Advertisements
Bonus dari Perusahaan Farmasi karena Dokter Jual Obat Mahal

Bonus dari Perusahaan Farmasi karena Dokter Jual Obat Mahal. Kongkalikong penjualan obat ternyata menguntungkan semua pihak yang terlibat. Dokter mendapat jatah 10-20 persen dari harga obat yang diberikan perusahaan farmasi.

Sementara sales marketing yang menjembatani transaksi juga kecipratan bonus gaji berlipat. Konspirasi berlangsung secara terbuka di Palembang.

Advertisements
Logo Halal pada Obat? Mungkinkah?

Berawal dari cerita rekan kerja yang menyatakan pernah ada selentingan kabar bahwa “akan diusulkan penempatan Logo Halal pada Obat”, akhirnya kami mencoba mendengar pendapat rekan-rekan farmasis di Grup Komunitas Farmasi di Facebook.

Sangat menarik pendapat-pendapat yang diberikan; tentunya beserta alasannya. Bagi Anda yang ingin turut serta berkomentar atau berpendapat, bisa melalui form komentar ini nantinya.

Berikut kami sajikan kembali pendapat rekan farmasis Indonesia tentang “Mungkinkah Logo Halal pada Obat?”

Menyambut Era e-Catalog dalam Tender ALKES dan Obat

www.Farmasi.asia – Mungkin, tahun 2012 adalah kali terakhir para distributor farmasi melayani pengadaan/tender melalui sistem lelang. Seperti disampaikan Bapak Agus Rahardjo selaku Kepala LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah) terkait proses pengadaan (alkes dan/atau obat-obatan) dilakukan tanpa lelang melainkan dapat langsung dibeli setelah melihat daftar yang terdapat di database situs. Daftar inilah yang dinamakan e-Catalog.

Akhir tahun 2012 kita akan coba menambah e-catalog alat kesehatan, obat dan alat kesehatan habis pakai seperti halnya pengadaan kendaraan yang sudah mengusung lebih dulu sistem e-Catalog. Dengan adanya e-Catalog yang tayang di situs, pemerintah bisa langsung membeli tanpa melalui proses lelang seperti yang dilakukan selama ini. (Agus Rahardjo, Oktober 2012)

e-Catalog Meminimalisir Penyimpangan

Melalui e-Catalog, pengadaan ALKES (Alat Kesehatan) dan Obat yang terdapat celah untuk terjadinya penyimpangan dapat diminimalisir. Mengapa bisa meminimalisir penyimpangan? Karena harga dan kualitas barang ALKES dan Obat yang terdaftar di e-Catalog sudah tercantum dengan jelas. Dengan adanya sistem e-Catalog, siapa pun bisa mengawasi agar tidak ada “pembengkakan biaya” alias Mark Up. Pihak pemerintah pun bisa leluasa memilih item produk yang dibutuhkan sesuai dengan anggaran dana yang tersedia.

Sistem e-Catalog ini memiliki akuntabilitas yang kuat mengantikan sistem pengadaan ALKES dan Obat terdahulu. Tujuan akhirnya agar tata kelola pengadaan menjadi lebih tertata dan baik. Efeknya, “kongkalikong” pun dapat dihindarkan karena harga yang sudah pasti. Indonesia Corruption Watch (ICW) pun menyambut baik akan hadirnya sistem pengadaan melalui e-Catalog ini

Tahun 2013 adalah Era e-Catalog

Menginjak tahun 2013, Balai LPSE (Layanan Pengadaan Barang/Jasa Secara Elektronik) akan merubah sistem pengadaan alat kesehatan dan obat-obatan dari lelang menjadi katalog elektronik (e-Catalaog). Selanjutnya, bagi Dinas atau Rumah Sakit pemerintah yang ingin mendadakan pengadaan tinggal memilih saja karena harga dan spesifikasinya sudah tertera jelas.

e-Catalog di farmasi.asia

Siapkah Distributor Farmasi Indonesia?

GP (Gabungan Perusahaan) Farmasi Indonesia menyatakan kesiapannya atas rencana pemerintah yang segera akan memberlakukan sistem e-catalog untuk proses tender kebutuhan farmasi di Indonesia. Dengan adanya sistem e-Catalog tersebut, pihak konsumen tidak perlu lagi melakukan tender secara manual.

Semua konsumen yang memerlukan produk farmasi tinggal menuliskan pada e-catalog, produk yang dibutuhkan apa, berapa, untuk daerah mana, dsb. Kemudian, pihak produsen akan mengajukan harga, termasuk siapa distributornya. Dengan begini proses pengadaannya (tender) menjadi lebih terbuka dan transparan. Sehingga, nantinya tidak perlu lagi ada tender manual. (Darodjatun Sanusi, November 2012).

Sistem e-catalog tersebut dapat meminimalisasi praktik kecurangan karena dapat diikuti oleh siapa saja, baik dari kalangan konsumen, produsen maupun distributor. Sehingga lebih fair.

e-Catalog bersinergi dengan SJSN (Sistem Jaminan Sosial Nasional)

Dengan adanya e-Catalog, Rencana penerapan Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) di tahun 2014 mendatang menjadi lebih dimudahkan karena sistem pembentukan harga yang tercantum dan juga bisa menjadi solusi terhadap masalah ketersediaan dan distribusi obat di daerah-daerah. Dengan kata lain, konsumen dapat melihat melalui e-Catalog seperti apa kemampuan distribusi produsen. Produsen Y seperti ini, Produsen X seperti itu. Konsumen juga bisa melihat distributor yang digandeng siapa? Bagaimana pengalamannya dll.

Menurut informasi, e-Catalog akan memuat sekurang-kurangnya 384 jenis ALKES dan OBAT yang secara umum sudah sering ditenderkan oleh Kementerian Kesehatan, pemerintah daerah maupun pihak konsumen lainnya.

Untuk itu, jika ingin survive, mau tidak mau selain produsen terus memproduksi ALKES atau Obat yang berkualitas, para distributor (PBF; Pedagang Besar Farmasi) pun harus meningkatkan standar pelayanan. Mari Menyambut Era e-Catalog dalam Tender ALKES dan Obat di tahun yang baru; 2013 🙂

Kapan Minum Obat bila sedang Puasa?

Kapan Minum Obat bila sedang Puasa? Nah, bagaimana solusinya? Di satu sisi, Anda ingin menjalankan ibadah puasa, di sisi lain, Anda juga harus meminum obat; baik untuk menjaga kesehatan, mengobati atau mencegah penyakit. Berikut beberapa tips agar kepatuhan dalam minum obat masih bisa dijalankan selama Bulan Suci Ramadhan.

news, or new..??

program 100 hari Ibu menkes Endang Rahayu Sedyaningsih, menekankan pada pergerakan kuratif, dan pergerakan dalam ekspor serta impor bahan baku obat. Produk-produk china sudah mulai merambah ke Indonesia dalam rangka Asean-China Free Trade Area. Tinggal hitung mundur menuju “kejayaan obat-obatan china” yang mendominasi. Apalagi dari dahulu kala, Obat China terkenal pamornya.

news, or new..??

RPP tentang pelarangan iklan rokok sudah didukung oleh

Daftar Obat selama Kehamilan

Daftar Obat selama Kehamilan. Selama kehamilan, seorang ibu wajib memperhatikan penggunaan obat yang dikonsumsinya. Mengapa? Sedikit-banyak, obat-obatan dapat mempengaruhi kondisi janin.

Sebagai contoh, peristiwa talidomida. Memang, pada hewan, obat ini hanya bersifat teratogen –meskipun pada dosis tinggi-, sedangkan pada manusia akan menimbulkan cacat janin meskipun pada dosis rendah!

Oleh sebab itu,

Mungkin yang akrab kita ketahui hanya sedikit tentang sediaan *bentuk* obat misalnya tablet, kapsul, puyer dan sirup. Sebenarnya sangat banyak sediaan-sedian dari obat, mungkin postingan kali ini tentang perkenalan dari beberapa sediaan obat.

