Kosmetika sebagai “Panggung Praktek Apoteker Aestetik” Kekinian

432
Praktek Apoteker Aestetik

Farmasi.Asia – Maraknya peredaran produk kosmetik di dunia maya saat ini sungguh luar biasa, menurut survey konsumen ZAP Beauty Index, 73% perempuan Indonesia dari 17.889 responden memang mencari ulasan lebih dulu dari internet. Sebanyak 55% mencari referensi di Instagram, dan 41% dari YouTube. Pengguna produk kosmetik ini tidak hanya didominasi oleh kaum hawa, saat ini semakin banyak kaum adam menunjukkan minat terhadap produk perawatan kulit dan kecantikan, dari produk deodorant, krim cukur, lotion hingga pelembab wajah dan tabir surya. Menurut Allied Market Research, industry perawatan diri kaum Adam nilainya diprediksi mencapai 2,4 Trilliun di tahun 2022, itu artinya pangsa pasar bisnis kecantikan khusunya kosmetik semakin luas.

Menurut UU Kesehatan no 36 tahun 2009┬átentang Kesehatan, yang dimaksud sediaan farmasi adalah obat, bahan obat, obat tradisional dan kosmetika, dimana semua aspeknya terangkum dalam praktek kefarmasian. Sudah seharusnya Apoteker menjadi expert di ranah tersebut, jadi bukan hanya obat-obatan & obat tradisional, tapi kosmetika harus jadi concern kita sebagai seorang Apoteker. Pertanyaannya “apakah pantas, apakah layak, apakah menguntungkan, apakah berani mengambil peluang ini?”

Bila dilihat dari segi kepantasan dan kelayakan jawabannya adalah sangat pantas dan sangat layak, bagaimana tidak? wong Apoteker sudah dibekali ilmu yang mumpuni selama proses pendidikan serta telah ditegaskan pula dengan jelas dan gamblang dalam Peraturan perUndang Undangan.

Pertanyaan berikutnya apakah menguntungkan? Jawabannya jelas sangat menguntungkan, karena pangsa pasarnya luas dan terus meningkat, tidak jarang konsumen kosmetik sangat royal membelanjakan uangnya agar tetap cantik.

Pertanyaan terakhir apakah kita berani mengambil peluang ini? Tentu ini kembali kepada sekmentasi pasar dan passion yang kita pilih dalam berpraktek.

Di era digital saat ini banyak perusahaan kosmetik yang memanfaatkan jasa atau bisa dibilang berkolaborasi dengan para Vlogger kecantikan atau YouTuber terkenal, sebut saja Tasya Farasya, Suhai Salim atau lainnya yang mempunyai subcriber di atas 650 ribuan. Dari tutorial make-up, sampai dengan mengulas produk-produk kecantikan serta skincare keluaran terbaru habis “digarap”, sementara Apoteker dengan ilmu yang ada seolah “tenggelam dalam peradaban”. Masih sangat jarang Apoteker yang concern & berinteraksi langsung dengan klien di dunia perkosmetikan, baik secara online maupun offline, pada sarana praktik di Apotek pun belum banyak yang menyediakan produk kosmetik.

Dalam menjalankan praktik Apoteker yang concern di bidang kosmetik dan kecantikan atau sebut saja “Apoteker Aestetik“, kita bisa bertindak sebagai konselor produk kosmetik yang bersifat holistik, artinya kita melihat kondisi pasien secara menyeluruh, tidak pada keluhannya saja, misalkan untuk kasus melasma kita perlu tahu data dan kondisi klien dari umur, jenis kelamin, kontrasepsi yang digunakan, pola makan, kebiasaan beraktifitas, serta produk kosmetik apa saja yang sudah digunakan, sehingga kita bisa memberikan saran dan pilihan produk kosmetika atau sediaan farmasi lainnya yang tepat untuk klien.

Untuk menjalankan praktik Apoteker Aestetik Holistik tentu diperlukan pelatihan, workshop atau seminar lanjutan agar Apoteker mempunyai bekal pengetahuan yang baik dalam berpraktek, sehingga pelayanan kita bisa berkembang tidak hanya pada produk tetapi sekaligus jasa.

Sudah seharusnya kita sebagai Apoteker harus berperan aktif dan turut bertanggung jawab dalam peredaran kosmetika agar masyarakat memperoleh informasi serta produk kosmetik yang tepat, aman, dan bermutu, dengan harga yang baik. Semoga nanti muncul vlogger atau YouTuber dari kalangan insan Apoteker.

Advertisements
SHARE
Previous article64 Tahun, Bagaimanakah Wajah Apoteker Indonesia?
Next articleMengapa Apoteker (Tidak) Menulis?
Surya Wahyudi S.Si., MM., Apt. adalah Ketua PD IAI Kalsel periode 2018-2022 dan juga Owner Surya Farma Klinik & Skincare serta Praktisi Apoteker Herbal & Aestetik.