Menjadi Apoteker AoC

718
Pembekalan Pelantikan Apoteker AoC Gema Cermat Banjarmasin 2019
Pembekalan dan Pelantikan Apoteker AoC Gema Cermat Banjarmasin 2019

Farmasi.Asia – AoC merupakan akronim dari Agent of Change yang bermakna agen perubahan. Istilah ini pada mulanya identik dengan mahasiswa. Jika kita masih ingat beberapa peran mahasiswa, salah satunya adalah agent of change. Tidak hanya mahasiswa, beberapa profesi pun bisa menjadi agen perubahan contohnya apoteker.

Tidak semua apoteker diberikan amanah agent of change, tetapi tidak perlu menunggu menjadi AoC terlebih dahulu saat seorang apoteker ingin menjadi agen perubahan. Agen perubahan merupakan agen yang mampu mengubah kondisi di sekitarnya. Tentu, bukannya kondisi eksternal terlebih juga harus dibersamai dengan kondisi internal (dalam diri pribadi). Perubahan yang berjalan beriringan antara diri sendiri dan orang lain. Saat kita hendak mengubah orang lain, pribadi sendiri pun harus juga berubah. Jangan sampai orang lain diubah menjadi lebih baik, tetapi diri sendiri tidak diubah.

Kita pun tidak dituntut untuk menjadi lebih baik dahulu baru menjadikan orang lain lebih baik. Keduanya bisa dijalani secara bersamaan. Diri pribadi diubah dan orang lain diubah. Kata kuncinya yakni keduanya saling melengkapi.

Menjadi apoteker AoC adalah kewajiban dari semua apoteker sebab apoteker merupakan profesi yang selalu bersentuhan dengan masyarakat. Terlepas di bidang apapun apoteker tersebut. Tentu, apoteker akan terjun ke masyarakat, walaupun dia seorang apoteker yang bekerja di industri. Tetapi, kehidupannya pun pasti tidak bisa terlepas bersentuhan dengan masyarakat.

Jika kita telusuri dari nine star pharmacist, kita akan menemui beberapa bintang yang berhubungan dengan masyarakat antara lain:

  1. Care giver
    Care giver yang berarti memberikan kepedulian. Tentu, kepedulian yang dimaksud adalah kepedulian kepada masyarakat terkait pelayanan kefarmasian. Terlebih diera sekarang ini yang berorientasi kepada pasien. Apoteker diminta untuk lebih peduli lagi terhadap pasien.
  2. Desicion maker
    Sang penentu keputusan terkait pekerjaan kefarmasian yang berhubungan dengan tenaga kesehatan lainnya ataupun masyarakat luas. Masyarakat luas bisa kita artikan adalah pasien. Apoteker akan menentukan perubahan dosis, bentuk sediaan menyesuaikan dengan kondisi pasien agar tercapai pengobatan yang aman, efektif, dan rasional
  3. Long life learner
    Sang pembelajar. Apoteker tidak hanya belajar dari teori-teori yang sudah ada ataupun teori-teori yang terbarukan tetapi juga belajar dari pengalaman salah satu pengalaman yang bisa dipelajari adalah saat berinteraksi dengan masyarakat. Dari interaksi dengan masyarakat itulah apoteker banyak mendapatkan berbagai keilmuan dan pengalaman lainnya secara langsung dan membuat apoteker untuk selalu belajar menyesuaikan perkembangan zaman dan masyarakat.
  4. Communicator
    Seorang yang mampu berkomunikasi dengan baik, tidak hanya berkomunikasi antar tenaga kesehatan lainnya tetapi juga kepada masyarakat luas. Memberikan pelayanan kefarmasian seperti: pelayanan informasi obat, penyuluhan, konseling, dan konsultasi obat. Ini menjadi bintang yang sangat penting yang harus dimiliki oleh seorang apoteker. Dari bintang ini pula terkadang banyak apoteker yang kurang percaya diri untuk berinteraksi dengan orang lain, sebab kemampuan berkomunikasi yang masih minim dan belum terbiasa.
  5. Teacher
    Sang pendidik yang tidak hanya mampu mendidik diri sendiri tetapi juga mampu mendidik masyarakat untuk membagikan ilmu pengetahuan dan pengalaman yang telah diperoleh agar lebih bermanfaat dan menyebarluaskannya supaya dapat rasakan oleh orang banyak tentang hal-hal yang berkaitan dengan dunia kesehatan pada umumnya dan dunia kefarmasian pada khususnya.
  6. Research
    Peneliti. Apoteker tidak hanya meneliti yang berhubungan obat-obatan tetapi juga melaksanakan penelitian yang berkaitan dengan masyarakat. Sebab, hasil penelitian itulah yang akan digunakan dan dimanfaatkan demi sebuah perubahan di masyarakat.
  7. Entrepreneur
    Wirausaha, seorang apoteker pun harus bisa mandiri membuka lapangan pekerjaan untuk masyarakat agar tercipta masyarakat yang sejahtera dan bisa menjadi pioner dalam mengurangi pengangguran yang masih bertebaran di negara Indonesia.

