Tanda Penyakit Jantung Pada Wanita Post Menopause

397
menopause dan penyakit jantung

Farmasi.Asia – Penyakit jantung adalah salah satu penyakit degeneratif terjadi akibat dari proses penuaan. Pola makan yang tidak benar, radikal bebas adalah penyebab utama proses degeneratif pada tubuh kita. Penyakit jantung merupakan penyebab utama kematian orang dewasa di Amerika Serikat dan Kanada. Penyakit jantung bisa menyerang siapa saja, terutama mereka yang memiliki faktor resiko terkena penyakit ini. Salah satu yang memiliki faktor resiko cukup tinggi adalah wanita yang memasuki usia 55 tahun, dan sudah mengalami menopause. Wanita post menopause mulai menyusul pria dalam hal resiko penyakit jantung. Tanda penyakit jantung pada wanita post menopause tidak spesifik, terkadang hanya dikira sakit pencernaan biasa. Dokter yang tidak memiliki keahlian khusus tidak akan memikirkan kemungkinan penyakit jantung, karena gejala yang ditimbulkan tidak spesifik.

Menurut penelitian yang sudah dilakukan, 43% wanita yang menderita penyakit jantung tidak menunjukkan gejala yang khas. Tanda penyakit jantung pada wanita memang kadang tidak sama dengan pria, lebih mirip dengan sakit lambung atau sering disebut maag. Berikut akan kita bahas satu persatu tanda dan gejala penyakit jantung pada wanita yang telah mengalami menopause.

penyakit jantung
ilustrasi | sumber gambar: CeritaMedan.com
  1. Angina Pektoris
    Angina pektoris sering disebut nyeri dada, padahal angina tidak selalu sama dengan nyeri dada. Hal ini sering terjadi berupa nyeri di dada bagian kiri. Nyeri dada yang disebabkan angina biasanya akan terasa seperti tertekan yang menyebar ke seluruh bagian dada, terjadi selama beberapa menit. Rasa nyerinya kemudian terasa hilang timbul selama beberapa saat. Para wanita biasanya tidak menyadarinya, dan mengira itu gejala penyakit lain.
  1. Nyeri Di Bagian Tubuh Lain
    Rasa nyeri dan tidak nyaman tidak hanya dirasakan di dada, tetapi juga menjalar ke bagian lain. Adapun area yang merasakan nyeri adalah leher, lengan, rahang, dan punggung. Pria yang menderita penyakit jantung tidak merasakan gejala tersebut. Karena itulah banyak yang tidak menyadari bahwa itu adalah tanda penyakit jantung pada wanita.
  1. Sakit Perut Disertai Mual
    Sakit perut yang menandakan penyakit jantung biasanya berupa rasa sakit tertekan pada perut dan bisa menjalar ke ulu hati. Gejala ini lagi-lagi mirip dengan gejala gastritis atau maag. Sering para wanita tidak menyadari kalo itu adalah gejala sakit jantung. Maka untuk mendapatkan diagnosa yang tepat hendaklah pergi ke dokter yang tepat, dengan spesialisasi penyakit jantung.
  1. Sesak Napas
    Sesak napas merupakan gejala umum pada semua penderita penyakit jantung baik pria ataupun wanita. Hal itu terjadi karena jantung tidak bisa memompa darah dengan maksimal ke seluruh tubuh. Sehingga darah yang mengandung oksigen ke paru-paru terhambat, akibatnya timbul sesak napas akibat masukan oksigen yang kurang di dalam tubuh.
  1. Keringat Dingin
    Keringat dingin biasanya muncul pada semua penderita penyakit jantung. Hal tersebut muncul baik saat beraktivitas ataupun sedang diam tidak melakukan aktivitas apa-apa. Sayangnya gejala ini sering salah diidentifikasi, karena merupakan gejala yang tidak spesifik. Gejala keringat dingin biasanya juga muncul pada keadaan gula darah rendah (lapar), paru-paru basah atau pneumonia.
  1. Penurunan Nafsu Makan
    Sakit perut dan rasa mual yang biasanya dirasakan oleh wanita penderita sakit jantung juga akan menyebabkan nafsu makan menurun. Kondisi tersebut lambat laun ikut memperburuk kondisi penderita dan menyebabkan berat badan turun.
  1. Pembengkakan Pada Beberapa Bagian Tubuh
    Penyakit jantung yang sudah pada tahap parah, dan tidak mendapat penanganan akan menyebabkan tubuh penderitanya membengkak. Kondisi tersebut akan terjadi bila penyakit jantung sudah mengalami komplikasi berupa gangguan ginjal. Ginjal tidak lagi dapat menyaring cairan tubuh dengan baik, sehingga terjadi penumpukan cairan perifer dan terjadi pembengkakan.

Penyakit jantung pada wanita bukannya tidak bisa dicegah, keadaan tersebut bisa dicegah dengan melakukan pola hidup sehat. Sesungguhnya mencegah lebih baik daripada mengobati, jadi mulailah hidup sehat dari sekarang agar tetap sehat dimasa tua nanti.

Advertisements
SHARE
Previous articlePeluang Bisnis Online di Tengah Pandemi
I am very proud to be an editor at www.farmasi.asia. If you have an interest in the world of publishing, let's join with us ;)