Advertisements
Mie Instan Berbahaya? Ini Kata BPOM RI

Mie Instan Berbahaya? Ini Kata BPOM RI

Farmasi.Asia – Merebaknya isu terkait bahaya mengkonsumsi mie instan ini sudah lama beredar di masyarakat. Berbagai macam judul dan isi yang disebar baik melalui broadcast BBM, WhatsApp, SMS sampai ke laman Facebook kemudian dishare ribuan (bahkan ratusan ribu orang). Hal ini jelas membuat ragu “penikmat” mi instan; apalagi jenis makanan ini merupakan “idola” para mahasiswa (seperti saya dulu) di akhir bulan atau ketika pesangon mulai menipis ;D

Padahal, Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) sudah memberikan penjelasan terkait isu bahayanya mengkonsumsi mie instan tahun 2015 silam. Jadi, untuk menyegarkan ingatan mengenai hal tersebut, kami ingin mempublikasi ulang agar asumsi masyarakat tidak keliru terhadap mi instan.

Penjelasan BPOM tentang Adanya Kabar Bahaya Mengkonsumsi Mie Instan

  1. Komposisi bahan yang katanya berbahaya itu adalah:


    a. Monosodium Glutamat (MSG). MSG merupakan penguat rasa yang mempunyai ADI (Acceptable Daily Intake) not specified, yang jika dijabarkan memiliki maksud: saat dimakan dalam jumlah yang wajar, maka tidak akan menyebabkan bahaya kesehatan kepada si pemakan. Akan tetapi, jika ada yang sensitif atau alergi terhadap MSG, tentu semua makanan yang mengandung MSG harus dihindari; tidak hanya mie instan.

    b. Metil Paraben (Methyl p-Hydroxybenzoate) merupakan pengawet makanan yang diperbolehkan digunakan pada produk makanan dengan jumlah atau kuantiti tertentu. Methyl p-Hydroxybenzoate ini umumnya dipakai untuk mengawetkan kecap yang menjadi pelengkap bumbu pada mie instan jenis tertentu (mie goreng atau yang menggunakan kecap sebagai tambahannya). Bahkan, ada negara seperti halnya Taiwan yang tidak mengatur jumlah atau kuantiti penggunaan Methyl p-Hydroxybenzoate pada mie instan. Meski demikian, regulasi di Indonesia mengatur kadar pengawet ini. Selain Methyl p-Hydroxybenzoate, terdapat jenis pengawet lain yang ditentukan batas maksimalnya yakni: butil paraben, etil paraben, isobutyl paraben, isopropil paraben, hingga propil paraben.
  2. Hingga saat ini, belum ditemukan bukti secara ilmiah jika 2 bahan di atas membahayakan bagi kesehatan liver atau usus atau bahkan penyebab sakit maag.
  3. Maka dari itu, masyarakat tidak perlu takut atau resah serta meragukan safety mie instan yang dijual di pasaran Indonesia.
  4. Jika ingin informasi lebih lanjut terkait hal ini, bisa menelpon HALO BPOM di nomor 1500533 atau via SMS ke nomor 081219999533 juga email halobpom@pom.go.id. Bisa juga datang ke ULPK (Unit Layanan Pengaduan Konsumen) di Balai Besar/Balai POM terdekat di kota Anda.

Akhir kata, konsumsilah mie instan dengan bijak. Segala sesuatu yang berlebihan, tentu tidak baik.

sumber: http://www.pom.go.id/new/view/more/klarifikasi/27/Bahaya-Mi-Instan.html

Advertisements
Share:

Related Post

Close
Please support the site
By clicking any of these buttons you help our site to get better