Tujuh dari sembilan bintang farmasis berhubungan dengan masyarakat. Bukti ini menyatakan bahwa memang setiap apoteker adalah AoC. Terlepas apoteker tersebut sudah dilantik ataupun belum menjadi seorang apoteker AoC. Apoteker ada untuk masyarakat. Sebab, masih masyarakat masih banyak yang belum mengenal dan mengetahui siapa itu sosok yang bernama apoteker? Inilah yang menjadi tugas bersama untuk apoteker seluruh Indonesia menghadirikan dirinya di tengah-tengah masyarakat. Membuktikan bahwa apoteker itu ada untuk masyarakat.

Saat belum dilantik menjadi apoteker AoC, tetaplah terus berkarya dan mengabdi wahai apoteker seluruh Indonesia, mengabdi untuk masyarakat, mengabdi untuk negeri, mengabdi untuk profesi. Anggap saja apoteker AoC itu adalah apoteker penggerak apoteker. Apoteker yang menggerakkan para apoteker untuk melakukan berbagai perubahan yang bisa dilakukan oleh seorang apoteker. Apoteker yang menjadi contoh agar apoteker yang lainnya pun ikut bergerak dan terinspirasi untuk melakukan hal yang sama dengan apoteker-apoteker AoC, sebab tujuan yang dimiliki oleh semua apoteker sama yakni tujuan untuk memperkenalkan dan mengabdi kepada masyarakat.

Apoteker harus berubah. Apoteker harus mengevaluasi dirinya masing-masing untuk segera berubah menjadi lebih baik lagi. Perubahan apoteker itulah yang sangat diharapkan. Jika kita tidak mampu mengubah apoteker seluruh indonesia minimal kita bisa mengubah diri kita sendiri sebagai seorang apoteker. Perubahan besar itu tidak akan bisa terjadi tanpa diawali oleh perubahan-perubahan kecil yang dilakukan terlebih dahulu.

Agent of change untuk apoteker sendiri dan untuk masyarakat. Perubahan itu tidak akan pernah terjadi jika tidak ada yang memulainya. Perubahan apoteker pun tidak akan terjadi saat apoteker sendiri tidak mau berubah. Mari semua apoteker kita berubah, berubah menjadi lebih baik dibersamai dengan kita merubah masyarakat Indonesia untuk lebih baik lagi.

Aulia Rahim AoC Banjarmasin

Menjadi apoteker AoC adalah sebuah amanah. Amanah untuk bisa mengubah diri apoteker dan mengubah masyarakat demi tercapainya peningkatan kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.

Menjadi apoteker AoC adalah apoteker yang bergerak. Tanpa menunggu perintah dan berinisiatif sendiri untuk melakukan sebuah perubahan walaupun perubahan yang kecil. Bukan melihat besar kecilnya sebuah perubahan tetapi lihatlah proses menuju perubahan tersebut.

Agent of change dimulai dari diri sendiri, dimulai dari hal-hal yang kecil, dan dimulai dari sekarang.

Berubahlah apoteker Indonesia. Apoteker Indonesia berubah.

Advertisements
SHARE
Previous articleMengapa terjadi “Pemotongan” Apoteker di Rumah Sakit?
Next articleOBAT INOVASI Tawarkan Digitalisasi Pembelajaran di Pendidikan Tinggi Farmasi kepada APTFI
Aulia Rahim M.Farm., Apt., seorang apoteker sekaligus pengajar di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Borneo Lestari. Selain itu juga diamanahi sebagai ketua bidang hubungan masyarakat Himpunan Seminat Farmasi Masyarakat (HISFARMA) Ikatan Apoteker Indonesia Pengurus Daerah Kalimantan Selatan periode 2018-2022. Sejak kuliah aktif di berbagai organisasi salah satunya Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Farmasi. Menempuh pendidikan S1, profesi dan S2 di Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta. Sempat diberikan kepercayaan dari dekanat untuk menjadi repoter Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan.