murid-murid SMP dan SMA berduyun-duyun ke klinik. Dalam hati ada apa gerangan. Ternyata ada kerabat mereka yang kecelakaan kendaraan antara sesama motor.

“Dokter-dokter, perawat tolong teman saya” teriak salah seorang pemuda dari kejauhan, terlihat seorang pemuda yang berlumuran darah sedang di bembeng bersama.

Perawat yang jaga saat itu, bergegas menjemput pasien, menempatkan pada ranjang pasien dan memasukan ke dalam UGD untuk segera dilakukan penanganan.

Penulisan keperluan administrasi dilakukan, dan menghubungi dokter untuk dilakukan tindakan segera. Agak memakan sedikit waktu. Melihat temannya yang sedang terbaring dan berlumuran darah, ada beberapa anak yang emosi dengan tendang pintu.

“plaaakkk blukkk plakkk” sontak kaget, pegawai, tenaga medis, satpam dan farmasis
“Kenapa temanku belum ditangani” cercanya

Semua orang klinik melihat anak itu naik pitan dan geram. Seorang satpam menyeret pemuda itu dan membentak balik

“Kamu tidak liat, mereka yang di dalam itu sedang urusi temanmu” hardik satpam kepada pemuda ini

Kalau bukan karena tuntunan pekerjaan mengutamakan pasien untuk disembuhkan dan panggilan kemanusiaan untuk menyelamatkan hidup seorang manunisa. Sudah babak belur pemuda itu.

Remaja adalah usia yang paling labil di alami oleh seseorang. Usia dimana seseorang paling semangat semangatnya menjalani hidup. Pada usia ini, seseorang akan terus mencari jati diri, hormon-hormon reproduksi mulai berkembang dengan baik, juga ketertarikan akan lawan jenis muncul.

Pada usia ini, sebaiknya keluarga, lingkungan masyarakat, merupakan pihak yang paling berperan penting menanamkan nilai-nilai baik dalam budi dan pergaulannya dalam masyarakat. Nilai-nilai seperti kejujuran, keadilan, saling menghormati, toleransi, teposeliro, gotong-royonng yang berasal dari kultur budaya timur terus menerus ditanamkan kepada pemuda dan pemudii baik itu berasal dari agama atau aliran kepercaan yang kita yakini.

Era sekarang di mana globalisasi telah menjangau suluruh kehidupan kita. Bersamaan dengan itu nilai-nilai budaya luar juga ikut masuk ke dalam kehidupan kita sehari-hari. Terorisme, budaya barat yg buruk, Hedonis, individualis, LGBT hadir dalam kehidupan kita.

Oleh karena itu, perlu adanya filter idelogis yang bisa memilah mana budaya yang bisa kita manfaatkan untuk memperkuat identifas kita sebagai seorang muslim, kristen, budhan, konghucu, hindu dalam persfektif dari ajaran bijak para leluhur kita.

Nilai dan norma-norma ini hanya bisa dilakukan oleh orang dewasa yang paham akan indentitas dirinya juga sistem yang terbangung dalam suatu masyarakat.

Bila ada suatu yang menyimpang tak segan-segan untuk diingatkan guna memperoleh anggota masyarakat kita yang produktif dan mampu bersaing dalam kancah global dalam identitas ke indonesiaan kita.

Di dalam apotek, kami sudah siap dengat paket (Infus set, Abbocath, Triway, dan Cairan yg cocok) juga obat-obatan yang biasa digunakan dalam emergency.

Ada banyak obat emergency yang tertulis dalam buku-buku literatur. Namun dalam prakteknya, hanya akan disesuaikan dengan kebutuhan dari pengguna baik itu, puskesmas, klinik dan rumah sakit. Untuk di klinik kami sering menggunakan obat-obatan emergency seperti lidocain, efinefrin, clonidin, hyocine butylbromide, diazepam dan beberapa obat antinyeri.  Berikut adalah informasi sekilas tentang obat-obat emergency tersebut:

  1. Lidocain adalah sebuah anestetik lokal bekerja menghabat gelombang saraf di tubuh.
  2. Efinefrin atau adrenalin adalah obat yang biasa digunakan pada reaksi alergi yang berbahaya seperti gigitan serangga, obat-obatan atau zat lain. Obat ini bekerja dengan meningkatkan tekanan darah, kerja jantung, meredahkan gatal, mengurangi pembengkakan di wajah dsb.
  3. Clonidin adalah obat yang masuk dalam kelas antagonis alfa dan digunakan untuk menurunkan tekanan darah, biasa digunakan untuk pasien stok karena tingginanya tekanan darah. Obat ini bekerja menstimulasi alfa adrenoresepto di batang otak. Aktifitas ini mengurangi keluarnya simpatetik di sistem saraf pusat dan menurunkan tekanan darah.
  4. Hyoscine butylbromide adalah obat yang masuk dalam kelas anti kolinergik atau anti spasmodik. Obat ini digunakan untuk mengurangi kontraksi otot polos organ-organ sehingga dapat mengurangi kram pada oto lambung, otot usus, saluran kemih, dan rahim. Biasa digunakan untuk pasien yang menderita batu ginjal.
  5. Diazepam biasa diberikan untuk mengobati gejala kecemasan termasuk gangguan kecemasan umum (GAD), panik dan penyakit kompulsive obsessive (OCD). Selain itu obat ini juga bisa digunakan untuk kekakuan atau kejang karena luka, inflamasi atau penyakit saraf. Obat ini termasuk dalam kelas benzodiazepine dimana bekerja meningkatkan efek GABA, sebuah neurotransmiter yang dapat mengurangi kerja gelompang saraf di otak.
Advertisements
Share:

Related Post

Close
Please support the site
By clicking any of these buttons you help our site to get better