Anak Kena Flu, Bolehkah Vaksin Difteri?

282
Vaksin Difteri
Farmasi.Asia - Ilustrasi Pemberian Vaksin Difteri

Saat anak tak enak badan, misalnya flu, pada hari imunisasi tiba, banyak orang tua yang mengurungkan niatnya. Bolehkah anak vaksin difteri saat flu?

Saat anak sedang sakit seperti flu, orang tua pasti inginnya anak istirahat agar cepat sembuh. Bahkan, banyak juga orang tua yang langsung membatalkan jadwal vaksin anak karena takut sakitnya bertambah parah. Sebenarnya, saat anak kena flu, bolehkah ia tetap mendapatkan Vaksin Difteri?

Menjawab pertanyaan ini, dr. Adeline Jaclyn dari KlikDokter mengatakan, vaksin difteri tetap bisa diberikan kepada anak-anak maupun orang dewasa meski sedang dalam kondisi sakit.

Bolehkah anak yang sedang flu mendapatkan vaksin difteri?

“Anak-anak ataupun orang dewasa yang sedang sakit seperti batuk, pilek, dan diare tetap boleh mendapatkan vaksin,” jawab dr. Adeline.

Namun pada anak, kondisi juga tergantung dari seberapa parah sakit yang ia derita. Biasanya, dr. Adeline mengatakan bahwa dokter akan menyarankan untuk menunda vaksinasi jika ia mengalami demam lebih dari 38 derajat Celsius, flu, atau infeksi serius lainnya.

“Akan tetap, jika anak hanya mengalami flu ringan, maka tidak perlu menunda vaksin. Mungkin nantinya anak akan rewel atau butuh waktu lebih lama untuk menoleransi reaksi vaksin difteri,” terang dr. Adeline.

Jika ada kondisi ini, vaksin difteri TIDAK boleh dilakukan

Vaksin difteri akan dilarang jika ada salah satu atau beberapa kondisi di bawah ini.

  • Jika pernah mengalami reaksi alergi yang mengancam nyawa terhadap vaksin tetanus, difteri, atau pertusis.
  • Jika memiliki kelainan neurologis yang memengaruhi otak (hilang kesadaran atau kejang dalam waktu lama) dalam waktu 7 hari setelah menerima vaksin pertusis sebelumnya.
  • Jika pernah menerima vaksin serupa dan mengalami demam tinggi (lebih dari 40 derajat Celsius), gangguan neurologis, pingsan atau syok, sakit parah, kemerahan, nyeri tekan, bengkak, atau muncul benjolan saat suntikan diberikan.
  • Alergi karet lateks.
  • Epilepsi berat atau gangguan kejang lainnya.
  • Punya sindrom Guillain-BarrĂ© (dalam waktu 6 minggu setelah menerima vaksin yang mengandung tetanus).
  • Vaksin mungkin perlu ditunda atau tidak diberikan sama sekali jika Anda punya sejarah kejang, daya tahan tubuh lemah akibat penyakit, transplantasi sumsum tulang belakang, menerima perawatan kanker, serta jika sudah kurang dari 10 tahun sejak terakhir kali menerima suntikan tetanus.

Jadi, anak yang kena flu tetap boleh vaksin difteri, tetapi tergantung seberapa parah penyakitnya. Biasanya, dokter akan menyarankan untuk menunda vaksin jika ia demam lebih dari 38 derajat Celsius. Namun, jika flu tergolong ringan, maka pemberian vaksin tidak perlu ditunda.

Advertisements