Obat berkhasiat keras adalah bahan-bahan yang berkhasiat seperti obat biasa (menyembuhkan, mencegah, mematikan kuman dll) namun juga berbahaya jika penggunaannya tidak diawasi. Seperti keris bermata dua. Ups! Pisau bermata dua maksudnya ;)

Obat berkhasiat keras ini dapat dibagi menjadi dua golongan, yaitu:

1. Daftar G (Daftar Obat Keras)

Obat yang termasuk dalam Daftar G hanya dapat dibeli di apotek dengan resep dari dokter. Obat ini boleh diulang tanpa menyertakan resep baru asalkan pada resep terdahulu terdapat pernyataan “boleh diulang”.

Antibiotika, hormon, antihistaminika dan semua obat suntik temasuk ke dalam Daftar G ini. Oh iya, pada dasarnya racun juga termasuk lho (karena berbahaya bagi manusia hingga pengaturannya perlu dibuat khusus –nanti dibahas deh kalau ada waktu-)

2. Daftar W (Daftar Obat Keras Terbatas)

Obat-obatan yang tujuan pengobatannya bisa ditentukan atau ditetapkan sendiri (swamedikasi) serta tidak begitu berbahaya (jika sesuai aturan pakai tentunya).

Obat-obatan ini dapat dibeli di apotek tanpa resep dari dokter atau di toko-toko obat (dengan kemasan asli untuk menghindari pemalsuan dan diberi tanda W khusus).

W sendiri merupakan singkatan dari waarschuwing yang berarti peringatan.

Diharapkan dengan adanya pengetahuan tentang obat oleh masyarakat, akan semakin meningkatkan tanggung jawab akan kesehatan masyarakat itu sendiri.

Yang termasuk obat Daftar W adalah papaverin 10mg, serbuk sulfanilamida steril 5mg, tigtur iod, antihistaminika (untuk pemakaian luar) dll.