1.Aerosol, yaitu sediaan yang dikemas di bawah tekanan, mengandung zat aktif terapeutik yang dilepas pada saat sistem katup yang sesuai ditekan. Sediaan ini digunakan untuk pemakaian topikal pada kulit dan juga untuk pemakaian lokal pada hidung, mulut atau paru-paru. *biasanya obat asma*

2. Kapsul, adalah sediaan padat yang terdiri dari obat dalam cangkang keras atau lunak yang dapat larut. *kalau bentuk yang ini pasti sudah akrab, untuk kapsul cangkang keras, seperti kapsul yang biasa kita minum, sedangkan untuk yang cangkang lunak seperti kapsul untuk Vitamin E*

3. Tablet adalah sediaan padat mengandung bahan

Obat Tukak Lambung

Farmasi.Asia – Sedikit ada info mengenai Obat Tukak Lambung. Di sarankan pembaca tulisan ini ialah  untuk mahasiswa kesehatan, tidak menutup kemungkinan bagi masyarakat maya yang ingin mengetahui isi tulisan ini haiaahhh muter-muter ckckck, Silahkan dibaca, bukan untuk di hapalkan, tapi dipahami 🙂

Penggolongan Obat tukak lambung-usus berdasarkan mekanisme kerjanya, yakni:

1. Antasida

Merupakan zat pengikat asam (anti=lawan, acidus=asam) atau basa-basa lemah yang digunakan untuk mengikat secara kimiawi dan menetralkan asam lambung. Efeknya adalah peningkatan pH, mengakibatkan berkurangnya kerja proteolitis dari pepsin (optimal pada pH 2), diatas pH 4 aktivitas pepsin menjadi minimal.

Dapat digunakan pada indigesti dan rasa terbakar, pada reflux oesophagitis ringan, dan pada gastritis. Obat jenis antasida dapat mengurangi rasa Nyeri di lambung dengan cepat.

Garam-garam magnesium dan Na-bikarbonat menaikkan pH isi lambung 6-8, CaCO3 sampai pH 5-6 dan garam-garam aluminiumhidroksida sampai maksimal pH 4-5. Antasida dengan aluminiumhidroksida dan magnesiumhidroksida boleh diberikan selama kehamilan.

Beberapa contoh golongan antasida

  • Senyawa Mg dan Al, sifat netralisasi baik tanpa diserap usus.
  • Natriumbikarbonat dan kalsiumkarbonat, bekerja kuat dan pesat, tetapi dapat diserap usus dengan menimbulkan alkalosis.
  • Bismutsubsitrat, membentuk lapisan pelindung yang menutupi tukak, dan juga berkhasiat bakteriostatis terhadap H.pylori.

Antasida harus digunakan kurang lebih 1 jam setelah makan dan sebaiknya dalam bentuk suspensi, bentuk sediaan tablet kurang efektif dan lambat dalam  proses penyerapan diusus.

2. Zat Penghambat Sekresi Asam

Dibagi menjadi 4 golongan menurut mekanisme kerjanya

tukak lambung
ilustrasi
  • H2-blockers, Obat-obat ini menempati reseptor histamin-H2 secara efektif disekitar permukaan sel-sel parietal, sehingga sekresi asam lambung dan pepsin berkurang. Contoh golongan obat ini ialah simetidin, ranitidin, famotidin, dan roxatidin) Wanita hamil dan menyusui tidak boleh menggunakan obat simetidin, ranitidin, dan nizatidin, karena dapat melintasi plasenta dan mencapai air susu.
  • Penghambat Pompa-proton (PPP), mengurangi sekresi asam (yang normal dan yang dibuat) dengan jalan menghambat enzim H+/K+ ATPase secara efektif dalam sel-sel parietal. Contohnya ialah omeprazol, lansoprazol, pantoprazol, rabeprazol, dan esomeprazol.
  • Antikolinergika, menghambat kegiatan muskarin dan asetilkolin, yang dalam saluran cerna berfek menekan sekresi getah lambung dan peristaltik. Contoh Obat ini ialah, pirenzepin dan fentonium.
  • Analgon prostaglandin-E1, menhambat secara langsung sel-sel parietal dan juga melindungi mukosa dengan jalan stimulasi produksi mucus dan bikarbonat (sering ditambahkan pada terapi NSAIDs).

