Penjelasan BPOM Terkait Dugaan Adanya Babi pada Mie Instan dari Korea Selatan

Penjelasan BPOM Terkait Dugaan Adanya Babi pada Mie Instan dari Korea Selatan

Farmasi.Asia – Samyang, mie instan asal Korea Selatan yang beberapa waktu lalu menimbulkan kehebohan setelah adanya SIDAK (inspeksi mendadak) di salah satu minimarket yang ada di Sumenep-Madura, JATIM. Pasalnya, banyak laporan dari masyarakat yang khawatir terhadap peredaran mie Samyang yang tidak ada label halal ataupun label dari Badan POM.

Seperti dikutip dari situs JPNN, MUI (Majelis Ulama Indonesia) cabang Sumenep mencurigai mie instan tersebut memiliki kandungan yang menggunakan enzim babi. Hal ini diperkuat dengan kemasan yang hanya mencantumkan bahasa Korea dan tidak memiliki sertifikasi dari lembaga yang berwenang di Indonesia.

Mie Samyang yang tidak memiliki label ini diketahui memiliki kemasan dengan warna kuning. Nah, mie instan Samyang yang berkemasan warna kuning ini adalah Ottogi Cheese Ramen.

Penjelasan BPOM Terkait Dugaan Adanya Babi pada Mie Instan merk Samyang

Sehubungan dengan pemberitaan adanya produk mie instan dari Korea dengan merk Samyang yang ditemukan di Sumenep-Madura dan diduga mengandung enzim babi, BPOM memberikan penjelasan sebagai berikut:

  1. Dari database BPOM, produk mie instan merk Samyang terdaftar di BPOM dengan beberapa nama importir.
  2. BPOM mengeluarkan izin edar setelah sebelumnya melakukan evaluasi terhadap aspek mutu, keamanan dan gizi, juga label produk pangan. Jika salah satu bahan baku yang dipergunakan mengandung atau berasal dari babi dan turunannya atau pada tahap produksinya bersinggungan dengan bahan yang mengandung babi, maka:
    a. Produk tersebut WAJIB mencantumkan gambar babi lengkap dengan tulisan warna merah “mengandung babi” di label produk pangan.
    b. Penempatan produk (display) di sarana retail harus terpisah dengan produk yang tidak mengandung babi.
  3. Berdasarkan post-market vigilance (pengawasan produk yang beredar di pasaran) melalui pengambilan sampel & uji parameter DNA babi, ditemukan bahwa tidak semua produk mie instan Samyang memiliki kandungan babi. Terkait produk yang memiliki kandungan babi namun tidak ada peringatan di kemasan-nya, BPOM sudah memerintahkan para importir terkait untuk menarik produk tersebut.
  4. Petugas BBPOM Surabaya bersama DINKES Kab. Sumenep sudah menelurusi dan memeriksa mie instan yang diduga mengandung Babi di Sumenep. Hasilnya, ditemukan produk mie instan Samyang yang memang tidak mempunyai izin edar. Hal ini akan ditindak-lanjuti sesuai perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.
  5. Untuk antisipasi & melindungi konsumen, BPOM sudah memberikan instruksi ke Balai Besar atau Balai POM di seluruh Indonesia agar terus memberikan pengawasan untuk produk yang tidak memenuhi persyaratan dan ketentuan; termasuk di dalamnya penggunaan Bahasa Indonesia di kemasan atau label produk pangan.
  6. BPOM akan terus memonitor perkembangan kasus ini. Langkah hukum akan diambil jika terdapat bukti-bukti yang cukup dalam pelanggaran peraturan perundang-undangan yang berlaku.
  7. BPOM memberikan himbauan agar pelaku usaha tidak membuat dan atau mengedarkan produk makanan yang tidak memiliki izin edar ataupun yang tidak sesuai dengan ketentuan.
  8. Masyarakat dihimbau untuk waspada dan melaporkan ke BPOM jika menemui produk yang mencurigakan atau tidak memiliki izin edar.

Semoga informasi ini dapat meningkatkan kewaspadaan kita terhadap produk makanan yang beredar di Indonesia.

Share:

Related Post

Close
Please support the site
By clicking any of these buttons you help our site to get better