Apoteker. Benar, orang yang dipandang mengetahui banyak tentang obat dan telah ter-sertifikasi disebut apoteker. Layaknya title dokter (dr.), apoteker juga merupakan sebuah profesi. Profesi berasal dari kata Profesional.

Mengapa apoteker bisa disebut profesional?

Hal tersebut tidak terlepas dari peran dan bidang yang digeluti serta tanggung jawab-nya. Untuk Peranan Apoteker di Farmasi Komunitas di antaranya meliputi:

  1. Tanggung jawab pada obat yang tertulis pada resep

Saat ini, pelayanan yang paling utama dari peran apoteker adalah informasi tentang obat yang sering kali diperlukan dan dibutuhkan oleh pasien.

Untuk memberikan informasi yang benar tentang obat, seorang apoteker harus selalu berada di TKP (Tempat Kegiatan Penjualan & Pelayanan :P ). Di samping itu juga harus mengetahui tentang:

a. bagaimana obat diminum (penggunaan)

b. bagaimana reaksi samping obat

c. bagaimana stabilitas obat pada berbagai kondisi

d. toksisitas dan dosis obat

e. rute penggunaan obat


f. ada yang ingin menambahkan ? ;)

  1. Tanggung jawab terhadap penjualan obat bebas

Tanggung jawab apoteker juga penting dalam kasus swamedikasi (pengobatan sendiri/penggunaan obat tanpa resep). Apoteker wajib:

a. “menasehati” pasien

b. mengarahkan pasien

c. ada yang ingin menambahkan ? ;)

Misalnya, apakah obat yang dipilih pasien itu cocok/sesuai? Atau pasien sebaiknya berkonsultasi dulu dengan dokter tentang penyakit dan obat yang sesuai dsb.

Nah, dari uraian singkat di atas lah sebuah tolak ukur ke-profesionalitas-an seorang apoteker terlihat. Seorang apoteker sejati akan lebih terbuka berkonsultasi dengan dokter dan pasien. Hal ini semata-mata dilakukan karena dedikasi dan “beban” moral yang ada di pundaknya. Moral sebagai seorang ahli dalam ilmu obat yang diperlukan pasien dan masyarakat.

Terkadang terdengar nada miring sekaligus aneh, “kalau mau uang banyak, jangan terjun di Farmasi Komunitas”. Bagaimana kalau objek-nya dirubah menjadi “kalau mau amal dan pengalaman banyak, terjun di Farmasi Komunitas aja” :mrgreen:

Bagaimana tanggapan Mahasiswa farmasi dan rekan-rekan senior sejawat atau bahkan ada pasien yang kebetulan baca? Pintu “comment” selalu terbuka koq ;) Sharing merupakan hal terbaik yang tidak pernah habis dibagi berapapun banyaknya 8)