3. Zat Zat Pelindung Ulcus

Menutup tukak dengan sesuatu lapisan pelindung terhadap serangan asam pepsin. Contohnya ialah sukralfat, Al-Hidroksida, dan bismut koloidal.

4. Antibiotika

Digunakan dalam kombinasi sebagai triple atau quadruple therapy untuk membasmi H.pylori. Contohnya ialah amoksisilin, tetrasiklin, klaritromisin, metronidazol, dan tinidazol.

5. Obat Penguat Motilitas

Sering dinamakan prokinetika atau propulsiva dan berdaya antiemetik serta antagonis dopamin. Gerakan peristaltik lambung dan usus duabelasjari dihambat oleh neurotransmitter dopamin. Efek ini ditiadakan oleh antagonis-antagonis tersebut dengan jalan menduduki reseptor DA yang banyak terdapat di saluran cerna dan otak. Blokade dari reseptor tersebut di otak menimbulkan gangguan ekstrapiramidal. Cisaprida dan domperidon tidak dapat melintasi barrier darah otak, sehingga aktivitasnya terbatas pada saluran cerna.
Penggunaan antiemetika pada gangguan lambung adalah karena pengaruh memperkuat motilitas lambung yang diperkirakan terganggu. Dengan demikian pengaliran kembali empedu dan enzim-enzim pencernaan dari duodenum ke aliran lambung tercegah. Tukak tidak dirangsang lebih lanjut dan dapat sembuh dengan lebih cepat.

6. Obat Penenang

Penyebab stress emosional merupakan penyebab lain tukak lambung (dan juga bertambah parah). contoh obatnya ialah meprobamat, oksazepam, atau benzodiazepin.

Tulisan ini berdasarkan hasil kuliah saya dari beberapa slide, Silahkan cari sendiri pustakanya. Kalo ga mau ribet, cantumkan aja pustaka dari, www.Farmasi.asia. Keren kan tuh .. 😛

Hmm, biasanya kita sering “memikirkan” bagaimana cara minum obat yang baik, betulkan?

Atau, efek apa saja yang bakal terjadi ‘setelah minum obat X”? Sekali lagi, benarkan? 😉

Berarti di sini ditambah lagi “pikirannya”, sebelum minum obat……… (trust me)

Obat, dengan masing-masing ciri khasnya, memiliki kemampuan “mengganggu” keadaan tubuh seseorang. Bisa buruk atau membaik, tergantung. Tergantung cara pakai, dosis, tujuannya, hehehehe………..

Jadi, kembali ke topik “sebelum minum obat, sebaiknya (bahkan sudah seharusnya, heee)”

tahukah anda, bahwa sebenarnya tubuh manusia memiliki tingkat adaptasi yang sangat luar biasa. sebagai contohnya adalah, reaksi tubuh untuk menumbuhkan kembali tulang yang patah, dan bagaimana tubuh membentuk tampilan seseorang dari kebiasaan hidupnya (cth konkrit: bentuk tubuh manusia dipengaruhi oleh cara duduknya).

tidak hanya itu, selain itu, pernahkan anda mendengar bahwa paru-paru seorang perenang maupun pelariprofesional memiliki kapasitas yang lebih besar dari orang normal..???

menarik bukan..?
sekarang tinggal diri kita yang memberikan arah, mau dibentuk sebagaimana tubuh ini..
satu hal yang bisa kita semua ketahui, tubuh manusia sangat sulit atau bahkan tidak dapat beradaptasi terhadap penyakit yang disebabkan oleh virus/bakteri..
wanna try..?
jadi sungguh amat perlu untuk kita mengetahui dosis obat maupun kinerja obat yang akan menggerogoti tubuh kita..
karena, yang membedakan obat dan racun hanyalah “dosis”..

glory tu pharmacist..

Close
Please support the site
By clicking any of these buttons you help our site to get better