dalam Kebijakan Obat Nasional (KONAS), pemerintah wajib menjamin ketersediaan, pemerataan, dan keterjangkauan obat terutama obat esensial. Juga terjaminnya keamanan, khasiat, dan kualitas obat-obatan yang beredar serta perlindungan masyarakat dari penyalahgunaan obat serta terjaminnya penggunaan obat rasional (MENKES dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH. Dr. PH)

Begitulah sambutan Kementerian Kesehatan saat peluncuran layanan informasi harga obat dengan menggunakan teknologi komunikasi melalui SMS (Short Message Service) yang dibacakan Direktur Jenderal Bina Pelayanan Kefarmasian dan Alat Kesehatan, Dra. Sri Indrawaty, Apt., M.Kes. Benarkah ada layanan informasi harga obat melalui sms?

Nantinya, diharapkan agar setiap orang dapat memperoleh informasi harga dan jenis obat yang dibutuhkan secara efisien. Mengapa pasien yang notabene sebagai masyarakat perlu mengetahui harga obat? Hal ini tidak lain karena harga obat itu sendiri menjadi salah satu aspek penting dalam penggunaan obat yang rasional.

Penyediaan informasi harga obat yang benar dan obyektif menjadi sarana pemerintah dalam upaya meningkatkan dan memasyarakatkan penggunaan obat yang rasional, kata Menkes.

Hal ini, sedikit banyak, tentu saja dapat mengurangi angka “kecurangan” oleh para “pemain” obat yang seenaknya memasang tarif jauh di atas harga eceran tertinggi ;) . Menkes juga mengingatkan bahwa informasi ini akan selalu di update demi menjaga validitas data layanan. Kementerian Kesehatan bersama dengan Badan POM juga akan selalu memantau akurasi informasi harga dan jenis obat sehingga masyarakat tidak perlu takut justru pelaku kecurangan yang mesti takut :P .

Ok lah klo begeto.. trus caranya gimana? Cara mengakses layanan informasi harga obat ini yaitu:

SMS dengan mengetik “OBAT“ (spasi) “nama obat” atau “LAFAI” (spasi) “nama obat” kirim ke 9333. Bila menggunakan kemasan ditambahkan tanda pagar (#) dibelakang nama obat dilanjutkan mengetik kemasan (tablet, kapsul, botol), selanjutnya akan menerima respons dari provider Telkomsel berupa, daftar harga obat yang dimaksud disertai jenis obat alternatifnya.

Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon:

021-52907416-9, faks: 52921669, Call Center:021-30413700,

atau alamat e-mail:

puskom.publik@yahoo.co.id atau info@puskom.depkes.go.id atau kontak@puskom.depkes.go.id
*This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Nah, bagaimana tanggapan Anda? :mrgreen: