Di Manakah Wadah Apoteker Berhimpun?

433
IAI Wadah Apoteker Berhimpun

Farmasi.Asia – Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) adalah suatu organisasi profesi Apoteker yang ada di Indonesia yang telah ditetapkan dengan surat keputusan Menteri Kesehatan RI. DI dalam Anggaran Dasar IAI pada pasal 7 disebutkan bahwa IAI mempunyai fungsi antara lain:

  1. Sebagai wadah berhimpun para apoteker Indonesia
  2. Menampung, memadukan, menyalurkan, dan memperjuangkan aspirasi apoteker Indonesia
  3. Membina para anggota dalam rangka meningkatkan dan mengembangkan profesi farmasi dan ilmu pengetahuan & teknologi kefarmasian

Berfokus pada poin pertama fungsi IAI yakni sebagai wadah berhimpun para apoteker Indonesia. Sudah berjalankan fungsi pertama tersebut?

Jika IAI menjadi wadah berhimpun para apoteker Indonesia, maka di sinilah tempat para apoteker berkumpul bersama-sama, terlepas dari berpraktik yang dijalankan sehari-hari baik di apotek, puskesmas, rumah sakit ataupun sarana kefarmasian lainnya. Namun, selama ini IAI di segelintir daerah ataupun cabang hanya dijadikan tempat untuk mengurus mutasi dan rekomendasi. Apakah hanya dua itu saja tujuan apoteker ada di dalam IAI? Mutasi pada saat pindah ke cabang lain dan rekomendasi saat ingin berpraktik. Padahal, tidak hanya dua tujuan itu saja yang diharapkan oleh para pengurus IAI baik di tingkat cabang, daerah maupun pusat. Mereka menginginkan IAI menjadi sebenar-benarnya wadah berkumpul para apoteker Indonesia yang berada sesuai dengan daerah atau cabang masing-masing apoteker.

IAI bukan hanya milik pengurus saja tetapi IAI pun juga miliki anggota. Tanpa pengurus, IAI tidak bisa menjalankan kegiatan organisasinya. Tanpa anggota pun kegiatan organisasi tidak bisa berjalan. Dari sini bisa kita ketahui bersama bahwa IAI adalah wadah untuk semua apoteker berhimpun, terlepas ia sebagai anggota ataupun sebagai pengurus.

Rasa kepemilikan yang harus ditanamkan kuat-kuat sejak pertama kali masuk Ikatan Apoteker Indonesia. Keanggotaan IAI jika mengacu pada Anggaran Rumah Tangga IAI pasal 8 diterangkan bahwa anggota IAI adalah apoteker warga negara Republik Indonesia lulusan perguruan tinggi dalam atau luar negeri yang ijazah yang telah diakui oleh Departemen Pendidikan Nasional (sekarang Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi), dengan cara mengajukan permintaan sebagai anggota serta memenuhi syarat yang ditentukan dalam anggaran rumah tangga dan peraturan organisasi. Sederhananya, setiap lulusan apoteker di perguruan tinggi saat lulus dan mengajukan keanggotaan maka otomatis menjadi anggota IAI. Merekalah apoteker-apoteker baru yang akan meneruskan perjuangan apoteker-apoteker sebelumnya yang sudah terlibat di dalam organisasi IAI.

Jika rasa kepemilikan ini minim ada di dalam diri apoteker. Kita akan menemukan kembali kasus IAI hanya menjadi tujuan mutasi dan rekomendasi anggota. Bukan lagi menjadi wadah berkumpul anggota. Jika IAI menjadi wadah berkumpul maka ada satu waktu dalam sebulan atau beberapa bulan para apoteker di suatu daerah atau cabang melaksanakan pertemuan rutin untuk berkumpul. Berkumpul di sini tidak hanya sebatas berkumpul dengan berbincang-bincang tak ada arah yang jelas. Berkumpul di sini bisa dimaknai dengan cara saling mengikuti acara pelatihan, seminar ataupun diskusi yang diselenggarakan oleh IAI ataupun pihak lainnya.

Berkumpul untuk meningkatkan wawasan dan kompentensi diri sebagai seorang apoteker. Boleh, sekali-sekali berkumpul dalam rangka hiburan sebagai pelepas penat dalam rutinitas menjalankan praktik kefarmasian sehari-hari. Jadi, tidak hanya berkumpul untuk urusan yang serius tetapi juga untuk urasan yang santai agar tercipta rasa kekeluargaan yang kuat antar sesama anggota IAI.

Ketika rasa kekeluargaan itu muncul maka IAI bisa menjadi wadah kembali para apoteker dalam kondisi apapun, tidak hanya pada saat membutuhkan IAI ataupun saat tersandung masalah dalam praktik kefarmasian. Rasa kekeluargaan itulah yang harus kita munculkan juga setelah rasa kepemilikan yang lebih dahulu kita tanamkan. Bagaimana kondisi keluarga? Begitulah kondisi IAI tiap daerah atau cabang yang diharapkan. Semua anggota terlibat aktif dalam berbagai program kerja yang telah disusun dan direncanakan oleh setiap pengurus baik program kerja dari pengurus cabang, pengurus daerah maupun pengurus pusat.

Rasa kekeluargaan itu pula yang akan mempererat jalinan kebersamaan antara satu anggota dengan anggota lainnya. Keberadaan IAI terlihat oleh anggotanya dan keberadaan anggota terlihat oleh IAI saat rasa kekeluargaan ada di setiap hati anggota IAI. Dekat. Satu kata itulah yang pantas untuk menggambarkan bagaimana kondisi keluarga, itu juga yang kita harapkan agar para anggota saling dekat dengan anggota lain, saling dekat dengan pengurus begitu pula sesama pengurus.

Fungsi IAI sebagai wadah berhimpun para apoteker Indonesia akan berjalan saat anggota dan pengurus saling bersinergis antara satu dengan yang lainnya. IAI menjadi wadah atau tempat bisa dirasakan dengan berkumpul bersama. Berkumpul disaat suka ataupun berkumpul saat duka. Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing. Pribahasa yang mampu menggambarkan bagaimana harapan yang ingin diwujudkan satu fungsi IAI ini. Saat ada satu apoteker bahagia maka apoteker yang lainnya pun ikut bahagia. Begitu pula sebaliknya, saat ada satu apoteker bersedih maka apoteker yang lainnya pun ikut bersedih, saling merasakan kondisi yang dirasakan oleh sesama apoteker.

Wadah memang penting, sebab dengan wadah apoteker bisa berhimpun bersama-sama untuk mewujudkan tujuan dan harapan yang damba-dambakan oleh setiap apoteker. Tanpa wadah, seorang apoteker laksana sebilah lidi yang tidak menyatu menjadi sebuah sapu lidi. Manfaat lidi akan dirasakan tatkala lidi saling berhimpun menjadi satu-kesatuan yang biasa kita sebut sapu lidi.

Apakah kita akan menjadi sebilah lidi? Ataukah kita menjadi sapu lidi yang berhimpun dengan lidi-lidi yang lain untuk menyebarkan manfaat yang luas bagi masyarakat dan bangsa Indonesia tercinta ini?

Keputusan ada di tangan masing-masing apoteker. Jikalau saat bersama mampu menyebarkan manfaat lebih banyak dan lebih luas. Mengapa kita lebih memilih untuk sendiri dan menghindari kebersamaan?

IAI ada sebagai wadah sebagai pemersatu para apoteker untuk bisa bersama-sama menjadi sapu lidi. Apakah kita akan mensia-siakan wadah yang sudah ada ini? Ataukah kita terlibat dalam wadah tersebut dengan mengikuti dan mau bergabung dengan berbagai fasilitas yang ada di dalam program kerja IAI?

Seseorang kebingungan saat tidak memiliki wadah. Coba sejenak kita lihat kondisi pemuda-pemudi kita sekarang ini. Mereka melakukan berbagai hal di luar batas kewajaran seorang manusia yang memiliki akhlak dan adab karena mereka tidak menemukan wadah yang pas untuk menyalurkan ekpresi dan keinginan yang mereka miliki. Apakah apoteker juga sama dengan mereka? Tidak.

Tatkala kita memiliki wadah, kita tidak akan membiarkan wadah tersebut kosong. Tugas kita bersama-sama mengisi wadah tersebut agar wadah itu bisa menyebarkan manfaat yang lebih, baik untuk anggota, pengurus maupun untuk masyarakat lainnya. Tidak ada wadah untuk berkumpul para apoteker kecuali hanya satu yakni Ikatan Apoteker Indonesia.

Advertisements
SHARE
Previous articleApa Jadinya Jika Seorang Apoteker Malas Membaca?
Next articleIYPG Hadir di Kalimantan Selatan. Apa itu IYPG?
Aulia Rahim M.Farm., Apt., seorang apoteker sekaligus pengajar di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Borneo Lestari. Selain itu juga diamanahi sebagai ketua bidang hubungan masyarakat Himpunan Seminat Farmasi Masyarakat (HISFARMA) Ikatan Apoteker Indonesia Pengurus Daerah Kalimantan Selatan periode 2018-2022. Sejak kuliah aktif di berbagai organisasi salah satunya Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Farmasi. Menempuh pendidikan S1, profesi dan S2 di Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta. Sempat diberikan kepercayaan dari dekanat untuk menjadi repoter Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan.