Advertisements
Perpanjangan Tenggat waktu Implementasi Pedoman Prekursor Farmasi dan Obat Mengandung Prekursor Farmasi

Perpanjangan Tenggat waktu Implementasi Pedoman Prekursor Farmasi dan Obat Mengandung Prekursor Farmasi

Nah, semakin menarik saja “drama” Peraturan Pedoman Prekursor di Indonesia 😀
Setelah sebelumnya terbit Pelaporan Prekursor Farmasi dan Obat Mengandung Prekursor Farmasi, kemarin tanggal 4 April terbit lagi Surat Perpanjangan Tenggat waktu Implementasi Pedoman Prekursor Farmasi dan Obat Mengandung Prekursor Farmasi.

Apa arti dari isi surat perpanjangan tengat waktu tersebut? Yuk kita lihat isi suratnya:

Subject: Surat Badan POM Perpanjangan Tenggat waktu Implementasi Pedoman Prekursor Farmasi dan Obat Mengandung Prekursor Farmasi

Yth. Ibu / Bapak/ Sdr

– Ketua Umum – Ketua Umum Pengurus Provinsi – se Indonesia ;

– Ketua-Ketua Bidang ; Industri, Distribusi, Apotek; Pengurus Provinsi – se
Indonesia ;

– Pimpinan Industri Farmasi Anggota Aktif GP Farmasi Indonesia.

Sesuai aspirasi yg berkembang mengenai rumitnya pelaporan prekursor di jalur
distribusi: PBF, ritel plus pelayanan Farmasi di Apotek dan TO, Deputi 1 BPOM telah menerbitkan surat mengundurkan pelaksanaan implementasi pelaporan prekursor sampai akhir tahun 2014 (sebagaimana terlampir).

Namun, terbitnya surat penangguhan ini masih belum memenuhi keseluruhan yang kita kehendaki. Sikap dasar GPFI adalah keberatan atas adanya SE Deputi BPOM mengenai pelaporan prekursor. Masalah ini telah dikemukakan dalam beberapa pertemuan BPOM dengan unsur pengurus GPFI di daerah maupun pusat.

Kita berharap surat penangguhan sementara ini dapat menjadi pegangan bersama
sekaligus meredakan situasi yang ada, dalam kaitan kesulitan langkah operasional
distribusi sediaan obat mengandung prekursor di daerah-daerah.

Terimakasih atas partisipasi & kerjasama semua pihak atas hal ini.

Salam,

Darodjatun


Direktur Eksekutif
Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia
Jl. Angkasa No. 20A Kemayoran Jakarta 10620 Indonesia
Telp.: (021) 4203040 (hunting), Fax.: (021) 4203047-48
Website : www.gpfarmasi.org

Surat perpanjangan tengat waktu implementasi pedoman pengelolaan prekursor ini tidak hanya untuk Pedagang Besar Farmasi, namun juga untuk Apotek, Instalasi Farmasi Rumah Sakit dan Toko obat berizin.

Dalam surat Perpanjangan Tenggat waktu Implementasi Pedoman Prekursor Farmasi dan Obat Mengandung Prekursor Farmasi, ada kalimat yang harus digarisbawahi, yakni:

Pelakanaan Bab V Ketentuan Peralihan Pasal 7 dari Peraturan Kepala Badan POM RI No. 40 tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Prekursor Farmasi dan Obat lvlengandung Prekursor Famasi diperpanjang tenggat waktunya sampai akhir tahun 2014 khusus untuk sarana PBF, Apotek, IFRS dan Toko Obat Berizin.

Kemudian, jika kita buka Peraturan Prekursor nomor 40 tahun 2013 Bab V pasal 7, yang bunyinya:

BAB V
KETENTUAN PERALIHAN

Pasal 7
Industri Farmasi, Pedagang Besar Farmasi, Instalasi Farmasi Rumah Sakit, Apotek dan Toko Obat Berizin wajib melaksanakan pengelolaan Prekursor Farmasi dan/atau Obat mengandung Prekursor Farmasi paling lambat 3 (tiga) bulan sejak diundangkannya Peraturan ini.

So, apa kesimpulannya? Apakah PBF bisa mendistribusikan kembali tanpa menganut ke PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWASAN OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 2013 TENTANG PEDOMAN PENGELOLAAN PREKURSOR FARMASI DAN OBAT MENGANDUNG PREKURSOR FARMASI?

Kami sarankan, hubungi BPOM setempat, tunjukan surat Perpanjangan Tenggat waktu Implementasi Pedoman Prekursor Farmasi dan Obat Mengandung Prekursor Farmasi (terlampir di akhir tulisan).

Ok, sampai di sini dulu sobat Farmasis!
Silakan didownload:

  1. Surat BPOM Perpanjangan Waktu Implementasi Prekursor (Apotek)
  2. Surat BPOM Perpanjangan Waktu Implementasi Prekursor (Distributor – PBF)
Advertisements
Share:

Related Post

Close
Please support the site
By clicking any of these buttons you help our site to get better