Advertisements
Rumah Sakit Ini Rela Bayar “Tebusan” 200 Juta Lebih karena Terkena Ransomware

Rumah Sakit Ini Rela Bayar “Tebusan” 200 Juta Lebih karena Terkena Ransomware

Farmasi.Asia – Akhir minggu kedua di bulan Mei 2017, masyarakat Indonesia dikejutkan oleh siaran pers dari KOMINFO yang memberitakan bahwa ada 2 Rumah Sakit (RS) di Jakarta (RS Dharmais dan RS Harapan Kita) yang terkena Malware bertipe Ransomware dengan nama WannaCry. Kedua RS ini dimintai “tebusan” sebesar US$300 ke rekening Bitcoin penyerangnya. Uang tebusan ini memiliki waktu yang jika terlewat, nominal tebusan akan terus naik.

Sampai saat ini, belum diketahui apakah dua RS di Jakarta tersebut mau memberikan bayaran kepada para “teroris” online ini. Akan tetapi, ada kejadian yang mirip dan terjadi di Los Angeles (LA) yaitu, RS Hollywood Presbyterian Medical Center yang bersedia membayar uang tebusan agar datanya bisa “dibebaskan”.

Tidak tanggung-tanggung, pihak RS menggelontorkan dana hingga US$17ribu atau kurang lebih 230 juta rupiah agar segala data elektronik bisa terselamatkan.

Seperti dikutip dari Newyork Times, Hollywood Presbyterian Medical Center bersedia membayar tebusan itu karena mereka berpendapat hal tersebut adalah solusi terbaik dan tercepat.

Ransomeware WannaCry terdeteksi ada pada Computer Network (jaringan) RS sekitar 3 bulan yang lalu. Pihak manajemen sudah berusaha untuk meminta tolong ke pemerintah hingga 2 minggu lamanya mencari solusi, belum juga ditemukan.

Allen Stefanek selaku Presiden dari Hollywood Presbyterian Medical Center mengatakan bahwa serang WannaCry itu memang tidak menganggu proses jalannya pelayanan pengobatan kepada pasien atau mengambil data pasien. Akan tetapi, memberikan dampak berupa sulitnya berkomunikasi secara internal dengan alat elektronik.

“Cara terbaik dan tercepat agar sistem administrasi kami berfungsi kembali adalah dengan memberikan uang tebusan untuk kunci data yang terenkripsi” lanjut Stefanek.

Sekedar informasi tambahan, Ransomware bernama WannaCry ini memiliki cara kerja dengan menenkripsi data yang ada di komputer jaringan atau komputer pribadi bersistem operasi Windows; terutama yang versi bajakan (karena versi bajakan tidak mendapatkan update patch secara berkala dari Microsoft). Bukan berarti versi resmi berlisensi akan aman. Anda juga wajib mengupdate patch sesuai versi Windows Anda saat ini. Silakan ke halaman resmi Microsoft untuk memperoleh versi terbaru “tambalan” (patch) di sini.

Tips Mencegah Ransomeware WannaCry

Celakanya, kebanyakan RS di Indonesia masih menggunakan sistem Windows XP, yang mana versi ini sudah dihentikan supportnya beberapa tahun yang lalu. Jika masih menggunakan Windows XP, disarankan untuk mengupgrade ke minimal Windows 7; direkomendasikan ke Windows 10.

Jangan lupa untuk mengupdate AntiVirus atau AntiMalware. Kemudian, hati-hati saat mengklik link atau tautan yang ada pada email atau website yang kurang terpercaya (terlebih pada situs-situs software bajakan). Selalu backup data penting ke harddisk external atau cloud seperti iCloud, Google Drive atau Dropbox dan lain-lain.

Mudah-mudahan tulisan ini bisa memberikan kewaspadaan kepada rekan-rekan sejawat, terutama yang bekerja dengan menggunakan komputer bersistem operasi Windows.

Advertisements
Share:

Related Post

Close
Please support the site
By clicking any of these buttons you help our site to get better