Bidang Farmasi Kepolisian

Bidang Farmasi Kepolisian atau BIDFIPOL merupakan bagian dari Pusat Kedokteran dan Kesehatan Kepolisian Negara Republik Indonesia (PUSDOKKES POLRI); yang beralamatkan di Jalan Cipinang Baru Raya No.3B Jakarta Timur, 13420.

Unik ya? Ternyata Bidang Farmasi tidak melulu harus berada di ruang lingkup Rumah Sakit atau Apotik, melainkan juga berada di ranah para pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat; POLISI. Sebelum membahas lebih jauh, ada baiknya kita melihat sejarah singkat dari Bidang Farmasi Kepolisian (BIDFIPOL) ini.

BIDFIPOL diresmikan pada tanggal 19 Mei 1966 di Apotek Pusat POLRI di Jalan R. S. POLRI Keramatjati sebagai

Photobucket

Bismillah ir-Rahman ir-Rahim . . . Cobaan ini sedang menguji apakah kekuatan yang kita (tanaga kesehatan) bangun akan goyah atau tidak . .

“hanya orang2 yang terbuka yang memungkinkan anda sejajar dengan orang lain” (ilmu yang di dapat dari pelajaran asuhan kefarmasian bu endang budhiarti)

Beberapa minggu yang lalu penulis mendapat informasi mengenai gugatan terhadap UU kesehatan no. 36 tahun 2009 . .

Siapa yang tidak kenal Facebook? Bahkan sampai-sampai ada istilah “Hari gene ga punya facebook? Apa kata dunia?” Ups! Tentu saja tulisan ini bukan mengajak Anda -yang belum punya akun facebook- untuk mendaftar. Tulisan ini ingin “bercerita” tentang bagaimana suatu aplikasi di facebook bisa memperkenalkan Farmasi.

Banyak cara memang, di antaranya dengan membuat Grup ataupun sebuah Fans Page. Baru-baru ini, kami melihat “peluang” lain. Nah, pernahkah Anda melihat teman Anda yang menggunakan BlackBerry saat meng-update status mereka? Nantinya akan ada tulisan via Facebook for Blackberry®. Atau bagi Anda yang menggunakan Handphone atau ponsel, akan ada tulisan via Mobile Web.

Lantas? Apa hubungannya dengan memperkenalkan Farmasi?

Apoteker. Benar, orang yang dipandang mengetahui banyak tentang obat dan telah ter-sertifikasi disebut apoteker. Layaknya title dokter (dr.), apoteker juga merupakan sebuah profesi. Profesi berasal dari kata Profesional.

Mengapa apoteker bisa disebut profesional?

Hal tersebut tidak terlepas dari peran dan bidang yang digeluti serta tanggung jawab-nya. Untuk Peranan Apoteker di Farmasi Komunitas di antaranya meliputi:

  1. Tanggung jawab pada obat yang tertulis pada resep

Saat ini, pelayanan yang paling utama dari peran apoteker adalah informasi tentang obat yang sering kali diperlukan dan dibutuhkan oleh pasien.

Untuk memberikan informasi yang benar tentang obat, seorang apoteker harus selalu berada di TKP (Tempat Kegiatan Penjualan & Pelayanan 😛 ). Di samping itu juga harus mengetahui tentang:

Sudah sering dalam perkuliahan farmasi “terdengar” kalimat bahwa “Apoteker masa kini berorientasi pada pasien“. Apa yang dapat diambil dari pernyataan tersebut? “Masa kini” yang seperti apa? Abad ke-20? Ke-21? Sekarang? Atau hanya sebuah wacana pendidikan yang harus dihapal dan saat menuliskan kembali ketika ujian memperoleh nilai A?

Memang tidak 100% apoteker di Indonesia “melenceng” dari peran yang seharusnya mereka lakukan, tapi mengapa tidak 100%? Oleh sebab itu, pernah suatu ketika seorang apoteker ditanya, “mengapa tidak mendaftar menjadi PNS atau perusahaan?” dia menjawab dengan bijaksana dengan “aroma” ideologi yang sangat kentara, “karena Saya tidak ingin terikat. Jika Saya terikat dengan suatu lembaga, Saya akan sulit menentukan kebijakan untuk pasien karena Saya harus mendahulukan kepentingan lembaga dan (terkadang) mengesampingkan kebutuhan utama pasien”.

“Apoteker masa kini berorientasi pada pasien“? Atau masih menerapkan “sistem”

Close
Please support the site
By clicking any of these buttons you help our site to get better