Simplisia, Simpel yang Tidak Sia-Sia

Dalam suasana kelas yang ribut, tiba-tiba terdengar suara dari arah depan. Suara itu berasal dari dosen yang rupanya kesal karena tidak diperhatikan mahasiswanya. Dosen itupun bertanya kepada mahasiswanya,”Siapa yang berani bercerita tentang simplisia?” (seperti iklan saja). Mahasiswa yang awalnya acuh dan tidak perduli dengan penjelasan dosen, mengerutkan keningnya seperti sedang memikirkan sesuatu. Dosen pun memberikan kesempatan berpikir bagi mahasiswanya. Waktu terus berjalan dan ketika sepertinya tidak ada jawaban yang terucap, terlihat acungan tangan dari seorang mahasiswa, pertanda ingin meminta sesuatu kepada dosen. Aku mengenal mahasiswa itu, dia adalah salah satu mahasiswa yang kemana-mana selalu membawa buku. Mahasiswa tersebut berdiri dan meminta izin untuk menjawab. Dengan buku yang menjadi pegangannya dia mencoba menjelaskan tentang simplisia.

Simplisia adalah bentuk jamak dari kata simpleks yang berasal dari kata simple. DEPKES RI membuat batasan pengertian dari simplisia yaitu, bahan alami untuk obat dan belum mengalami perubahan proses apapun, kecuali dinyatakan lain umumnya berupa bahan yang telah dikeringkan. Simplisia dapat dibagi menjadi 3 : simplisia nabati, simplisia hewani, dan simplisia mineral.

Setelah mahasiswa itu selesai menjawab dan duduk kembali, dosen mengatakan sesuatu bahwa kegiatan membaca memang merupakan kegiatan sepele (simple), tetapi percayalah tidak ada kesia-siaan dalam setiap kegiatan yang kita lakukan.

Share:

Related Post

8 Comments

Comments are closed.

Close
Please support the site
By clicking any of these buttons you help our site to get better