Mencari Sosok Teladan Apoteker

146
Apoteker Teladan

“Kak, ada gak ya tokoh yang bisa kita contoh atau teladani di dunia kefarmasian Indonesia?”

Pertanyaan tersebut terlontar dari seorang lulusan baru apoteker yang baru disumpah beberapa saat yang lalu. Dia secara tidak langsung mencari sosok teladan apoteker. Wajar, sebagai lulusan baru mencari seseorang yang bisa diikuti dalam melaksanakan berbagai seluk beluk kefarmasian di dunia kerja.

Sosok teladan. Inilah yang dicari-cari oleh seorang apoteker lulusan baru. Dia ingin mengikuti seseorang yang bisa memberikan teladan yang baik yang akan memberikan inspirasi dan motivasi tidak hanya dalam perkataan, tulisan, tetapi juga dengan tindakan.

Teladan di dalam kamus besar bahasa Indonesia dijelaskan adalah sesuatu yang patut ditiru atau dicontoh (tentang perbuatan, kelakuan, sifat, dan sebagainya). Jika itu seorang apoteker maka sosok tersebut yang bisa dijadikan acuan perbuatan, kelakuan, sifat dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Ada benarnya sebuah pernyatakan yang menerangkan bahwa zaman sekarang ini sangat banyak tontonan tapi sedikit tuntunan. Tuntunan yang menjadi seorang teladan yang mampu memberikan arahan dan bimbingan ke jalan yang benar agar orang yang baru masuk ke dunia kefarmasian yang nyata bisa mengikuti dan mencontoh hal-hal tersebut.

Adakah sosok teladan apoteker tersebut? Jika ada siapakah sosok-sosok tersebut? Apakah kita harus memberikan jawaban sebagai berikut?

Silahkan teladani orang-orang yang ada PC, PD, dan PP, orang-orang yang ada di MEDAI daerah dan pusat, orang-orang yang ada di dewan pengawas daerah dan pusat, dewan pakar, dan dewan penasihat.

“Haduh, banyak sekali, saya jadi bingung siapa-siapa aja mereka. Coba sebutkan satu nama?” kembali melontarkan pertanyaan.

Jleb. Rasanya sudah tidak berkutik. Saat pertanyaan kedua terlontarkan. Apakah ada diantara kita yang bisa menyebutkan satu nama sosok apoteker yang bisa dijadikan teladan untuk apoteker-apoteker baru yang masih bingung dan tak tahu arah ke mana dia melangkah?

Seperti halnya kita pribadi, saat memasuki tempat atau hal yang baru. Kita akan mencari seseorang yang bisa dijadika pijakan yang mampu mengarahkan dan membimbing agar berada di jalan yang benar. Tentu, bukan hanya sekadar mengarahkan dan membimbing lewat ucapan dan tulisan tetapi lebih kepada perilaku, sikap, dan kepribadian yang bisa diikuti.

Sosok teladan. Kita pun sekarang mungkin masih mencari-cari. Di manakah sosok tersebut bersembunyi? Bersembunyi bukan berarti tidak ada. Atau malah selama ini kita kehilangan sosok teladan?

Sosok yang mampu membawa perubahan menuju yang lebih baik lagi. Sosok yang ketika berbicara didengarkan dengan khidmat, sosok yang memberikan contoh lewat akhlak terpuji yang ada di dalam dirinya. Di manakah sosok itu berada?

Tidak hanya apoteker-apoteker baru yang mencari sosok tersebut. Apoteker-apoteker lama pun ternyata ikut mencari keberadaan sosok tersebut. Inikah yang menjadi penyebab semua apoteker kehilangan arah dan langkah dalam melaksanakan berbagai praktik dan aktivitas kefarmasian?

Puluhan ribu apoteker terdata yang ada di Indonesia. Dari puluhan ribu itulah kita mencari sesosok teladan yang bisa memberikan pencerahan ke arah yang lebih baik. Perubahan yang lebih baik, bukan sebaliknya menuju sebuah ketidakbaikan.

Kembali ke pencarian sosok teladan apoteker. Sampai kapankah kita akan mencari sosok tersebut? Atau di antara kita semua sudah ada yang mengetahui sosok tersebut tetapi hanya berdiam diri tak mau menyebarluaskan sosok yang ada itu?

Jika sosok teladan itu belum kita temukan. Bisakah kita sendiri yang memunculkan? Ibarat sebuah buku jika kita tidak menemukan buku yang kita cari. Maka tulislah buku tersebut. Berbenah diri untuk menjadi pribadi apoteker yang lebih baik. Minimal bisa memberikan contoh kepada apoteker-apoteker baru yang masih berumur jagung. Apa yang mereka rasakan sama seperti apa yang kita rasakan dulu saat baru lulus apoteker. Apakah kita akan membiarkan saja dalam kondisi yang ada ini?

Menjadi sosok teladan memang tidak mudah. Saat seseorang menjadi sosok teladan, dia pun mencari sosok teladan yang lain pula. Untuk bisa dijadikan contoh bagi dirinya. Sebab, lumrahnya manusia selalu mengikuti atau mencontoh hal-hal yang ada di dalam kehidupan.

Jika sudah tidak ada lagi sosok yang bisa dijadikan teladan dan contoh. Bagaimanakah perkembangan apoteker di masa yang akan datang? Apoteker akan terus ada dan berjalan walaupun tanpa sebuah perubahan mendasar yang ada di dalam sosok teladan.

Sosok teladan apoteker sangat kita nantikan keberadaannya. Sosok itu bisa dimulai dari diri masing-masing apoteker terlebih bagi para pengurus organisasi profesi. Jabatan yang diemban di pundak itu adalah amanah. Dari amanah itu pulalah kita harus berbenah menjadi pribadi yang lebih baik. Pengurus akan dilihat oleh anggota. Inilah contoh nyata saat apoteker baru bertanya tentang sosok teladan. Dia kelak akan mencari sosok itu ada pada pengurus-pengurus organisasi profesi. Tapi, jika pengurus pun tidak menyadari bahwa dirinya sedang dicari dan diharapkan bisa menjadi teladan bagi anggota maka anggota pun tak akan bisa menemukan sosok teladan yang mereka nanti-nantikan.

Kini apoteker muda mencari sosok teladan mereka
Namun, sosok itu belumlah terlihat oleh mata
Sosok yang menjadikan apoteker semakin dipercaya
Sosok yang berjuang untuk kepentingan bersama
Bukan hanya untuk kepentingan pribadi seorang saja
Apoteker bersama
Tuk kemajuan Indonesia
Contoh lebih mengena
Jika dibanding seuntai ucapan belaka
Sosok teladan dicari semua
Untuk perubahan yang nyata
Berubah menjadi lebih baik walau tak sempurna

Advertisements
SHARE
Previous articleSudahkah Profesi Apoteker Dihormati dan Dihargai?
Next articleBerapakah “Harga Jual” Apoteker?
Aulia Rahim M.Farm., Apt., seorang apoteker sekaligus pengajar di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Borneo Lestari. Selain itu juga diamanahi sebagai ketua bidang hubungan masyarakat Himpunan Seminat Farmasi Masyarakat (HISFARMA) Ikatan Apoteker Indonesia Pengurus Daerah Kalimantan Selatan periode 2018-2022. Sejak kuliah aktif di berbagai organisasi salah satunya Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Farmasi. Menempuh pendidikan S1, profesi dan S2 di Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta. Sempat diberikan kepercayaan dari dekanat untuk menjadi repoter Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan.